"Man tasyabbaha biqoumin, fahuwa hasbuh". Klausul tersebut biasa digunakan sebagai pengingat untuk tidak berlaku menyerupai umat agama lain jika tidak ingin gugur keislamannya. Pertanyaannya, benarkah semua bentuk penyerupaan menggugurkan keimanan? Apakah ada batasan tertentu dalam penyerupaan tersebut? Jika semua penyerupaan dianggap tasyabbuh, apakah kita berarti harus berpakaian, misalnya, seperti pakainnya Rasulullah yang khas Arab? Bagaimana dengan perayaan ulang tahun? Simak diskusi Kang Irfan L. Sarhindi dengan Ustaz Aceng Abdul Qodir. #sambilnunggumaghrib #ramadhan #podcastren