Radio Muhajir Project

Radio Muhajir Project

By Muhajir ProjectEducation
Download on the App Store

Radio Muhajir Project episodes

  • Riyaadhush Shaalihiin 1258. "TEMPATKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYA"

    Bismillah,

    1258. TEMPATKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYA
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan
    Hadits ke-360 | Hadits Aisyah Radiallahuta'ala 'anha
    Dari Maimun bin Abu Syabib Rahimahullah
    أَن عَائشَةَ رضي اللَّه عنها مَرَّ بِها سَائِلٌ، فَأَعْطَتْهُكِسْرَةً ، وَمرّ بِهَا رَجُلٌ عَلَيْهِ ثِيَابٌ وهَيْئَةٌ ، فَأَقْعَدتْهُ ، فَأَكَلَ فَقِيلَ لَهَا في ذلكَ ؟ فقالت : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَنْزِلُوا النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ » رواه أبو داود . لكِنْ قال : مَيْمُونُ لَمْ يُدْرِك عائِشَةَ .
    "Bahwa Aisyah dilewati oleh seorang pengemis, maka beliau memberinya sepotong roti, dan dia dilewati oleh seorang laki-laki yang berpakaian bagus, maka Aisyah mempersilakannya duduk sehingga dia makan. Maka hal itu ditanyakan kepadanya, dia menjawab, 'Rasulullah ﷺ ; bersabda, 'Tempatkanlah manusia itu sesuai kedudukan masing-masing'." (HR. Abu Dawud, akan tetapi beliau berkata, "Maimun tidak pernah bertemu dengan Aisyah”)
    Dan Imam Muslim telah menyebutkan hadits ini di awal Kitab Shahihnya secara mu’allaq, beliau berkata, "Dan telah disebutkan dari Aisyah dia berkata,
    وَقَدْ ذَكَرَهُ مُسْلمٌ في أَوَّلِ صَحِيحهِ تَعْلِيقاً فقال : وَذُكَرَ عَنْ عائِشَةَ رضي اللَّه عنها قالت: أَمرنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنْ نُنْزِل النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ ، وَذَكَرَهُ الحاكِمُ أَبُو عبدِ اللَّهِ في كِتابِهِ « مَعْرفَة عُلُومِ الحَديث » وقال : هو حديثٌ صحيح .
    ‘Rasulullah ﷺ , memerintahkan kami untuk menempatkan manusia sesuai kedudukan masing-masing'."

    ===

    Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:
    👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
    1258. TEMPATKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYA
    BAB 44 | Memuliakan Memprioritaskan, Meninggikan, & Menunjukan Kemuliaan Ulama, Ahli Ilmu, Senior, & Orang-Orang Yang Punya Keutamaan
    🕠 Insyaa Allah Ahad 3 December 2023 pukul 05.30 WIB (Jakarta & sekitarnya)
    🎙️ Insyaa Allah disiarkan audio di http://radio.muhajirproject.com/
    📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 081295959542
    (tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

    23 min
  • 159. HUKUM MENGADU DOMBA | Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim

    Bismillah,

    159. HUKUM MENGADU DOMBA
    Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
    (Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
    Karya Ibnul Jama'ah
    Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
    9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
    Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
    Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
    Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.

    ===

    Ikutilah Kajian Rutin Serial Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah, insyaa Allah
    159. HUKUM MENGADU DOMBA
    🕌 Masjid Nurul Iman, lt.7 Blok-M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
    https://goo.gl/maps/p26d1YXFeeT2
    🕔 Insyaa Allah Sabtu, 2 Desember 2023 pukul 17.00 WIB (Jakarta & sekitarnya).
    🖥️ Insyaa Allah ditayangkan langsung di https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ (pada channel YouTube insyaa Allah akan terdapat sebuah video dengan logo “LIVE”).
    🎙️ Insyaa Allah disiarkan LIVE audio di http://radio.muhajirproject.com/
    📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di https://wa.me/+6282123475508
    (tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

    1 hr 22 min
  • SEMAKIN BELAJAR SEMAKIN MENUNDUK
    Bismillah,
    SEMAKIN BELAJAR SEMAKIN MENUNDUK
    Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah
    Mutiara hikmah dari kajian kitab Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim:
    125. “Bahaya Sum’ah”
    https://www.youtube.com/live/iiFJdOXugJg?si=XfmJ5abMl98w-2Bg
    2 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1256. "AYAH TIDAK MENAFKAHI, ANAK PERLU BERBAKTI?"

    Bismillah,

    1256. AYAH TIDAK MENAFKAHI, ANAK PERLU BERBAKTI?
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan
    Tanya Jawab

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
    1256. AYAH TIDAK MENAFKAHI, ANAK PERLU BERBAKTI?
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/VFQqF6hxDbs?si=BQVdB_HYXi4wUYS4

    23 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1255. "KEPATUHAN SEORANG ISTRI PADA SUAMINYA"

    Bismillah,

    1255. KEPATUHAN SEORANG ISTRI PADA SUAMINYA
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan
    Hadits ke-360 | Hadits Aisyah Radiallahuta'ala 'anha
    Dari Maimun bin Abu Syabib Rahimahullah
    أَن عَائشَةَ رضي اللَّه عنها مَرَّ بِها سَائِلٌ، فَأَعْطَتْهُكِسْرَةً ، وَمرّ بِهَا رَجُلٌ عَلَيْهِ ثِيَابٌ وهَيْئَةٌ ، فَأَقْعَدتْهُ ، فَأَكَلَ فَقِيلَ لَهَا في ذلكَ ؟ فقالت : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَنْزِلُوا النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ » رواه أبو داود . لكِنْ قال : مَيْمُونُ لَمْ يُدْرِك عائِشَةَ .
    "Bahwa Aisyah dilewati oleh seorang pengemis, maka beliau memberinya sepotong roti, dan dia dilewati oleh seorang laki-laki yang berpakaian bagus, maka Aisyah mempersilakannya duduk sehingga dia makan. Maka hal itu ditanyakan kepadanya, dia menjawab, 'Rasulullah ﷺ ; bersabda, 'Tempatkanlah manusia itu sesuai kedudukan masing-masing'." (HR. Abu Dawud, akan tetapi beliau berkata, "Maimun tidak pernah bertemu dengan Aisyah”)
    Dan Imam Muslim telah menyebutkan hadits ini di awal Kitab Shahihnya secara mu’allaq, beliau berkata, "Dan telah disebutkan dari Aisyah dia berkata,
    وَقَدْ ذَكَرَهُ مُسْلمٌ في أَوَّلِ صَحِيحهِ تَعْلِيقاً فقال : وَذُكَرَ عَنْ عائِشَةَ رضي اللَّه عنها قالت: أَمرنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنْ نُنْزِل النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ ، وَذَكَرَهُ الحاكِمُ أَبُو عبدِ اللَّهِ في كِتابِهِ « مَعْرفَة عُلُومِ الحَديث » وقال : هو حديثٌ صحيح .
    ‘Rasulullah ﷺ , memerintahkan kami untuk menempatkan manusia sesuai kedudukan masing-masing'."

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
    1255. TEMPATKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYA
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/DMvpXq0UTiw?si=2bMt7OwwBx4C6-FK

    22 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1254. "BERAMAL SESUAI PERAN MASING-MASING"

    Bismillah,

    1254. BERAMAL SESUAI PERAN MASING-MASING
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan
    Hadits ke-359 | Hadits Amr bin Syu’aib Radhiallahu ‘anhu
    Dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
    لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا ، وَيَعْرِفْ شَرفَ كَبِيرِنَا » حديثٌ صحيحٌ رواه أبو داودوالترمذي ،وقال الترمذي : حديثٌ حسنٌ صحيح . وفي رواية أبي داود « حَقَّ كَبِيرِنَا » .
    "Bukan dari golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami dan yang tidak mengakui kemuliaan orang tua kami." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, at-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih.”)

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
    1254. BERAMAL SESUAI PERAN MASING-MASING
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/Ckn9dyGzrsA?si=eoZAsE7VIDwzjNZM

    24 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1253. "PRINSIP HIDUP BERSOSIAL"

    Bismillah,

    1253. PRINSIP HIDUP BERSOSIAL
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan
    Hadits ke-359 | Hadits Amr bin Syu’aib Radhiallahu ‘anhu
    Dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
    لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا ، وَيَعْرِفْ شَرفَ كَبِيرِنَا » حديثٌ صحيحٌ رواه أبو داودوالترمذي ،وقال الترمذي : حديثٌ حسنٌ صحيح . وفي رواية أبي داود « حَقَّ كَبِيرِنَا » .
    "Bukan dari golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami dan yang tidak mengakui kemuliaan orang tua kami." (Hadits shahih, dliriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, at-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih.”)

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
    1253. PRINSIP HIDUP BERSOSIAL
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/wj6_O2nmPHg?si=YldlypnEqXzFDJTV

    22 min
  • Kajian Wanita 158. "CIRI-CIRI SHALAT YANG KHUSYUK" | Kitab Al-Wabilush Shayyib

    Bismillah,

    158. CIRI-CIRI SHALAT YANG KHUSYUK
    Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
    Pasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalat
    Perumpamaan orang yang menoleh dalam shalatnya dengan penglihatan maupun hatinya adalah seperti seseorang yang dipanggil oleh penguasa lalu ia diberdirikan di hadapannya, dan ia menemui sang penguasa kemudian mengajaknya bicara. Di sela-sela pembicaraannya dengan penguasa, ia malah menoleh ke kiri dan ke kanan dan hatinya berpaling dari penguasa sehingga ia tidak lagi memahami apa yang dikatakan kepadanya karena hatinya tidak lagi hadir bersamanya. Bagaimana mungkin orang tersebut berbuat seperti itu terhadap penguasa. Bukankah lebih pantas baginya untuk pergi dari sisi penguasa disebabkan karena tidak lagi memperhatikan pembicaraannya? Orang yang shalat tidak sebanding satu sama lainnya, dan yang hadir hatinya menghadap Allah dalam shalatnya sehingga hatinya merasakan keagungan Rabb yang mana ia berdiri di hadapan-Nya, hatinya dipenuhi dengan kebesaran-Nya, tunduk kepada-Nya dan merasa malu kepada Rabb-nya untuk menghadap kepada selain-Nya atau berpaling dari-Nya. Dan (terdapat perbedaan) antara shalat keduanya, sebagaimana perkataan Hassan bin `Athiyyah, "Sesungguhnya dua orang berada dalam satu shalat yang sama, namun perbedaan keutamaan antara keduanya seperti langit dan bumi. Hal itu karena salah satu di antara keduanya menghadap Allah dengan hatinya, sementara yang lainnya lupa dan lalai." Apabila seorang hamba menghadap kepada makhluk semisalnya lalu di antara keduanya terdapat penghalang, maka itu tidak dikatakan menghadap dan mendekatkan diri. Bagaimana keadaannya dengan Sang Pencipta ﷻ? Apabila seorang hamba menghadap kepada Allah, sementara antara ia dan Allah terdapat penghalang berupa syahwat, waswas, jiwa yang senang dengannya dan penuh dengan syahwat, maka bagaimana mungkin hal itu disebut sebagai menghadap kepada Allah, sementara ia diperbudak oleh rasa waswas dan pikiran-pikiran, dan pikirannya itu telah membawanya jauh dari konsentrasi dengan shalat yang ia lakukan?
    Jika seorang hamba melaksanakan shalat, maka syaithan tidak suka kepadanya karena harnba itu sedang melaksanakan ibadah yang paling agung, paling dekat, paling kasar terhadap syaithan dan sangat keras terhadapnya. Syaithan akan berusaha sekuat tenaga agar hamba ini tidak melaksanakan shalat, bahkan syaithan senantiasa memberikan angan-angan dan menjadikannya lupa. Syaithan juga mengirim kepadanya pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki sampai hamba ini memandang remeh perintah shalat dan menggampangkannya lalu pada akhirnya ia meninggalkannya.
    Apabila syaithan tidak mampu rnempengaruhinya dengan cara ini dan hamba itu tetap melaksanakan shalatnya, maka syaithan akan kembali datang dan membisikkan dalam pikirannya, membuat penghalang antara ia dan hatinya, menjadikan hamba itu ingat dengan apa-apa yang sebenarnya ia tidak ingat sebelum melaksanakan shalat. Bahkan bisa jadi hamba itu lupa terhadap sesuatu atau hajat sehingga ia berputus asa darinya, maka syaithan akan mengingatkannya pada saat shalat agar syaithan menyibukkan hatinya dengan hajatnya itu dan menjauhkannya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang mengerjakan shalat tanpa menghadirkan hatinya maka ia tidak akan memperoleh kesejahteraan dan keberkahan dari-Nya serta kedekatan dengan-Nya. Orang seperti ini tidak akan memperoleh seperti apa yang diperoleh oleh orang yang menghadap kepada Rabb-nya dengan hati yang hadir dalam melaksanakan shalat. Orang seperti ini juga akan keluar dari shalatnya seperti orang yang melaksanakannya dengan kesalahan-kesalahannya, dosa-dosanya dan belum mendapatkan keringanan dari kesalahan dan dosanya dengan shalat yang ia laksanakan karena shalat hanya akan menghapuskan dosa orang yang melaksanakan, hak-haknya, khusyu' dan berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan hati yang hadir.

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/kwOxGFhK3ZE?si=TJC6Sp5p4iEihiHX

    38 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1252. "MEMULIAKAN YANG LEBIH TUA"

    Bismillah,

    1252. MEMULIAKAN YANG LEBIH TUA
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan
    Hadits ke-359 | Hadits Amr bin Syu’aib Radhiallahu ‘anhu
    Dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
    لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا ، وَيَعْرِفْ شَرفَ كَبِيرِنَا » حديثٌ صحيحٌ رواه أبو داودوالترمذي ،وقال الترمذي : حديثٌ حسنٌ صحيح . وفي رواية أبي داود « حَقَّ كَبِيرِنَا » .
    "Bukan dari golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami dan yang tidak mengakui kemuliaan orang tua kami." (Hadits shahih, dliriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, at-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih.”)

    ===

    Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:
    👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
    1252. MEMULIAKAN YANG LEBIH TUA
    BAB 44 | Memuliakan Memprioritaskan, Meninggikan, & Menunjukan Kemuliaan Ulama, Ahli Ilmu, Senior, & Orang-Orang Yang Punya Keutamaan
    🕠 Insyaa Allah Senin 27 November 2023 pukul 05.30 WIB (Jakarta & sekitarnya)
    🎙️ Insyaa Allah disiarkan audio di http://radio.muhajirproject.com/
    📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 081295959542
    (tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

    12 min

About Radio Muhajir Project

From the publisher's feed

Kumpulan Kajian-Kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri حفظه الله تعالى

More shows like Radio Muhajir Project

Radio Rodja 756 AM by Radio Rodja 756AM

Radio Rodja 756 AM

7 Listeners

MPAQ by MPAQ

MPAQ

1 Listeners

Sirah Nabawiyah - Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA by Akhirat Selamanya

Sirah Nabawiyah - Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA

0 Listeners

The Holy Quran, Sheikh Maher Al-Muaiqly | القران الكريم ماهر المعيقلي by Sheikh Maher Al-Muaiqly

The Holy Quran, Sheikh Maher Al-Muaiqly | القران الكريم ماهر المعيقلي

25 Listeners