
Sign up to save your podcasts
Or


Kira-kira, kebahagiaan/happiness tu bisa diukur gak ya? Sebagai satu emosi, barangkali parameternya Cuma jadi tiga: nggak happy – happy – happy banget.
Nah, ternyata ada lho, kalau kita berhasil identifikasi hal-hal apa saja yang bisa bikin kita happy banget dan melakukannya atau berupaya melakukannya, hidup kita secara personal bisa lebih berkualitas. Apalagi, kalau pemerintah juga ikut mengupayakan kebahagiaan yang bisa dirayakan banyak orang melalui satu atau beberapa kebijakan.
Kesimpulannya, kita mengamini bahwa betul, hubungan yang baik dengan sahabat dan keluarga memberikan kebahagiaan tertinggi buat kita. Iyalah ya, less daily drama, less trouble, happier us. Kami juga mengamini pentingnya sistem yang mendukung kemudahan akses mental support yang lebih mudah dijangkau banyak orang untuk mendukung komunitas atau masyarakat yang lebih happy juga. Fika akan bercerita tentang pengalamannya mendapatkan akses mental support yang nyaman di Australia dan bagaimana kemudahan ini semoga segera ada di Indonesia.
Lebih detail lagi, kita juga menunggu-nunggu satu kebijakan yang membahagiakan dimasa pandemik ini. Atau, um, ternyata selama ini kebijakan negara kita belum cukup inklusif, sehingga pas ada wabah seperti saat ini, jadi kewalahan. Di sini, kita mendukung banget adanya jaminan keamanan sosial, seperti biaya kesehatan dan pendidikan gratis.
Kami hanya memberikan interpretasi kami atas study yang diterbitkan. Jika ada kekeliruan membaca atau menginterpretasi data di study tersebut, tolong infokan ke kami juga ya.
Menjadi dewasa berarti bertemu banyak pilihan. Beberapa diantaranya mudah, beberapa diantaranya sulit dan perlu perenungan mendalam. Seringkali, tak selalu benar dan menyenangkan. Seperti kita semua mengalami, Lisa (IG: @vas_a) juga mengalaminya dan ia akan menceritakan beberapa pilihan-pilihan hidupnya, yang menurutku cukup berani, di episode kali ini.
Saat mengambil keputusan besar, seringkali kita baru bisa melihatnya dengan nyaman ketika kita telah berjarak dari masa intens menimbang-nimbang. Atau ketika keputusan tersebut menjadikan kita lebih baik dari sebelumnya saat sejenak menengok ke belakang. Lisa bercerita prosesnya memilih study course untuk masternya, pilihan negara tujuan, hingga memilih kepercayaannya dan memutuskan berhijab.
Apakah semuanya terjadi begitu saja? Atau sesungguhnya potongan-potongan “alasan” sudah ditemuinya terlebih dahulu?
Di satu kesempatan, Lisa (@vas.a) mengikuti sesi kursus teknik meditasi Vipassana. Lisa yang awalnya skeptis mulai tertarik, ketika sahabatnya yang telah mempelajari Vipassana sebelumnya berpesan, “Coba deh, this will be your greatest gift to yourself.”
Saya yang juga pernah ikut kursus Vipassana mengamini ucapan sahabat Lisa. Di episode ini kami bercerita, bagaimana teknik meditasi Vipassana membantu kami mengenali konsep ketenangseimbangan dan menerima manfaatnya sebagai satu teknik untuk menghadapi tantangan hidup yang, uh, makin menantang aja nih, kayaknya. Â Dengerin sampai habis, ya :)
Hanif (@la_hanza) memilih jalan Ta’aruf untuk bertemu sang istri. Dengan berbahagia, ia menikah di tanggal cantik 02.02.2020. Alih-alih memilih jatuh cinta, Hanif pun menjalani konsep “bangun cinta”. Alih-alih mengenal pasangan saat pacaran, Hanif memilih untuk pacaran setelah menikah.
Jujur, saya mempertanyakan konsep pacaran setelah menikah. Karena, hei, kalian sudah menikah, kan? Pacaran kan term untuk pasangan yang belum menikah. Jangan diembat semua laaah, just enjoy your marriage without even saying that. LOL.
Bagi saya yang tidak menjalani ta’aruf, konsep yang dia jalani menimbulkan banyak tanya. Apalagi banyak ajakan ta’aruf yang seringkali senada dengan mempromosikan pernikahan dini. Karenanya, saya mencoba berbincang dengan Hanif dalam episode kali ini. Meski landasan dasarnya banyak berbeda dengan konsep berpasangan yang saya percaya, setelah ngobrol dengan Hanif, saya menemukan beberapa kebaikan dari konsep ini. Bahkan mungkin mau mencobanya. Wow, serius?
Banyak cerita di usia tigapuluhan Kak Rey (IG: @reydani). Salah satu yang paling unik dan bisa jadi pelajaran adalah ketika Kak Rey menyadari sakit kepalanya yang tiada ampun itu karena psikosomatis. Beruntung Kak Rey segera tahu dan mampu mengatasinya! Dari situlah kehidupannya harus berubah… menjadi lebih baik bgt bgt bgt! Kak Rey juga punya bocoran seru biar bisa enjoying life di segala usia… apa, ya? Yuk, langsung dengerin aja!
Masuk usia 30, Momo (IG: @prawindaanzari) memiliki banyak peran sekaligus. Peran sebagai dirinya sendiri - seorang perempun dengan visi , istri, ibu, sahabat, adik, anak, dan dosen -karier impiannya. Momo termasuk dari beberapa perempuan yang punya "semuanya". Apakah "semuanya" adalah yang Momo cari? Momo menceritakannya dengan seru di episode ini. Lengkap dengan trik santai melewati hari-hari berat dan rasa iri.
Hi, aku Diyah (IG: @sya.lalalaaa).
From the publisher's feed