Kira-kira, kebahagiaan/happiness tu bisa diukur gak ya? Sebagai satu emosi, barangkali parameternya Cuma jadi tiga: nggak happy – happy – happy banget.
Akhirnya, gue ajak Rafika Primadesti Wiryono atau yang biasa dipanggil Fika (IG: @rprim91), buat ngobrolin ini bareng-bareng based on paper yang dipublish tahun 2017, dengan judul: WAYS TO GREATER HAPPINESS, A Delphi Study by Dan Buettner, Toben Nelson and Ruut Veenhoven.
Nah, ternyata ada lho, kalau kita berhasil identifikasi hal-hal apa saja yang bisa bikin kita happy banget dan melakukannya atau berupaya melakukannya, hidup kita secara personal bisa lebih berkualitas. Apalagi, kalau pemerintah juga ikut mengupayakan kebahagiaan yang bisa dirayakan banyak orang melalui satu atau beberapa kebijakan.
Kesimpulannya, kita mengamini bahwa betul, hubungan yang baik dengan sahabat dan keluarga memberikan kebahagiaan tertinggi buat kita. Iyalah ya, less daily drama, less trouble, happier us. Kami juga mengamini pentingnya sistem yang mendukung kemudahan akses mental support yang lebih mudah dijangkau banyak orang untuk mendukung komunitas atau masyarakat yang lebih happy juga. Fika akan bercerita tentang pengalamannya mendapatkan akses mental support yang nyaman di Australia dan bagaimana kemudahan ini semoga segera ada di Indonesia.
Lebih detail lagi, kita juga menunggu-nunggu satu kebijakan yang membahagiakan dimasa pandemik ini. Atau, um, ternyata selama ini kebijakan negara kita belum cukup inklusif, sehingga pas ada wabah seperti saat ini, jadi kewalahan. Di sini, kita mendukung banget adanya jaminan keamanan sosial, seperti biaya kesehatan dan pendidikan gratis.
Kami hanya memberikan interpretasi kami atas study yang diterbitkan. Jika ada kekeliruan membaca atau menginterpretasi data di study tersebut, tolong infokan ke kami juga ya.
Moreover, dengan sesi ini kita pengen ajak temen-temen untuk sesekali melihat happiness sebagai satu objek. Dimana kita bisa menarik jarak sesekali dan melihatnya sebagai sesuatu yang, efektif dan mudah dicapai atau justru, membebani.
Seperti misal, dalam konteks kebahagiaan personal, diinfokan dalam paper ini bahwa build wealth, create a pride shrine, work part-time, employ yourself, dan become a vegan ternyata ada di rangking terendah untuk mencapai bahagia. Hm, mungkin karena akhirnya malah bikin tertekan ya…
Oke, selamat mendengarkan teman-teman.
PS:
Baca lebih lengkap tentang study-nya di sini: https://www.eur.nl/sites/corporate/files/2018-02/DelphiStudyGreaterHappinessfinal.pdf