Proxemics Podcast
Download on the App Store

Proxemics Podcast episodes

  • Bongkar Dapur Sequis Life: Cara Praktisi PR & Marketing Bekerja di Industri Highly Regulated | 043

    Sering dianggap sebagai divisi pembuang budget atau sekadar "pemadam kebakaran" saat terjadi krisis, bagaimana sebenarnya tim Marketing dan PR bekerja di industri yang sangat diatur (highly regulated)? Padahal, tanpa Marketing tidak ada penjualan, dan tanpa PR (Corporate Communications), tidak ada konsumen yang percaya pada brand.

    Di episode Proxemics Podcast #43 ini, kami membongkar dapur komunikasi korporat bersama Gandis Rahma Mahatmi (Head of Marketing Sequis Life). Membawa pengalaman 20 tahun melintasi agensi PR, farmasi, dan asuransi, Gandis membedah realita pahit di balik miskonsepsi divisi korporat, dari pertarungan ego melawan departemen Finance, hingga seni menyederhanakan jargon bisnis untuk publik.

    Kami juga membahas fenomena panas "Muntaber" di kalangan agen asuransi akibat strategi rekrutmen yang gemar memamerkan harta (flexing), bahaya salah memilih KOL (Finfluencer), hingga pandangan OJK tentang bagaimana kecerdasan buatan (AI) seharusnya memperkuat, bukan menggantikan, pekerjaan praktisi komunikasi.
    Buat kamu profesional B2B, praktisi komunikasi, brand manager, atau mahasiswa yang tertarik dengan dinamika manajemen reputasi di perusahaan multinasionalβ€”ini adalah masterclass nyata. Real examples, real frameworks, real talk.

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸ’‘ KEY INSIGHTSΒ 

    β–Έ Mematahkan Stigma Ego Korporat: Mengapa komunikasi internal sering kali gagal? Gandis menyoroti bagaimana departemen Corporate Communications (Corcom) sering diremehkan hanya sebagai penyelesai masalah, padahal fungsi mereka krusial untuk membangun trust yang mendasari penjualan tim Marketing.Β 

    β–Έ Menembus Regulasi & Compliance: Strategi mengubah departemen Kepatuhan (Compliance) dari musuh menjadi mitra. Bagaimana tim PR asuransi menyederhanakan "Bahasa Dewa" (seperti Uang Pertanggungan) menjadi pendekatan yang berfokus pada harapan (Wealth & Wellness), bukan ketakutan (Fearmongering).Β 

    β–Έ Aturan OJK & Taktik Finfluencer: Industri finansial tidak bisa menggunakan strategi viralitas murahan. Edukasi tentang pentingnya memilih KOL yang bersertifikasi (seperti AAJI) dibandingkan KOL mikro/nano yang hanya fokus pada gaya hidup, untuk mencegah misinformasi publik.Β 

    β–Έ Krisis Agen "Muntaber" & Flexing: Kritik tajam terhadap agen asuransi yang hobi pamer harta untuk memancing recruit. Gendis membahas realita keras bahwa tanpa niat membantu orang lain (calling), agen hanya akan bertahan sementara lalu "Mundur Tanpa Berita" (Muntaber).Β 

    β–Έ Disrupsi AI di Industri Komunikasi: Mengutip arahan OJK, Gendis memaparkan bahwa AI tidak akan merebut pekerjaan praktisi komunikasi. Sebaliknya, AI adalah alat untuk mempercepat outlining proposal dan optimasi SEO, sementara kreativitas final tetap berada di tangan manusia.

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    ⏱️ TIMESTAMPS
    00:00 - Intro & Pentingnya Media Monitoring
    06:40 - Menembus Tantangan Industri Farmasi vs Asuransi
    08:37 - Miskonsepsi Fatal: PR Bukan Sekadar Pemadam Kebakaran
    17:12 - Taktik PR Kreatif di Bawah Regulasi Ketat OJK
    21:35 - Finfluencer Palsu & Seleksi KOL Finansial
    35:48 - Mengubah Narasi Marketing: Dari Ketakutan ke Harapan
    45:22 - Krisis Reputasi: Flexing Agen & Insiden GIIAS
    59:12 - Segmentasi Komunikasi: Kapan Harus Pakai Press Release?
    1:07:01 - Menaklukkan Stakeholder Internal Tersulit: Finance
    1:11:34 - Sikap Praktisi Marketing Terhadap Era AI
    1:13:54 - Closing & Sequis Care In

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED
    PT Asuransi Jiwa Sequis Life β€’ Gendis Rahma Mahatmi β€’ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) β€’ AAJI β€’ Corporate Communications (Corcom) β€’ Finfluencer β€’ Key Opinion Leader (KOL) β€’ Crisis Management β€’ Public Relations β€’ Disrupsi AI β€’ Legacy Planning β€’ Media Monitoring

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸŽ™οΈ Produced by White Wood
    Host : Mercy Tahitoe, Stephanie Sicilia, Jonathan Tenggara

    Our Agencies:
    β–Έ www.praxis.co.id
    β–Έ www.prajna.co.id
    β–Έ www.explicar.co.id
    β–Έ www.whitewood.ai

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸ“Œ HASHTAGS
    #ProxemicsPodcast #CorporateCommunications #MarketingStrategy #PublicRelations #SequisLife #ManajemenKrisis #Finfluencer #IlmuKomunikasi #DuniaAgency #DisrupsiAI

    Proxemics Podcast is produced by White Wood.

    1 hr 11 min
  • Anatomi Krisis PR: Dari Rekening Mandiri Diblokir Hingga Blunder Event Newport | 042

    Banyak yang beranggapan bahwa pekerjaan PR itu sekadar "pemadam kebakaran" yang baru disuruh bekerja ketika brand kena masalah. Padahal, batas antara masalah komunikasi dan masalah operasional itu nyataβ€”sebuah brand harus bisa walk the talk sebelum PR bisa menyelamatkannya.

    Di episode Proxemics Podcast #42 ini, kami membedah kompilasi krisis viral dan case study PR yang terjadi sepanjang Agustus. Mulai dari kepanikan fearmongering massa, penanganan krisis pemblokiran rekening sepihak yang memicu nasabah menggunting kartu kredit, hingga blunder fatal di festival musik akibat Event Organizer dan MC yang kehilangan kendali atas mic-nya sendiri.

    Kami juga membedah taktik komunikasi individual di balik viralnya BMW yang mogok 3 jam di depan Lotte Avenue, berbanding terbalik dengan krisis customer service defensif dari staf Hyundai. Ditutup dengan obrolan tajam tentang Leadership Transition Campaign saat Apple mengganti CEO-nya.

    Buat kamu para praktisi PR, event organizer, anak agency, atau marketerβ€”ini adalah masterclass nyata dari insiden lapangan. Real examples, real frameworks, real talk.

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸ’‘ KEY INSIGHTS
    β–Έ Krisis Reputasi Institusi Keuangan Bagaimana Bank Mandiri mengeksekusi pemblokiran rekening tanpa komunikasi proaktif kepada nasabah (termasuk pengalaman pribadi Awi). Kurangnya transparansi ini berujung pada hilangnya trust, memancing netizen mengosongkan saldo sebagai bentuk protes simbolis.

    β–Έ Blunder Event & Tanggung Jawab Pengendali Narasi Membahas insiden brand Newport di The Sound Project. Dalam sebuah event, viralitas memiliki dua sisi, dan MC memiliki kuasa (power) penuh untuk mengendalikan jalannya acara. Jika ada audiens yang melenceng ke isu sensitif, MC harus berani "mengambil balik" kendali mic demi melindungi brand.

    β–Έ Batas Biasa: Negara vs Rezim dalam Kacamata PR Kritik tajam terhadap podcaster independen yang diserang karena menghadiri upacara kenegaraan. Diskusi soal kedewasaan audiens dalam membedakan antara merayakan kemerdekaan negara versus mendukung rezim pemerintah, serta pentingnya ketegasan brand stance.

    β–Έ Taktik Komunikasi Akar Rumput: Kasus BMW & Hyundai Kontras manajemen krisis antara pemilik BMW yang mogok di Senopati dan langsung meminta maaf secara proaktif di Threads, dengan kasus sales supervisor Hyundai Ioniq 5 yang defensif dan adu argumen dengan influencer saat dikeluhkan soal aki dan fast charging.

    β–Έ Strategi Komunikasi Internal: CEO Baru Apple Transisi CEO dari Tim Cook ke John Ternus. Sebelum meyakinkan publik, PR harus menggunakan Hukum Pareto (80/20) untuk memenangkan 20% audiens kunci, yang dimulai dari komunikasi internal berlapis agar karyawan dan pemegang saham tidak ragu pada kepemimpinan baru.

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    ⏱️ TIMESTAMPS
    00:00 - Intro
    01:15 - Evaluasi De-eskalasi Demo & Isu Perampasan Aset
    08:04 - Manajemen Krisis Bank Mandiri (Curhat Rekening Awi Diblok)
    15:42 - Studi Kasus Event PR: Insiden Newport & Peran MC
    23:41 - Serangan Netizen ke Podcaster Independen di Acara Kenegaraan
    32:47 - Taktik Individual di Threads (Kasus BMW Mogok di Lotte)
    39:35 - Customer Service vs Adu Argumen (Kasus Hyundai Ioniq 5)
    44:36 - Strategi Transisi Leadership CEO Apple (John Ternus)
    52:29 - Closing

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED
    Bank Mandiri β€’ Newport β€’ Orang Tua Group β€’ The Sound Project β€’ BCA β€’ DBS β€’ BMW β€’ Hyundai Ioniq 5 β€’ Apple β€’ Tim Cook β€’ Steve Jobs β€’ John Ternus β€’ Hukum Pareto (80/20 Rule) β€’ Event Organizer β€’ Crisis Management β€’ Public Relations β€’ Internal Communications β€’ Leadership Transition β€’ Customer Service

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸŽ™οΈ Produced by White Wood
    Host: Mercy Tahitoe, Stephanie Sicilia

    Our Agencies:
    β–Έ www.praxis.co.id
    β–Έ www.prajna.co.id
    β–Έ www.explicar.co.id
    β–Έ www.whitewood.ai
    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸ“Œ HASHTAGS
    #ProxemicsPodcast #CrisisManagement #PublicRelations #IlmuKomunikasi #StrategiMarketing #ManajemenKrisis #DuniaAgency #EventOrganizer #CorporateCommunications #PodcastIndonesia

    Proxemics Podcast is produced by White Wood.

    53 min
  • Bongkar Strategi PR Frisian Flag: Kenapa Jualan "Campaign" Aja Makin Gak Laku? πŸ“ˆπŸ’ | 041

    Banyak perusahaan terjebak mengejar sales dan melupakan akar eksistensinya. Di episode ini, Andrew Saputro (Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia) membuktikan bahwa "Purpose" yang kuat adalah kunci brand raksasa mampu bertahan lintas generasi di Indonesia. Β 

    Kami membedah transformasi komunikasi FMCG: mulai dari taktik membujuk manajemen agar peduli pada "Purpose", mengelola stakeholder lintas rezim, hingga eksekusi pemberdayaan peternak sapi lokal lewat filosofi Grass to Glass. Β 

    Bagi praktisi PR, Public Affairs, dan marketer yang ingin menguasai komunikasi di industri dengan regulasi ketat (highly regulated) β€” ini saatnya belajar langsung dari pakarnya. Hindari jebakan "sotoy" dan siapkan catatanmu.Β 

     ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸ’‘ KEY INSIGHTSβ–Έ The Power of Purpose (The Big Why)

    Dalam memimpin komunikasi korporat, mengubah mindset direksi dari sekadar target komersial menjadi berpusat pada purpose adalah hal krusial. Purpose bukan sekadar kampanye marketing, melainkan alasan perusahaan hadir yang terbukti ampuh mempertahankan talenta terbaik (Employer Branding). Β 

    β–Έ Evolusi Konsumen & "Kuasa" Algoritma
    Interaksi brand bergeser masif dari komunikasi satu arah via billboard ke era di mana keputusan konsumen didikte algoritma. Di tengah tingginya noise, praktisi PR wajib gesit menyaring sentimen dan tidak pasrah dikontrol sistem. Β 

    β–Έ Demistifikasi Corporate Affairs & Public Affairs
    Sering disalahartikan sebagai General Affairs, struktur Corporate Affairs sesungguhnya merangkum spektrum vital: Corporate Communications, Government Relations, CSR & Sustainability, hingga Regulatory Affairs. Ini adalah mesin esensial bagi perusahaan yang sangat diregulasi oleh negara. Β 

    β–Έ Strategi Supply Chain "Grass to Glass"
    Reputasi tidak berhenti di rak minimarket. Sejak 90-an, Frisian Flag mendedikasikan tim khusus untuk memberdayakan koperasi sapi perah di daerah pelosok. Pembinaan hulu ke hilir ini memastikan suplai bahan baku berkualitas sekaligus menyejahterakan peternak lokal. Β 

    β–Έ DNA PR Unggul: Anti-"Sotoy" & Growth Mindset
    Untuk bertahan di pusaran krisis, praktisi komunikasi pantang merasa paling tahu. Karir yang tangguh dibentuk dari growth mindset, rasa ingin tahu strategis, kemauan memberi dedikasi ekstra (go the extra mile), dan bijak memilih lingkaran pertemanan. Β 

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    ⏱️ TIMESTAMPS

    00:00 - Intro
    05:00 - Konsumen Era Algoritma
    08:21 - Transisi ke Corporate Affairs
    18:00 - Bisnis vs "Company Purpose"
    26:00 - Taktik Yakinkan Direksi
    30:00 - Stakeholder & Regulasi FMCG
    43:00 - Anatomi Komunikasi Korporat
    46:00 - Strategi Susu "Grass to Glass"
    53:30 - Syarat Praktisi PR: Anti-"Sotoy"
    1:03:34 - Closing

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED

    PT Frisian Flag Indonesia β€’ Andrew Saputro β€’ PAFI β€’ Perhumas β€’ FMCG β€’ Corporate Affairs β€’ Public Affairs β€’ Corporate Communications β€’ Government Relations (GovRel) β€’ CSR & Sustainability β€’ Grass to Glass β€’ Growth Mindset β€’ Employer Branding β€’ Media Monitoring β€’ Stakeholder Management

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸŽ™οΈ Produced by White WoodHost:Β 
    Mercy Tahitoe & Stephanie Sicilia

    Our Agencies:
    β–Έ https://praxis.co.id/
    β–Έ https://prajna.co.id/
    β–Έ https://explicar.co.id/
    β–Έ https://whitewood.ai/

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    #ProxemicsPodcast #FrisianFlag #CorporateAffairs #PublicRelations #StakeholderManagement #BrandPurpose #FMCGIndonesia #IlmuKomunikasi #StrategiMarketing #DuniaAgency

    Proxemics Podcast is produced by White Wood.

    1 hr 4 min
  • Rahasia Blue Bird Bertahan dari Disrupsi & Transformasi Komunikasi Korporat | 040

    Banyak brand raksasa tumbang karena disrupsi. Tamu kita hari ini membuktikan sebaliknya dengan strategi PR dan mobility yang merajai jalanan.

    Di episode Proxemics Podcast kali ini, kami ngobrol dengan Sekar Adisty β€” Communications & Community Lead di Blue Bird Group. Dengan pengalaman lintas industri mulai dari agency, airlines, financial institution, hingga e-commerce, Adis membedah bagaimana perusahaan transportasi legendaris ini mentransformasi strategi marketing dan PR-nya dari yang sangat konvensional menjadi sangat agile di era digital.

    Kami membedah tuntas dapur komunikasi Blue Bird: mulai dari strategi Crisis Management menghadapi 28.000 pengemudi, pentingnya mengejar "Sentimen" dibanding "Impressions", hingga obrolan tajam tentang disrupsi AI dan consumer behavior Gen Z yang kini lebih memilih Zero Commitment (malas beli mobil demi gaya hidup).

    Buat kamu para praktisi PR, marketer, anak agency, atau profesional yang ingin tahu realita keras di balik layar komunikasi korporat raksasa (dan menghancurkan mitos glamor ala Emily in Paris) β€” ini diskusi praktisi, bukan teori. Real examples, real frameworks, real talk.

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸ’‘ KEY INSIGHTS

    β–Έ Krisis Komunikasi: Speed vs Accuracy
    Dalam menangani krisis PR, merespons dengan cepat (speed) seringkali lebih krusial di awal daripada menunggu akurasi sempurna (accuracy). Audiens dan netizen butuh validasi bahwa brand mendengar keluhan mereka dan tidak mendiamkan masalah (sit on the problem), sebelum narasi liar berkembang di media sosial.

    β–Έ Metrik PR Modern: Sentimen di Atas Impressions
    Engagement dan impressions tinggi tidak selalu bagus jika isinya hujatan. Hari ini, Social Listening harus difokuskan pada "Sentimen". Mengklasifikasikan respons audiens (positif vs negatif) jauh lebih bernilai untuk mengetahui apakah suatu campaign relevan dan bagaimana audiens benar-benar peduli pada brand.

    β–Έ Consumer Behavior: Tren "Zero Commitment" Gen Z
    Terjadi pergeseran consumer behavior di mana generasi muda menolak membeli kendaraan pribadi karena isu mental, biaya parkir, kemacetan, dan depresiasi aset. Mereka lebih memilih layanan mobilitas tepercaya untuk menghemat budget demi lifestyle lain (seperti nonton konser atau traveling ke luar negeri). Blue Bird menangkap ini dengan mengisi sweet spot lewat peluncuran "Blue Bird Prime".

    β–Έ Internal Comms: Mengubah 28.000 Driver Menjadi Ahli Waris Brand
    Menjaga standar layanan ribuan driver tidak bisa hanya lewat edaran. Diperlukan komunikasi berlapis (Townhall, kunjungan pool, hingga serikat pekerja). Melalui program konsisten seperti beasiswa anak pengemudi sejak krisis 1998, brand berhasil membangun sense of belonging yang kuat, menjadikan pengemudi sebagai brand advocate yang tulus.

    β–Έ Realita Dunia Comms & Syarat "Resilience"
    Dunia PR dan Komunikasi sering mendapat stigma glamor dari pop culture. Kenyataannya, praktisi PR berhadapan dengan kerja tak kenal waktu, panggilan tengah malam, dan manajemen krisis. Mentalitas "How do you scale your resilience?" dan keberanian menolak ide usang ("dulu biasanya begini") adalah nyawa bagi seorang corporate communicator.

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    ⏱️ TIMESTAMPS

    00:00 - Intro
    02:39 - Transformasi Tim Marketing & Layanan Mobility
    07:46 - Peran Komunitas & Taktik New Media
    11:14 - Strategi Internal Comms & Manajemen Pengemudi
    24:17 - Peluncuran Layanan Prime & Tren Zero Commitment
    39:51 - Tantangan AI di Fitur Customer Service
    42:14 - Skala Crisis Management (Speed vs Accuracy)
    46:59 - Mitos Dunia PR & Pengukuran Sentimen Brand
    1:04:02 - Closing

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED
    Blue Bird Group β€’ BB Kirim β€’ Blue Bird Prime β€’ Silver Bird β€’ Big Bird β€’ Uber β€’ Dentsu β€’ AC Milan β€’ Chelsea β€’ Emily in Paris β€’ Sex and the City β€’ Toyota Zenix β€’ LLM (Large Language Models) β€’ Artificial Intelligence β€’ Crisis Management PR β€’ Media Monitoring β€’ Social Listening β€’ Internal Communications β€’ Corporate Communications β€’ Brand Sentiment β€’ B2C Marketing β€’ Consumer Behavior

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸŽ™οΈ Produced by White Wood
    Host: Mercy Tahitoe & Stephanie Sicilia
    β–Έ www.whitewood.ai

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    #ProxemicsPodcast #BlueBirdGroup #PublicRelations #CrisisManagement #StrategiMarketing #ConsumerBehavior #InternalComms #BrandPositioning #DuniaAgency #CorporateCommunications

    Proxemics Podcast is produced by White Wood.

    1 hr 4 min
  • Kenapa Brand "Cambridge" Jadi Magnet Parents? Bedah Psikologi Konsumen & Edukasi | 039

    Banyak institusi menjual nama besar. Tamu kita hari ini menjaga standar globalnya.

    Di episode Proxemics Podcast kali ini, kami ngobrol dengan Yusuf Seto β€” Head of Business Development Southeast Asia & Pacific di Cambridge International Education. Dengan pengalaman lintas industri, dari digembleng keras di dunia sales hingga kini mengawal standar pendidikan internasional di Asia Tenggara dan Pasifik.

    Kami membedah miskonsepsi publik tentang label "Sekolah Cambridge" yang sering hanya dijadikan buzzword marketing, membandingkan kualitas edukasi Indonesia dengan negara ASEAN lainnya, dan mendiskusikan fenomena Gen-Z yang ketakutan digantikan AI hingga banting setir mempelajari skill manual.Β 

    Buat kamu para praktisi PR, marketing, orang tua yang sedang mencari sekolah terbaik untuk anak, atau profesional yang ingin mengerti psikologi di balik sebuah penjualan β€” ini diskusi praktisi, bukan teori. Real examples, real frameworks, real talk.

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸ’‘ KEY INSIGHTS

    β–Έ Label "Cambridge" sering jadi Buzzword Marketing
    Banyak sekolah mengklaim menggunakan sistem Cambridge padahal hanya meminjam resource atau bukunya saja, tanpa mengadopsi kurikulum penuh. Edukasi konsumen sangat penting agar parents tahu bedanya sekadar "gimik logo" dengan standar asesmen global yang sebenarnya.

    β–Έ Mentalitas Sales: The Power of Desperation
    Sales sejati bukan sekadar bakat bawaan lahir. High achiever di dunia sales sering kali lahir dari rasa keputusasaan (desperation) yang mendorong mereka untuk melakukan repetisi hingga ribuan jam demi menguasai skill tersebut.Β 

    β–Έ AI: Tongkat Ketiak vs Tangga Elevasi
    Di dunia pendidikan dan profesional, AI sering disalahgunakan sebagai "tongkat" yang membuat otak tumpul karena malas berpikir. Padahal, AI seharusnya digunakan sebagai "tangga" untuk menstrukturkan pemikiran dan mengeksekusi ide yang sudah ada.

    β–Έ Consumer Behavior & Efek Reciprocity
    Sering kali konsumen membeli barang bukan karena butuh, melainkan karena efek psikologis "Reciprocity" (rasa tidak enak/berhutang budi setelah dilayani). Selain itu, customer journey pria dan wanita memiliki pola yang sangat berbeda saat berhadapan dengan tenaga penjual.

    β–Έ Leadership Tanpa Ego: Inherit the Team
    Seorang leader jarang sekali bisa membentuk tim dari nol; seringnya mereka "mewarisi" (inherit) tim yang sudah ada. Tugas utama leader bukanlah untuk bersinar paling terang, melainkan menekan ego dan memastikan anggota timnya bisa bersinar lebih dari dirinya.

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    ⏱️ TIMESTAMPS

    00:00 - Intro & Teaser: Mengenal Kiprah Yusuf SetoΒ 
    04:39 - Bedah Bisnis Cambridge & Miskonsepsi Label "Sekolah Internasional"Β 
    13:36 - Analisis Komparasi Mutu Pendidikan: Indonesia vs ASEANΒ 
    23:49 - Mentalitas Sales Sukses: The Power of Desperation & Jam TerbangΒ 
    31:19 - Disrupsi Teknologi: Tantangan Mendidik Gen Z di Era AI NativeΒ 
    50:51 - Komunikasi Persuasif: Teknik Ethos, Logos, Pathos dalam PenjualanΒ 
    56:22 - Consumer Behavior: Efek Reciprocity & Pola Belanja Pria vs WanitaΒ 
    1:02:08 - Filosofi Leadership: Strategi Inherit Team & Manajemen EgoΒ 
    1:07:06 - Closing & Kesimpulan Episode

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED
    Cambridge International Education β€’ Cambridge University Press and Assessment β€’ Celebrity Fitness β€’ Wall Street English β€’ Outliers (Malcolm Gladwell) β€’ Bill Gates β€’ 10,000 Hours Rule β€’ AI Native β€’ ChatGPT β€’ Gemini β€’ Psychology of Influence β€’ Reciprocity β€’ Ethos, Logos, Pathos β€’ B2B Sales β€’ Consumer Behavior β€’ SPG β€’ Ojek PayungΒ 

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸŽ™οΈ Produced by White Wood
    Host: Mercy Tahitoe & Stephanie Sicilia

    Our Agencies:
    β–Έ www.praxis.co.id
    β–Έ www.prajna.co.id
    β–Έ www.explicar.co.id
    β–Έ www.whitewood.ai

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    #ProxemicsPodcast #CambridgeEducation #PublicRelations #StrategiMarketing #AIMarketing #DuniaSales #ConsumerBehavior #LeadershipTips #EdukasiAnak #AgencyLife

    Proxemics Podcast is produced by White Wood.

    1 hr 6 min
  • Kenapa Brand "Cambridge" Jadi Magnet Parents? Bedah Psikologi Konsumen & Edukasi | 039

    Banyak institusi menjual nama besar. Tamu kita hari ini menjaga standar globalnya.

    Di episode Proxemics Podcast kali ini, kami ngobrol dengan Yusuf Seto β€” Head of Business Development Southeast Asia & Pacific di Cambridge International Education. Dengan pengalaman lintas industri, dari digembleng keras di dunia sales hingga kini mengawal standar pendidikan internasional di Asia Tenggara dan Pasifik.

    Kami membedah miskonsepsi publik tentang label "Sekolah Cambridge" yang sering hanya dijadikan buzzword marketing, membandingkan kualitas edukasi Indonesia dengan negara ASEAN lainnya, dan mendiskusikan fenomena Gen-Z yang ketakutan digantikan AI hingga banting setir mempelajari skill manual.Β 

    Buat kamu para praktisi PR, marketing, orang tua yang sedang mencari sekolah terbaik untuk anak, atau profesional yang ingin mengerti psikologi di balik sebuah penjualan β€” ini diskusi praktisi, bukan teori. Real examples, real frameworks, real talk.

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸ’‘ KEY INSIGHTS

    β–Έ Label "Cambridge" sering jadi Buzzword Marketing
    Banyak sekolah mengklaim menggunakan sistem Cambridge padahal hanya meminjam resource atau bukunya saja, tanpa mengadopsi kurikulum penuh. Edukasi konsumen sangat penting agar parents tahu bedanya sekadar "gimik logo" dengan standar asesmen global yang sebenarnya.

    β–Έ Mentalitas Sales: The Power of Desperation
    Sales sejati bukan sekadar bakat bawaan lahir. High achiever di dunia sales sering kali lahir dari rasa keputusasaan (desperation) yang mendorong mereka untuk melakukan repetisi hingga ribuan jam demi menguasai skill tersebut.Β 

    β–Έ AI: Tongkat Ketiak vs Tangga Elevasi
    Di dunia pendidikan dan profesional, AI sering disalahgunakan sebagai "tongkat" yang membuat otak tumpul karena malas berpikir. Padahal, AI seharusnya digunakan sebagai "tangga" untuk menstrukturkan pemikiran dan mengeksekusi ide yang sudah ada.

    β–Έ Consumer Behavior & Efek Reciprocity
    Sering kali konsumen membeli barang bukan karena butuh, melainkan karena efek psikologis "Reciprocity" (rasa tidak enak/berhutang budi setelah dilayani). Selain itu, customer journey pria dan wanita memiliki pola yang sangat berbeda saat berhadapan dengan tenaga penjual.

    β–Έ Leadership Tanpa Ego: Inherit the Team
    Seorang leader jarang sekali bisa membentuk tim dari nol; seringnya mereka "mewarisi" (inherit) tim yang sudah ada. Tugas utama leader bukanlah untuk bersinar paling terang, melainkan menekan ego dan memastikan anggota timnya bisa bersinar lebih dari dirinya.

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    ⏱️ TIMESTAMPS

    00:00 - Intro & Teaser: Mengenal Kiprah Yusuf SetoΒ 
    04:39 - Bedah Bisnis Cambridge & Miskonsepsi Label "Sekolah Internasional"Β 
    13:36 - Analisis Komparasi Mutu Pendidikan: Indonesia vs ASEANΒ 
    23:49 - Mentalitas Sales Sukses: The Power of Desperation & Jam TerbangΒ 
    31:19 - Disrupsi Teknologi: Tantangan Mendidik Gen Z di Era AI NativeΒ 
    50:51 - Komunikasi Persuasif: Teknik Ethos, Logos, Pathos dalam PenjualanΒ 
    56:22 - Consumer Behavior: Efek Reciprocity & Pola Belanja Pria vs WanitaΒ 
    1:02:08 - Filosofi Leadership: Strategi Inherit Team & Manajemen EgoΒ 
    1:07:06 - Closing & Kesimpulan Episode

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED
    Cambridge International Education β€’ Cambridge University Press and Assessment β€’ Celebrity Fitness β€’ Wall Street English β€’ Outliers (Malcolm Gladwell) β€’ Bill Gates β€’ 10,000 Hours Rule β€’ AI Native β€’ ChatGPT β€’ Gemini β€’ Psychology of Influence β€’ Reciprocity β€’ Ethos, Logos, Pathos β€’ B2B Sales β€’ Consumer Behavior β€’ SPG β€’ Ojek PayungΒ 

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸŽ™οΈ Produced by White Wood
    Host: Mercy Tahitoe & Stephanie Sicilia

    Our Agencies:
    β–Έ www.praxis.co.id
    β–Έ www.prajna.co.id
    β–Έ www.explicar.co.id
    β–Έ www.whitewood.ai

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    #ProxemicsPodcast #CambridgeEducation #PublicRelations #StrategiMarketing #AIMarketing #DuniaSales #ConsumerBehavior #LeadershipTips #EdukasiAnak #AgencyLife

    Proxemics Podcast is produced by White Wood.

    1 hr 6 min
  • Aturan Main Iklan : Batasan Antara Kreatif dan Melanggar Etika Pariwara | 038

    Some communicators distract the message. We dissect the message.

    Di episode Proxemics "Full House" kali ini, Mercy, Awi, Sofyan, dan Steph berkumpul untuk membedah berbagai studi kasus komunikasi publik, Public Relations (PR), dan marketing tanpa filter.

    Kami membedah kenapa merespons krisis dengan serangan personal (Ad Hominem) adalah mimpi buruk konsultan PR, bagaimana "stamina" campaign banyak praktisi PR masih sangat lemah, perdebatan etika content creator yang merekam diam-diam, hingga kontrasnya strategi marketing raksasa Spider-Man vs Christopher Nolan.

    Buat kamu yang kerja di corporate comms, agency, marketing, branding β€” atau first-jobber yang ingin tahu cara kerja industri media yang sebenarnya β€” ini adalah diskusi praktisi, bukan teori kelas. Real analysis, real ethics, real talk.

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸ’‘ KEY INSIGHTS

    β–Έ Krisis PR & Message Destruction
    Ketika publik atau stakeholder meminta data, membalasnya dengan personal attack (Ad Hominem) adalah blunder terbesar. Ini menciptakan "message destruction" di mana substansi pesan utama yang baik justru hancur karena cara penyampaian yang reaktif.

    β–Έ Penyakit Praktisi PR: Stamina Lemah & Transaksional
    Banyak praktisi PR hanya mengejar "one-off event" (seperti pemecahan rekor MURI) tanpa evaluasi jangka panjang (perception audit). Selain itu, memperlakukan media relations hanya sebagai transaksi belaka (hanya untuk naikin rilis) adalah kesalahan. Relasi itu harus berbasis irisan mutualisme antara publik, brand, dan media.

    β–Έ Strategi Marketing Kontras: Marvel vs Nolan
    Bagaimana Spider-Man bisa mengintegrasikan 165 brands (senilai $300 Juta) secara smooth tanpa membuat filmnya terasa seperti iklan murahan? Sangat bertolak belakang dengan gaya idealis Christopher Nolan yang menolak gimmick marketing berlebihan dan mengandalkan organic word-of-mouth.

    β–Έ Etika Content Creator & Ruang Publik
    Merekam orang di ruang publik menggunakan smart glasses untuk kepentingan komersialisasi konten tanpa consent adalah pelanggaran etika. Minta maaf di video tidak akan menyelesaikan akar masalah jika sang kreator tidak paham batas antara "kepentingan publik" dan "kepentingan komersial".

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    ⏱️ TIMESTAMPS

    00:00 Intro Podcast
    00:56 Pidato Londo Ireng
    08:05 Serangan Ad Hominem
    12:53 Kepercayaan Publik Turun
    20:55 Evaluasi Praktisi PR
    32:04 Strategi Marketing Film
    40:09 Etika Content Creator
    57:58 Isu Demo Agustus
    1:04:35 Closing Podcast

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED
    SMRC β€’ Ad Hominem β€’ Message Destruction β€’ Perception Audit β€’ Spider-Man Marvel β€’ Christopher Nolan β€’ BMW vs Mercedes Ads β€’ Burger King vs McDonald's β€’ Etika Pariwara Indonesia (EPI) β€’ Content Creator Ethics β€’ Meta Glasses β€’ BYD β€’ Telkomsel β€’ XL

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸŽ™οΈ Produced by White Wood
    Host: Mercy Tahitoe, Stephanie Sicilia, Sofyan Herbowo, Adwi Yudiansyah

    Our Agencies:
    β–Έ www.praxis.co.id
    β–Έ www.prajna.co.id
    β–Έ www.explicar.co.id
    β–Έ www.whitewood.ai

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    #ProxemicsPodcast #PublicRelations #CorporateComms #StrategiMarketing #MediaRelations #KrisisKomunikasi #AgencyLife #DigitalMarketing #LiterasiMedia #EtikaKreator

    Proxemics Podcast is produced by White Wood.

    1 hr 5 min
  • Mahar GOTO Nyangkut & Rugi 70%, Kok Yudha Keling Malah Lulus Sertifikasi OJK?! | 037

    Sebagian financial influencer jualan profit hijau. Tamu kita jualan kerugian sahamnya. Di episode Proxemics Podcast ini, kami ngobrol dengan Yudha Keling β€” stand-up comedian yang banting setir menjadi financial influencer bersertifikat resmi, dengan pendekatan konten yang mendobrak pakem industri keuangan. Ia membuktikan bahwa membuat orang tertawa dan percaya tidak selalu butuh jas rapi atau pamer kekayaan. Kami membedah bagaimana ia mengubah kerugian saham hingga 70% dan mahar saham GOTO yang nyangkut menjadi "Project Tidak Miskin" β€” sebuah masterclass dalam authentic branding. Kami juga membahas aturan ketat OJK (WPPE) bagi influencer keuangan, serta bagaimana Yudha menggunakan ChatGPT sebagai partner menulis materi komedi. Buat kamu yang kerja di marketing, PR, agensi, atau siapa pun yang ingin meningkatkan skill public speaking β€” ini adalah diskusi praktisi tentang strategi persuasi, meracik komedi lewat "rumus matematika", dan cara nyambung dengan audiens. Real examples, real frameworks, real laughs.Β 

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 
    πŸ’‘ KEY INSIGHTSΒ 

    β–Έ Authentic Branding: "Project Tidak Miskin" Di tengah tren flexing dan janji manis investasi, Yudha justru membangun brand-nya dengan menceritakan kesialannya di bursa saham. Ia memvalidasi keresahan audiens (investor ritel) bahwa 97% orang di market sering boncos, sehingga pendekatannya terasa jauh lebih relevan dan dipercaya.Β 

    β–Έ Stand-up Comedy Punya "Rumus Matematika" Bikin jokes bukan soal wangsit. Ada formulanya: Argumen ➑️ Kenapa ini jadi masalah ➑️ Punchline[cite: 8]. Framework ini adalah senjata rahasia public speaker atau eksekutif untuk mencairkan suasana meeting yang tegang (addressing the elephant in the room).Β 

    β–Έ Compliance Era Digital: Kenapa Influencer Butuh Sertifikasi (WPPE)? Berdasarkan aturan POJK, kreator yang menerima endorsement dari institusi keuangan kini dianggap sebagai "perpanjangan tangan" alias tim sales perusahaan. Sertifikasi wajib dimiliki untuk melindungi masyarakat dari misinformasi dan investasi bodong.Β 

    β–Έ Disrupsi AI: ChatGPT sebagai "Writer's Room" Yudha menggunakan AI untuk brainstorming setup komedi ala Ronny Chieng. Namun ia menegaskan batasannya: AI bisa menstruktur kalimat dengan sempurna, tapi tidak bisa menggantikan delivery, emosi, dan relatability (kedekatan) dengan audiens manusia.
    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ Β 

    🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED 

    Saham GOTO β€’ OJK β€’ POJK β€’ WPPE (Wakil Perantara Pedagang Efek) β€’ Bursa Efek Indonesia β€’ ChatGPT / OpenAI β€’ Raditya Dika β€’ Pandji Pragiwaksono β€’ Pras Teguh β€’ Arif Brata β€’ Taylor Tomlinson β€’ Ronny Chieng β€’ Dave Chappelle β€’ Project Tidak Miskin β€’ Gerakan Memutus Rantai (GMR) β€’ David Wijaya β€’ Felicia Putri Tjiasaka β€’ Stand-up Comedy β€’ Authentic Branding β€’ Public SpeakingΒ 

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 

    πŸŽ™οΈ Produced by White WoodΒ 

    Host: Mercy Tahitoe & Jonathan Tenggara
    Our Agencies:Β 
    β–Έ www.praxis.co.idΒ 
    β–Έ www.prajna.co.idΒ 
    β–Έ www.explicar.co.id
    β–Έ www.whitewood.aiΒ 

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 

    #ProxemicsPodcast #YudhaKeling #MarketingIndonesia #PublicRelations #FinancialInfluencer #StandUpComedy #AuthenticBranding #LiterasiKeuangan #ChatGPT

    Proxemics Podcast is produced by White Wood.

    1 hr 13 min
  • Akhir Era SEO Tradisional: Kenapa Praktisi B2B Wajib Paham GEO & Narrative Architecture? | 036

    Di era disrupsi, memenangkan persaingan bukan lagi soal siapa yang paling keras berteriak, melainkan siapa yang memiliki struktur fondasi paling solid.

    Di episode Proxemics Podcast kali ini FULLHOUSE duduk bersama untuk mendekonstruksi lanskap industri komunikasi, PR, dan marketing yang tengah diacak-acak oleh AI. Kami membongkar kerangka kerja (framework) level eksekutif yang menjadi pegangan top management saat ini.

    Mulai dari urgensi Public Affairs dan pentingnya mengamankan Social License to Operate (SLO) di luar izin legal, pergeseran paradigma dari CSR menuju Corporate Shared Value (CSV), hingga krisis eksistensial media massa akibat fenomena AI Crawler & "Zero-Click Search".

    Bagi Anda para C-Level, praktisi PR, Marketer, atau strategis B2B, episode ini juga membedah transisi krusial dari SEO konvensional menuju GEO (Generative Engine Optimization). Siapkan catatan, ini adalah "Executive Playbook" untuk mempertahankan relevansi brand Anda!

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸ’‘ KEY INSIGHTS

    β–Έ Izin Legal Bukan Jaminan Tanpa SLO
    Bisnis raksasa sering terganjal konflik dengan masyarakat sipil karena perbedaan orientasi. Public Affairs bertugas mengelola "Externality Cost" agar perusahaan tidak hanya sah secara hukum (Technical License), tapi juga mengantongi restu sosial (Social License to Operate).

    β–Έ Matinya CSR & Lahirnya CSV
    Korporasi cerdas tidak lagi membuang uang untuk donasi karikatif (CSR) yang tidak relevan dengan core bisnis. Mereka mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat ke dalam OPEX operasional (Creating Shared Value), memastikan ekosistem tumbuh bersamaan dengan laba perusahaan.

    β–Έ Kematian Senyap Media Konvensional
    Perilaku pengguna bergeser ke arah "Zero-Click Search" di mana AI langsung merangkum jawaban di halaman pencarian. Kehilangan traffic berarti kehilangan nafas bagi media independen, berujung pada kolapsnya bisnis pers dan darurat literasi digital.

    β–Έ SEO Bertransformasi Menjadi GEO
    Konten yang relevan bagi manusia saja sudah tidak cukup. Brand harus menguasai "Dual Legibility Tension" dan merancang "Narrative Architecture" agar informasi mereka dapat dipindai, dipahami, dan direferensikan oleh mesin Generative AI.

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    ⏱️ TIMESTAMPS

    00:00 - Highlights
    01:00 - Intro & Taktik Ambush Marketing
    06:26 - Dinamika Bisnis Media
    13:05 - Konsep Public Affairs
    18:22 - Evolusi CSR ke CSV
    24:30 - Etika & Regulasi Influencer
    37:11 - Era Zero Click Search
    46:27 - AI Sebagai Alat Bantu
    57:34 - SEO Masa Depan (GEO)
    59:08 - Kesimpulan dan Outro

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED
    Levi's β€’ Coca-Cola β€’ DBS β€’ Nestle β€’ Public Affairs β€’ Social License to Operate (SLO) β€’ Corporate Shared Value (CSV) β€’ Generative Engine Optimization (GEO) β€’ Narrative Architecture β€’ Dual Legibility Tension β€’ AI Crawler β€’ Zero-Click Search β€’ Externality Cost β€’ Opex β€’ Jim Collins (Good to Great) β€’ Alvin Toffler β€’ The Genius of AND

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    πŸŽ™οΈ Produced by White Wood

    Hosts: Mercy Tahitoe, Stephanie Sicilia
    Regulars: Adwi Yudiansyah, Sofyan Herbowo, Reza Amirul, Jonathan Tenggara

    🏒 Our Agencies: https://whitewood.ai | https://praxis.co.id | https://prajna.co.id | https://explicar.co.id 

    ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

    #ProxemicsPodcast #ExecutivePlaybook #PublicAffairs #GenerativeEngineOptimization #DisrupsiAI #PublicRelations #B2BMarketing #IndustriMedia #CorporateSharedValue #MarketingStrategy

    Proxemics Podcast is produced by White Wood.

    59 min
  • Strategi Asli Agency Live Commerce Tangani Brand Raksasa (Bukan Cuma Omset!) | 035

    Content is King itu udah basi. Di era digital yang hyper-accelerated sekarang, kalau lu cuma bikin konten yang cantik tanpa ngerti data, lu bakal tenggelam.

    Di episode Proxemics Podcast ini, kami ngobrol dengan Maria Ramona (Mona) β€” Head of Creative di SIRCLO. Dari anak agency tulen yang biasa ngurusin TVC dan guideline brand, sekarang dia nge-lead tim raksasa untuk ngurusin ribuan sesi live streaming dan social commerce harian. Topik besarnya: Creative Commerce, Anatomi Live Streaming yang sukses, bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara efektif dalam proses kreatif, dan cara mengelola tim kreatif dalam skala besar.

    Kami membedah kenapa host live stream nggak bisa cuma modal cantik/ganteng, kenapa desainer grafis sekarang wajib melototin data penjualan, dan bahayanya karyawan yang punya sindrom "Iya, ngerti bos" padahal zonk.

    Buat kamu yang punya brand, kerja di agency, tim kreatif, atau lagi pusing kenapa jualan di TikTok/Shopee mentok terus β€” ini ilmu daging dari dapurnya enabler e-commerce raksasa. Realita, bukan teori.

    πŸ’‘ KEY INSIGHTS
    β–Έ Kreatif + Data = Creative Commerce Visual bagus aja nggak cukup. Desainer dan tim kreatif sekarang wajib paham matriks: Entrance Rate, Average View Duration (AVD), sampai GMV. Karya lu divalidasi oleh angka, bukan sekadar selera bos.

    β–Έ Host Live Stream bukan sekadar "Talking Head" Mau jualan laku? Product knowledge yang mendalam adalah kunci. Host yang sukses adalah mereka yang ngerti pain points audiens dan bisa ngasih konteks psikologis secara spontan, bukan cuma baca script hafalan.

    β–Έ AI bikin efisien, tapi bahaya bikin "Nyampah" AI memang dipakai untuk short video dan bikin desain massal. Tapi ingat, AI itu untuk volume. Kalau brand cuma bombardir tanpa master visual yang kuat dan QC manusia, lu bukan lagi marketing, lu cuma nyampah dan bikin audiens muak.

    β–Έ Red Flag: Karyawan "The Yes Men" Dalam manajemen tim skala besar, penyakit paling bahaya adalah karyawan yang bilang "iya, ngerti" cuma buat impress atau takut kelihatan bodoh, tapi hasil akhirnya meleset. Meleset 1 milimeter di atas, bakal jadi ratusan meter di bawah.

    🎧 Dengerin full episode-nya, dan subscribe buat diskusi praktisi marketing & PR lainnya.

    ⏱️ TIMESTAMPS
    0:00 Intro: Era Creative Commerce
    01:57 Dari Agency Ke Tech Company (SIRCLO)
    06:49 Matriks Rahasia Live Streaming
    13:36 Evolusi Tim Kreatif : Wajib Melek Data
    22:58 Kunci Sukses Host : Product Knowledge & Konteks
    31:21 Dibalik Layar Casting & Evaluasi Host
    42:56 AI di E-commerce & Jebakan β€œNyampah”
    55:18 Red Flag Tim Besar: Bahaya Si β€œSok Ngerti”
    01:04:49 Outro: Cerita Bisnis Playdou Pizza & Closing

    πŸŽ™οΈ Produced by White Wood

    Hosts: Mercy Tahitoe, Stephanie Sicilia
    Regulars: Adwi Yudiansyah, Sofyan Herbowo, Reza Amirul, Jonathan Tenggara

    🏒 Our Agencies: https://whitewood.ai | https://praxis.co.id | https://prajna.co.id | https://explicar.co.id 

    #ProxemicsPodcast #CreativeCommerce #LiveStreaming #MarketingIndonesia #SIRCLO #DigitalMarketing #ECommerceIndonesia #KecerdasanBuatan #AgencyLife #TikTokLive #ShopeeLive

    Proxemics Podcast is produced by White Wood.

    1 hr 8 min

About Proxemics Podcast

From the publisher's feed

Proxemics Podcast: Bedah Strategi Komunikasi, Public Relations & Isu Terkini.

Mengupas tuntas dunia Strategic Communication, Public Relations, dan Media Analysis. Kami membedah the art…