Podcast Taufik Hidayat at-Tanari

Podcast Taufik Hidayat at-Tanari

By Taufik Hidayat at-TanariEducation
Download on the App Store

Podcast Taufik Hidayat at-Tanari episodes

  • Tadarus Buku 16: Kontribusi Abu Yazid al-Busthami, Pencetus Pertama Ide Fana & Ittihad dalam Tasawuf
    Tadarus Buku 16: Kontribusi Abu Yazid al-Busthami | Pencetus Pertama Ide 'Fana' dan 'Ittihad' dalam Tasawuf || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi. Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari. "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi. "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya. Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu. Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    16 min
  • Tadarus Buku 15: Kontribusi Dzu-n-Nun al-Mishri | Peletak Dasar Tasawuf Falsafi
    Tadarus Buku 15: Kontribusi Dzu-n-Nun al-Mishri | Peletak Dasar Tasawuf Falsafi || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    31 min
  • Tadarus Buku 14: Kontribusi Abu Sulaiman ad-Darani | Pencetus Pertama Pengetahuan Ma'rifah
    Tadarus Buku 14: Kontribusi Abu Sulaiman ad-Darani | Pencetus Pertama Pengetahuan Ma'rifah || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    11 min
  • Tadarus Buku 13: Kontribusi Ma'ruf al-Karkhi | Sanad Pertama Para Sufi
    Tadarus Buku 13: Kontribusi Ma'ruf al-Karkhi | Sanad Pertama Para Sufi || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    19 min
  • Tadarus Buku 12: Perkembangan Tasawuf | Dari Amali Menuju Tasawuf Falsafi
    Tadarus Buku 12: Perkembangan Tasawuf | Dari Amali Menuju Tasawuf Falsafi || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    10 min
  • Tadarus Buku 11: Tiga Figur Sufi Pertama di Dunia
    Tadarus Buku 11: Tiga Figur Sufi Pertama di Dunia || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirodj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    39 min
  • Tadarus Buku 10: Awal Kemunculan Tasawuf dan Asal-usulnya 2
    Tadarus Buku 10: Awal Kemunculan Tasawuf dan Asal-usulnya 2 || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    55 min
  • Tadarus Buku 09: Awal Kemunculan Tasawuf dan Asal-usulnya 1
    Tadarus Buku 09: Awal Kemunculan Tasawuf dan Asal-usulnya 1 || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    40 min
  • Tadarus Buku 08: Definisi Tasawuf 2 | Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi
    Tadarus Buku 08: Definisi Tasawuf 2 || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    32 min
  • Tadarus Buku 07: Definisi Tasawuf 1 | Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi
    Tadarus Buku 07: Definisi Tasawuf 1 || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    29 min

About Podcast Taufik Hidayat at-Tanari

From the publisher's feed

Kumpulan rekaman tadarus buku, kajian-kajian keagamaan, kebangsaan dan kenegaraan serta kisah inspiratif yang diadakan Platform Podcast Taufik Hidayat at-Tanari | Alamat: Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota. Serang - Banten Kode Pos 42126 | Telepon/WhatsApp : 087774515600