Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang kesulitan memenuhi kebutuhan stok darah sejak sepuluh bulan terakhir, tepatnya setelah pandemi Covid-19. Stok semakin menipis, sementara permintaan tetap tinggi.
Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Semarang dr Anna Kartika Yuli Astuti menuturkan, pandemi sangat berdampak terhadap pengumpulan stok darah. Hal ini disebabkan adanya pengurangan aktivitas, sehingga calon pedonor tidak bisa melaksanakan proses donor darah seperti biasa.
Alhasil stok darah makin menipis, sementara permintaan tetap tinggi. Biasanya, stok darah untuk lima hari ke depan sudah bisa terpenuhi. Sekarang untuk hari berikutnya sudah kehabisan. “Penurunannya (stok darah) sekitar 20 sampai 25 persen,” terangnya.
Anna mengatakan, sebelum pandemi pendonor rata-rata 200 hingga 300 orang per hari. Namun semenjak pandemi turun menjadi 150 sampai 170 orang per hari. Selain mengandalkan para pendonor yang datang ke kantor unit donor darah PMI Kota Semarang, pihaknya juga mencari pendonor secara mobile. Hanya saja, saat ini intensitasnya dikurangi. “Kalau biasanya sampai lima titik, kita sekarang dua sampai tiga titik saja,” ujarnya.