Podcast Taufik Hidayat at-Tanari

Podcast Taufik Hidayat at-Tanari

By Taufik Hidayat at-TanariEducation
Download on the App Store

Podcast Taufik Hidayat at-Tanari episodes

  • Tadarus Buku 36: Hulul, antara 'Nasut dan Lahut'
    Tadarus Buku 36: Hulul, antara 'Nasut dan Lahut' || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    24 min
  • Tadarus Buku 35: al-Hallaj, dari Fana ke Hulul
    Tadarus Buku 35: al-Hallaj, dari Fana ke Hulul || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    40 min
  • Tadarus Buku 34: Pengertian Hulul
    Tadarus Buku 34: Pengertian Hulul || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    12 min
  • Tadarus Buku 33: Teori 'Waqfah' menurut Abdul Jabbar an-Nifari
    Tadarus Buku 33: Teori 'Waqfah' menurut Abdul Jabbar an-Nifari || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    54 min
  • Tadarus Buku 32: Khutbah Jum'at | Zuhud
    Tadarus Buku 32: Khutbah Jum'at | Zuhud || Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Puji syukur kehadirat Allah Swt. Sholawat dan salam teruntuk Rasul pilihan Sayyidina Nabi Muhammad Saw.
    Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa setiap hari Jumat. shalat Jumat wajib dilaksanakan oleh umat Islam seluruh dunia. Di dalam ibadah Jumat, ada khutbah Jumat. Oleh karenanya, shalat Jumat berikut khutbah Jumat juga memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis, yaitu sifat pelaksanaannya yang bersifat rutin dan wajib setiap Jumat, dan melibatkan seluruh umatIslam.
    Dengan demikian, melalui khutbah Jumat, penguatan bagi jamaah Jumat menjadi sangat vital, strategis, dan prioritas. Baik penguatan sektor pemahaman dan pengamalan agama secara benar, kehidupan kebangsaan yang konstruktif, dan penguatan keumatan yang kontributif baik bagi sesama umat Islam maupun bagi bangsa dan negara.
    Dalam konteks itulah, kualitas khutbah Jumat baik dari segi materi maupun kapasitas khatibnya, menjadi sangat penting untuk ditingkatkan secara terus-menerus. Jangan sampai materi khutbah dan kapasitas khatib Jumat justru kontraproduktif dengan pesan damai dan konstruktif dalam Islam itu sendi ri.
    Dalam kerangka semangat tersebut, kanli menyambut baik terbitnya buku Kumpulan Khutbah Jumat Islam Penuh Rahmat ini. Semoga buku ini bisa berkontribusi bagi peningkatan kualitas umat Islam untuk ikut aktif menampilkan wajah Islam yang ramah sehingga terwujud kehidupan keumatan dan kebangsaan yang rukun damai dan beradab. Semoga Allah Swt membimbing langkah kita semua. Aamun.
    Saling Asah, Saling Asih dan Saling Asuh
    Wallahul Muwafieq Ilaa Aqwamit Tharieq
    Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Tadarus Buku Full Episode || Khutbah Jum'at, Islam Penuh Rahmat || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    22 min
  • Tadarus Buku 31: Testimoni Khutbah Jum'at | Islam Penuh Rahmat
    Tadarus Buku 31: Testimoni Khutbah Jum'at | Islam Penuh Rahmat || Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Puji syukur kehadirat Allah Swt. Sholawat dan salam teruntuk Rasul pilihan Sayyidina Nabi Muhammad Saw.
    Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa setiap hari Jumat. shalat Jumat wajib dilaksanakan oleh umat Islam seluruh dunia. Di dalam ibadah Jumat, ada khutbah Jumat. Oleh karenanya, shalat Jumat berikut khutbah Jumat juga memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis, yaitu sifat pelaksanaannya yang bersifat rutin dan wajib setiap Jumat, dan melibatkan seluruh umatIslam.
    Dengan demikian, melalui khutbah Jumat, penguatan bagi jamaah Jumat menjadi sangat vital, strategis, dan prioritas. Baik penguatan sektor pemahaman dan pengamalan agama secara benar, kehidupan kebangsaan yang konstruktif, dan penguatan keumatan yang kontributif baik bagi sesama umat Islam maupun bagi bangsa dan negara.
    Dalam konteks itulah, kualitas khutbah Jumat baik dari segi materi maupun kapasitas khatibnya, menjadi sangat penting untuk ditingkatkan secara terus-menerus. Jangan sampai materi khutbah dan kapasitas khatib Jumat justru kontraproduktif dengan pesan damai dan konstruktif dalam Islam itu sendi ri.
    Dalam kerangka semangat tersebut, kanli menyambut baik terbitnya buku Kumpulan Khutbah Jumat Islam Penuh Rahmat ini. Semoga buku ini bisa berkontribusi bagi peningkatan kualitas umat Islam untuk ikut aktif menampilkan wajah Islam yang ramah sehingga terwujud kehidupan keumatan dan kebangsaan yang rukun damai dan beradab. Semoga Allah Swt membimbing langkah kita semua. Aamun.
    Saling Asah, Saling Asih dan Saling Asuh
    Wallahul Muwafieq Ilaa Aqwamit Tharieq
    Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Tadarus Buku Full Episode || Khutbah Jum'at, Islam Penuh Rahmat || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    8 min
  • Tadarus Buku 30: Fana menurut Abu Yazid al-Busthami
    Tadarus Buku 30: Fana menurut Abu Yazid al-Busthami || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    28 min
  • Tadarus Buku 29: Pengertian Fana
    Tadarus Buku 29: Pengertian Fana || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    23 min
  • Tadarus Buku 28: Tauhid menurut Suhrawardi al-Maqtul 2
    Tadarus Buku 28: Tauhid menurut Suhrawardi al-Maqtul 2 || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    41 min
  • Tadarus Buku 27: Tauhid menurut Suhrawardi al-Maqtul 1
    Tadarus Buku 27: Tauhid menurut Suhrawardi al-Maqtul 1 || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    41 min

About Podcast Taufik Hidayat at-Tanari

From the publisher's feed

Kumpulan rekaman tadarus buku, kajian-kajian keagamaan, kebangsaan dan kenegaraan serta kisah inspiratif yang diadakan Platform Podcast Taufik Hidayat at-Tanari | Alamat: Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota. Serang - Banten Kode Pos 42126 | Telepon/WhatsApp : 087774515600