Kendala terbesar dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring (dalam jaringan) adalah komunikasi. Guru tidak bisa menegur secara langsung, ketika peserta didik berperilaku atau bersikap kurang baik. Dalam hal ini, guru perlu bantuan dan dukungan penuh orang tua dalam menanamkan karakter anak. “Pembelajaran daring memang tak bisa seoptimal tatap muka. Namun SMP IT PAPB berupaya mengwujudkan suasana tatap muka selama daring,” kata Kepala SMP IT PAPB Ramelan saat talk show bertajuk Ngobrol Asik Tentang Covid-19 (Bonavid), hasil kerjasama Jawa Pos Radar Semarang dengan Satuan Petugas (Satgas) Covid-19 Nasional Jumat (19/2) kemarin. Pihaknya pun mewajibkan guru mengajar di kelas seperti biasa. Di awali dengan membacakan presensi. Peserta didik tetap mengenakan seragam meski belajar dari layar gadget atau laptop di rumahnya masing-masing. Sedangkan pendidikan karakter dimulai dengan kebiasaan membaca Alquran yang disimak oleh guru secara daring. Begitupun doa bersama dan asmaul husna dilakukan setelah pembelajaran selesai. Komunikasi wali kelas dengan guru mata pelajaran (mapel) tetap terjalin secara intensif. Dengan demikian, pihaknya pun paham peserta didiknya yang aktif dan yang memerlukan perhatian khusus. Tak hanya itu, wali kelas diwajibkan melaporkan hasil pembelajaran kepada kepala sekolah pada malam harinya. “Wali kelas ini punya kewajiban telepon atau video call, apakah peserta didik ini dalam kondisi baik atau tidak,” jelas Ramelan.
RADAR SEMARANG TV PT. SEMARANG INTERMEDIA DIGITAL Jl. Veteran no. 55, RT005/RW006, Lempongsari, Gajahmungkur, Semarang, 50231