Podcast Taufik Hidayat at-Tanari

Podcast Taufik Hidayat at-Tanari

By Taufik Hidayat at-TanariEducation
Download on the App Store

Podcast Taufik Hidayat at-Tanari episodes

  • Tadarus Buku 06: Istilah Tasawuf 5 | Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi
    Tadarus Buku 06: Istilah Tasawuf Menurut Pendapat Kelima || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    34 min
  • Tadarus Buku 05: Istilah Tasawuf 3 & 4 | Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi
    Tadarus Buku 05: Istilah Tasawuf Menurut Pendapat Ketiga dan Keempat || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    21 min
  • Tadarus Buku 04: Istilah Tasawuf 1 & 2 | Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi
    Tadarus Buku 04: Istilah Tasawuf Menurut Pendapat Pertama dan Kedua | Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirodj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi. ||
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari. ||
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi. ||
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya. ||
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu. ||
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    20 min
  • Tadarus Buku 03: Tasawuf Falsafi | Kelahiran dan Perkembangannya
    Tadarus Buku 03: Tasawuf Falsafi | Kelahiran dan Perkembangan || Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    9 min
  • Tadarus Buku 02: Testimoni Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi
    Tadarus Buku 02: Testimoni Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi | Telah terbit, buku terbaru karya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., berjudul Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. Buku itu berasal dari hasil disertasi Kiai Said untuk mencapai gelar doktor di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat, Universitas Umm Al-Qura, Mekkah, Arab Saudi.
    Ia menjelaskan, buku yang merupakan hasil disertasi itu telah diujikan di depan tiga guru besar yakni Prof Dr Mahmud Ahmad Khafaji, Prof Dr Barokat Abdul Fattah Guida, dan Prof Dr Nafi’ Ulayan. Ketika itu, Kiai Said mendapat predikat summa cum laude. "Harapan saya semoga ini buku ini menambah wawasan bagi para pembaca terutama warga Nahdliyin, bahwa Islam telah memiliki khazanah. Islam sangat kaya dengan khazanah pemikiran yang sangat luar biasa, terutama di bidang spiritual," kata Kiai Said. Kiai Said kemudian menjelaskan bahwa tradisi tasawuf dimulai oleh sufi besar yakni Imam Dzun Nun Al-Mishri, Syekh Abu Yazid Al-Bustomi, Abu Abdullah Husain bin Mansur Al-Hallaj, Abdul Qosim Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali, Syekh Asy-Syahrawat Al-Maktul, Abdul Jabbar An-Nifari.
    "Lalu puncaknya adalah Syaikhul Akbar Al-Qibritul Ahmar Khatamil Awliya Ibnu Arabi dan Ibnu Sab’in. Para tokoh itu adalah ulama dan sufi besar yang telah memperkaya khazanah spiritual Islam sehingga menjadi kebanggaan kita umat Islam," terang Ketum PBNU kelahiran Cirebon, 67 tahun yang lalu ini. Dijelaskan, para orientalis barat telah banyak yang mengkaji pemikiran para ulama yang disebutkan tadi. Di antaranya Louis Massignon yang mempelajari Al-Halaj dan Arnold Nicholson yang mengkaji pemikiran Ibnu Arabi.
    "Para pemikir, orientalis, dan ilmuwan barat sudah menggali khazanah, wisdom spiritual yang dimiliki umat Islam. Kita pun jangan ketinggalan. Bahkan kita banyak yang tidak tahu kalau Islam memiliki khazanah yang luar biasa ini," tegas Kiai Said. Sekali lagi ia berharap agar buku yang baru diluncurkan itu bisa membuat para pembaca sadar dan mengetahu bahwa ternyata Islam sangat kaya, terutama dengan khazanah di bidang tasawuf-spiritual. "Insyaallah (dengan membaca buku ini) kita akan menjadi ummatan wasathan, umat yang keren, ketika kita bisa menguasai kekayaan khazanah yang telah diwarisi para ulama tersebut. Semoga bermanfaat," pungkasnya.
    Untuk diketahui, Kiai Said adalah sosok yang produktif menulis buku-buku keislaman. Di antaranya Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Lintas Sejarah (1997), Islam Kebangsaan: Fiqih Demokratik Kaum Santri (1999), Tasawuf sebagai Kritik Sosial (2006), Ahlussunnah wal Jamaah: Sebuah Kritik Historis (2008). Kemudian bersama Franz Magnis-Suseno dan M Amin Abdullah, Kiai Said menulis buku Menggugat Tanggung Jawab Agama-agama Abrahamik bagi Perdamaian Dunia (2010). Pada 2014, Kiai Said menerbitkan dua buku sekaligus yakni Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara: Menuju Masyarakat Mutamaddin serta Islam Kalap dan Islam Karib. Pada 2015, terbit buku Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan lil Alamin yang ditulis bersama Mamang Muhamad Haerudin. Buku terakhir yang diterbitkan Kiai Said Allah dan Alam Semesta perspektif Tasawuf Falsafi hasil disertasinya itu diselesaikan pada saat dirinya sedang menjalankan isolasi perawatan Covid-19, beberapa waktu lalu.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    19 min
  • Tadarus Buku 01: Testimoni Peci Miring | Novel Biografi Gus Dur
    Tadarus Buku 01: Testimoni Peci Miring | Novel Biografi Gus Dur || Ia lahir dengan darah biru, tumbuh dalam asuhan cinta ayah-bunda. Saat masih belia, sang ayah meninggalkannya selamanya. Masa nakal remajanya berakhir ketika ia pergi ke Yogyakarta, tanah rantau pertamanya. Ke Universitas Al-Azhar, Mesir, ia melanjutkan kembaranya.
    Tetapi ia kecewa, Mesir tak kuasa menawarkan dahaga pengetahuannya. Ia lantas berkelana ke Baghdad dan memperoleh gelar akademik di sana. Seperti meneguk air samudra, dahaganya semakin parah. Belanda, Jerman, dan Prancis menjadi tujuan berikutnya. Untuk bertahan hidup di Benua Biru ia menjadi buruh kasar dengan upah secukupnya. Siapa sangka kelak ia menjadi orang nomor satu di Indonesia?
    Peci Miring berkisah tentang kehidupan Gus Dur, salah satu sosok terpenting dalam sejarah Nusantara yang bergelimang kontroversi, sederhana tetapi rumit, banyak dipuji sekaligus dibenci. Novel ini merangkai perca-perca cerita tentang kembara sang guru bangsa sejak kelahirannya hingga terdampar di negeri-negeri asing, mengetuk banyak pintu untuk sampai pada pintu sunyinya sendiri.
    Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Tadarus Buku Full Episode || Peci Miring Novel Biografi Gus, Aguk Irawan || Podcast Taufik Hidayat at-Tanari || Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota Serang Banten Kode Pos 42126
    29 min
  • Podcast Taufik Hidayat at-Tanari
    Salam, salam sejahtera semoga sahabat-sahabat selalu dalam keadaan sehat, gembira dan selalu bahagia tentunya. Melalui kanal Podcast Anchor, Spotify, Google Podcast dan kanal Podcast Taufik Hidayat at-Tanari lainnya. Sahabat-sahabat akan disuguhkan varian-varian yang begitu menarik diantaranya Tadarus Buku, Kajian-kajian Keagamaan, Kebangsaan dan Kenegaraan serta share and to share pengalaman hidup dan hal-hal yang asyik dan menarik untuk diperbincangkan. Podcast ini menemani kamu semuanya untuk bereksplorasi didunia pengetahuan dan flashback berbasis empiris. Yang pastinya bakalan seru dan enjoy. Jangan lupa seruput kopinya gaes... Ok.. cekidot
    1 min

About Podcast Taufik Hidayat at-Tanari

From the publisher's feed

Kumpulan rekaman tadarus buku, kajian-kajian keagamaan, kebangsaan dan kenegaraan serta kisah inspiratif yang diadakan Platform Podcast Taufik Hidayat at-Tanari | Alamat: Jln. Raya Pandeglang-Serang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Gang. Pesantren RT/RW. 002/001 Kelurahan. Tembong, Kecamatan. Cipocok Jaya, Kota. Serang - Banten Kode Pos 42126 | Telepon/WhatsApp : 087774515600