Di tengah menjawab kebutuhan aswaja menghadapi kecenderungan perkembangan budaya digital hingga ekonomi dan politik kontemporer, menjadi penting untuk mempertimbangan praktik yang berlaku di dalam tradisi islam di iran.
Di satu sisi iran mewakili islam dalam tradisi syiah, yang relative berbeda dengan aswaja atau sunni. Iran memiliki akar panjang, jika ditarik hingga era Persia.
Sementara dalam kahazanah pemikiran islam, sosok-sosok seperti Suhrawardi dan Mulla Sadra memiliki sumbangan berarti bagi pemikiran rasionalitas islam atau apa yang diistilahkan sebagai teomorfisme (Nasr).
Sementara itu, Revolusi 1979, hingga tata negara islam iran berikut politik ekonomi hingga kebudayaannya; menjadikan suatu alasan kuat bagi negara-negara maupun peradaban islam berbasis sunni atau aswaja untuk mengambil pelajaran dan hikmah dari iran.
Sesi ini akan menelusuri bagaimana iran menjaga kedaulatan bangsanya atas humanisme barat hingga menyusun strategi kebudayaan sejak sinema hingga teknologi mutakhir seperti nuklir.
Dalam sesi ini juga akan membaca sejarah dan konteks Persia hingga Iran, lalu paham Syiah di kawasan arab yang kerap berseberangan dengan wahabi, beserta konteks konstelasi politik Rusia vis a vis Amerika & Israel dan sekutunya.
Lantas, menimbang fenomena Indonesia hari ini, dan yang akan datang, Aswaja didesak menciptakan relevansi tata kemanusiaan, sehingga melahirkan subjek Aswaja yang fleksibel mendialogkan secara kreatif terhadap gejala-gejala zaman ini.
Bertolak dari kompleksitas dan kebutuhan tersebut, Pesantren Kaliopak sebagai pondok pesantren yang memfokuskan pada kegiatan amaliyah dan fikriyah kebudayaan, khususnya selaku G.E.L.A.S (Gallery, Education, Library, Archives, and, Social) sengaja mengundang anda semua untuk turut serta dalam salah sesi Ngaji Malam, dalam tema:
Ngaji Posonan:
"Dialog Kreatif Aswaja an-Nahdliyah dengan Peradaban Iran"
Bersama:
- Afifah Ahmad
(Alumnus Al-Mostafa International University, Qom, Iran, Aktivis Gusdurian dan Penulis yang tinggal di Teheran, Iran)
- Dr. Arqom Kuswanjoyo, M.Hum.
(Pengajar di Fak. Filsafat UGM)
Moderator:
- M. Anta Kusuma
(Penulis, Peneliti dan Jurnalis Lepas)