(Taiwan, ROC) --- Joseph Robinette Biden Jr lahir pada tanggal 20 November 1942 di Scranton - Pennsylvania, Amerika Serikat. Bersama seorang adik perempuan dan dua adik laki-laki, ia dibesarkan di keluarga Katolik Irlandia.
Joe Biden terpilih menjadi anggota Senat Amerika Serikat, di usianya yang menginjak 29 tahun. Setahun setelahnya, ia pun tercatat sebagai Senator termuda dalam sejarah perpolitikan Negeri Paman Sam.
Namun, sebuah peristiwa memilukan menimpa anggota keluarganya di malam pelantikan. Istrinya - Neilia dan putrinya - Naomi tewas dalam insiden kecelakaan mobil.
Joe Biden mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat untuk pertama kalinya pada tahun 1988. Namun, dirinya harus mundur dalam kontes pemilihan, setelah peristiwa plagiarisme menimpa dirinya.
Di kala itu, Joe Biden muda dianggap telah menjiplak pidato pemimpin Partai Buruh Inggris - Neil Kinnock, yang mendatangkan reaksi keras dari masyarakat luas.
Setelah itu, ia pun mulai memusatkan diri untuk mengisi pengalaman politiknya di Senat AS. Politisi Partai Demokrat tersebut pernah menduduki posisi Ketua Komite Hubungan Luar Negeri.
Joe Biden kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2008, tetapi dirinya gagal mendapatkan dukungan politik. Ia pun mundur dari bursa pemilu dan bergabung dengan tim mantan presiden Barack Obama.
Dan akhirnya, Joe Biden kembali mengisi bursa pemilu Amerika Serikat tahun 2020, melawan petahana Donald Trump.
Joe Biden yang Sering “Salah Ucap”
Bagi Joe Biden, proses pemilu adalah hal yang sudah lumrah.
Karir politik dari seorang Joe Biden dimulai semenjak 47 tahun silam, yaitu tahun 1973. Kampanye presiden pertamanya berlangsung 37 tahun yang lalu, yakni tahun 1987.
Wajar jika banyak pemilih muda tidak mengetahui sepak terjang dari lelaki yang besar di Scranton - Pennsylvania.
Joe Biden merupakan pribadi yang pintar berbicara di depan para pendukungnya. Meski demikian, pada saat yang sama dirinya juga dianggap "bom waktu" karena terlampau sering melontarkan kata-kata ceroboh, yang dicemaskan dapat menyebabkan masalah.
Ia pun dicalonkan sebagai presiden pada tahun 1988, karena dinilai mampu memberikan pidato yang mengunggah semangat. Namun sayangnya, jalan menuju Gedung Putih bagi Joe Biden muda di kala itu harus pupus sebelum laga pemilu dimulai.
Dalam pidato publik pertamanya di kala itu, Joe Biden mengatakan bahwa leluhurnya pernah bekerja di pertambangan batu bara di timur laut Pennsylvania. Ia sangat kecewa dan marah karena mereka tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk hidup layak.
Tetapi setelah ditelusuri, leluhur Joe Biden tidak ada satu-pun yang pernah bekerja di pertambangan. Perkataan yang dilontarkannya di kala itu memiliki kesamaan dengan politisi Inggris - Neil Kinnock.
Neil Kinnock yang pernah memimpin Partai Buruh setempat, memang berasal dari keluarga penambang.
Belakangan, istilah "Joe Bomb" pun muncul, untuk menyinggung Joe Biden yang di kala itu dianggap telah salah ucap.
Dalam sebuah pidato publik pada tahun 2012 silam, Joe Biden menyampaikan bahwa dirinya mengenal 8 sosok presiden AS dan tiga di antaranya memiliki hubungan yang sangat dekat dengannya.
Di sini ia menggunakan kata "intimately", guna menguraikan kedekatannya dengan 3 sosok presiden AS. Kata intimately dinilai banyak orang memiliki keterkaitan dengan hubungan seksual, dan tidak pantas digunakan dalam pidato di kala itu.
Komentar Joe Biden kembali mendatangkan kritikan keras dari masyarakat luas, saat dirinya menjabat posisi Wakil Presiden Barack Obama pada tahun 2009. Di kala itu Joe Biden tengah membicarakan persoalan ekonomi Amerika Serikat, ia menerangkan "Kesalahan yang kita lakukan kemungkinan berada di kisaran 30%".
Sebelumnya, saat dirinya bersaing ketat dengan Barack Obama untuk memperoleh kursi kandidat presiden Amerika Serikat, Joe Biden pernah melontarkan bahwa Barack Obama merupakan sosok yang pintar berbicara, cerdas, bersih, dan warga AS keturunan Afrika yang tampan.
Komentar Joe Biden di kala tersebut, dianggap telah merendahkan warga kulit hitam. Ia pun menolak anggapan itu dan mengatakan bahwa tidak ada niat sedikit-pun untuk meremehkan warga keturunan Afrika, terlebih Barack Obama.
Ini sekali lagi memperlihatkan kecenderungan Joe Biden yang sering kali "salah ucap" dalam menyampaikan pidato dan tidak jarang harus merugikan karier politiknya.
Politisi yang Sangat Paham dengan Pemilu
Namun, kecerobohan Joe Biden juga dianggap memiliki beberapa kelebihan. Panggung politik saat ini lebih didominasi gaya penyampaian konvensional, yang dinilai terlampau hati-hati atau kaku.
Sebaliknya, ucapan Joe Biden yang apa adanya dinilai sebagai bagian dari kebenaran.
Joe Biden mengaku, bahwa sedari kecil dirinya tidak terlalu pintar dalam merangkai kata-kata dan bahkan terkesan gagap. Membaca teks atau manuskrip bukan gayanya, melainkan langsung menyampaikan dari lubuk hati.
Beberapa kali dirinya terlihat sangat akrab dengan para pendukungnya yang berasal dari kaum pekerja kerah biru. Sehabis menyampaikan pidato, Joe Biden akan berbaur dengan kerumunan, kemudian berjabat tangan atau sekedar melakukan swafoto (selfie)
Namun kedekatan tersebut terkadang mendatangkan permasalahan tersendiri.
Joe Biden dituduh oleh delapan wanita, karena dianggap telah tidak wajar memeluk, menyentuh dan mencium mereka.
Salah satu televisi setempat bahkan merekam gambar Joe Biden yang tengah berinteraksi dengan para wanita dari jarak dekat. Joe Biden terlihat seperti mencium rambut pendukung wanitanya.
Joe Biden pun berjanji bahwa dirinya akan lebih hati-hati saat berinteraksi dengan para pemilih di masa mendatang.