Bencana Meluas, 38 dari 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor Terdampak Kekeringan
Kekeringan di wilayah Kabupaten Bogor terus meluas sejak Mei hingga Oktober 2023. Dari 40 kecamatan, 38 di antaranya terdata telah terdampak kekeringan dengan jumlah warga mencapai 400 ribu jiwa lebih. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, pada Selasa kemarin.
Adam menyebutkan bahwa jumlah warga terdampak kekeringan tersebar di 38 kecamatan baik dari wilayah timur, barat, utara, hingga selatan Kabupaten Bogor. Hanya tersisa dua kecamatan yang belum terdampak yaitu Cileungsi dan Tajurhalang.
Menurutnya, BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga sebanyak 4,2 juta liter ke wilayah terdampak. Penyaluran itu dibantu oleh beberapa pihak, seperti Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten, PMI, PDAM, dan lainnya.
Air yang disalurkan untuk para warga, kata Adam, jumlahnya bervariasi. Mulai dari 2.500 liter hingga 30 ribu liter dalam sekali pengiriman, tergantung kebutuhan dasar warga di masing-masing wilayah.
Komandan Kompi TRC BPBD Kabupaten Bogor, Hayat Hidayat menjelaskan bahwa bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih dapat langsung melapor ke desa dan kelurahan setempat. Jika ada laporan dari petugas kecamatan, pihaknya langsung bergerak cepat mendistribusikan air bersih sesuai kebutuhan masyarakat.
Hayat menjelaskan bahwa untuk mempercepat penyaluran air bersih, pihaknya berkoordinasi dengan PDAM dan perusahaan air curah terdekat.
https://news.republika.co.id/berita/s2atli484/bencana-meluas-38-dari-40-kecamatan-di-kabupaten-bogor-terdampak-kekeringan