Beberapa hari ini aku memikirkanmu.
Kadang aku berpikir
betapa serakahnya diriku. Ketika aku berniat melepasmu
aku bahkan tak bisa seutuhnya melakukan itu.
Aku rasa Tuhan sedang mengabulkan sebagian doaku
bahkan ketika aku sangat merindukanmu di hari-hari terberatku. Aku menunggu wajahmu tiba-tiba muncul menghapus kekecewaanku. Apakah mungkin?
Tapi hari ini Tuhan mewujudkannya.
Walaupun aku tak bisa menatapmu dengan lama,
tapi rasanya seperti matahari yang menyinari kegelapan palung yang gelap dan dingin.
Aku sudah berjanji tak akan menyebut namamu dalam untaian doaku lagi.
Karena aku takut
ketika Tuhan tak pernah memilihmu untukku, aku akan terluka lebih dalam lagi.
Namun mengapa aku terus menyebut namamu dalam celah hari-hariku?
Ketika aku sangat merindukanmu. Aku akan sangat bahagia
jika jalan yang ditunjukkan Tuhan, adalah kamu.