Radio Muhajir Project

Radio Muhajir Project

By Muhajir ProjectEducation
Download on the App Store

Radio Muhajir Project episodes

  • PANTASKAH IRI TERHADAP KENIKMATAN DUNIA?
    Bismillah,
    PANTASKAH IRI TERHADAP KENIKMATAN DUNIA?
    Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah
    Video pendek diambil dari Kajian Serial Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim Ke-156
    https://www.youtube.com/live/heefsV64W5A?si=m-vjntFKGoMNakPj
    2 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1242. "TELADAN DIMULAI DARI DIRI SENDIRI"

    Bismillah,

    1242. TELADAN DIMULAI DARI DIRI SENDIRI
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan
    Tanya Jawab

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
    1242. TELADAN DIMULAI DARI DIRI SENDIRI
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/8u3QHKQLTHk?si=sBB_kPNuxrVP4_Dx

    35 min
  • PUJIAN YANG BERMANFAAT

    Bismillah,

    PUJIAN YANG BERMANFAAT
    Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah
    Video pendek dari Kajian Wanita Serial Wabilush Shayyib:
    03. “Menjadi Wanita Terbaik”
    https://www.youtube.com/live/-b_vnCoW1jU?si=XX3fwEPZXlhqAbKv

    2 min
  • 157. BAHAYA GHIBAH | Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim

    Bismillah,

    157. BAHAYA GHIBAH
    Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
    (Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
    Karya Ibnul Jama'ah
    Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
    9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
    Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
    Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
    Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.

    ===

    Ikutilah Kajian Rutin Serial Tadzkiratus Saami’ Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah, insyaa Allah
    157. BAHAYA GHIBAH
    🕌 Masjid Nurul Iman, lt.7 Blok-M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
    https://goo.gl/maps/p26d1YXFeeT2
    🕔 Insyaa Allah Sabtu, 18 November 2023 pukul 17.00 WIB (Jakarta & sekitarnya).
    🖥️ Insyaa Allah ditayangkan langsung di https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ (pada channel YouTube insyaa Allah akan terdapat sebuah video dengan logo “LIVE”).
    🎙️ Insyaa Allah disiarkan LIVE audio di http://radio.muhajirproject.com/
    📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di https://wa.me/+6282123475508
    (tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

    1 hr 22 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1241. "KULTUR MENGHORMATI YANG LEBIH TUA"

    Bismillah,

    1241. KULTUR MENGHORMATI YANG LEBIH TUA
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan
    Hadits 355 | Hadits Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhu
    Dari Abu Yahya -ada juga yang mengatakan, "Abu Muhammad"-, Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
    وعن أبي يحْيى وَقيل : أبي مُحمَّد سَهْلِ بن أبي حثْمة بفتح الحاءِ المهملة وإِسكان الثاءِ المثلثة الأَنصاري رضي اللَّه عنه قال : انْطَلَقَ عبْدُ اللَّهِ بنُ سهْلٍ وَمُحيِّصَةُ ابْنُ مَسْعُودٍ إِلى خَيْبَرَ وَهِيَ يَوْمَئِذ صُلْحٌ ، فَتَفَرَّقَا .فَأَتَى مُحَيِّصةُ إِلى عبدِ اللَّهِ بنِ سَهلٍ وهو يَتَشَحَّطُ في دمهِ قَتيلاً ، فدفَنَهُ ، ثمَّ قَدِمَ المدِينَةَ فَانْطَلَقَ عَبْدُ الرحْمنِ بْنُ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةُ وَحُوِّيصةُ ابْنَا مسْعُودٍ إِلى النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَذَهَب عَبْدُ الرَّحْمنِ يَتَكَلَّمُ فقال : «كَبِّرْ كَبِّرْ » وَهُوَ أَحْدَثُ القَوْمِ ، فَسَكَت ، فَتَكَلَّمَا فقال: « أَتَحْلِفُونَ وَتسْتَحِقُّونَ قَاتِلكُمْ ؟ » وَذَكَرَ تَمامَ الحدِيث . متفقٌ عليه .
    "Abdullah bin Sahal dan Muhayyishah bin Mas'ud berangkat menuju Khaibar, waktu itu adalah waktu perjanjian damai, lalu mereka berpisah. Selanjutnya Muhayyishah datang kepada Abdullah bin Sahal, ternyata Abdullah telah menggelepar berlumuran darah, dibunuh orang, lalu dia menguburkannya, kemudian datang di Madinah. Selanjutnya Abdurrahman bin Sahal, Muhayyishah dan Huwayyishah, kedua putra Mas'ud berangkat menemui Nabi ﷺ maka Abdurrahman mulai berbicara, maka Rasulullah ﷺ menegur, 'Yang tua, yang tua.' Karena Abdurrahman adalah yang termuda, maka dia diam, maka dua orang berbicara, maka beliau bersabda, 'Apakah kalian semua mau bersumpah sehingga berhak mendapatkan pembunuh kalian?' Dan dia menyebutkan hadits sampai selesai." (Muttafaq ‘alaih)

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
    1241. KULTUR MENGHORMATI YANG LEBIH TUA
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/XalqIvjWMSQ?si=gS9YXTquTBGkN9Rj

    26 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1240. "PRIORITASKAN YANG LEBIH TUA"

    Bismillah,

    1240. PRIORITASKAN YANG LEBIH TUA
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan
    Hadits 355 | Hadits Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhu
    Dari Abu Yahya -ada juga yang mengatakan, "Abu Muhammad"-, Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
    وعن أبي يحْيى وَقيل : أبي مُحمَّد سَهْلِ بن أبي حثْمة بفتح الحاءِ المهملة وإِسكان الثاءِ المثلثة الأَنصاري رضي اللَّه عنه قال : انْطَلَقَ عبْدُ اللَّهِ بنُ سهْلٍ وَمُحيِّصَةُ ابْنُ مَسْعُودٍ إِلى خَيْبَرَ وَهِيَ يَوْمَئِذ صُلْحٌ ، فَتَفَرَّقَا .فَأَتَى مُحَيِّصةُ إِلى عبدِ اللَّهِ بنِ سَهلٍ وهو يَتَشَحَّطُ في دمهِ قَتيلاً ، فدفَنَهُ ، ثمَّ قَدِمَ المدِينَةَ فَانْطَلَقَ عَبْدُ الرحْمنِ بْنُ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةُ وَحُوِّيصةُ ابْنَا مسْعُودٍ إِلى النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَذَهَب عَبْدُ الرَّحْمنِ يَتَكَلَّمُ فقال : «كَبِّرْ كَبِّرْ » وَهُوَ أَحْدَثُ القَوْمِ ، فَسَكَت ، فَتَكَلَّمَا فقال: « أَتَحْلِفُونَ وَتسْتَحِقُّونَ قَاتِلكُمْ ؟ » وَذَكَرَ تَمامَ الحدِيث . متفقٌ عليه .
    "Abdullah bin Sahal dan Muhayyishah bin Mas'ud berangkat menuju Khaibar, waktu itu adalah waktu perjanjian damai, lalu mereka berpisah. Selanjutnya Muhayyishah datang kepada Abdullah bin Sahal, ternyata Abdullah telah menggelepar berlumuran darah, dibunuh orang, lalu dia menguburkannya, kemudian datang di Madinah. Selanjutnya Abdurrahman bin Sahal, Muhayyishah dan Huwayyishah, kedua putra Mas'ud berangkat menemui Nabi ﷺ maka Abdurrahman mulai berbicara, maka Rasulullah ﷺ menegur, 'Yang tua, yang tua.' Karena Abdurrahman adalah yang termuda, maka dia diam, maka dua orang berbicara, maka beliau bersabda, 'Apakah kalian semua mau bersumpah sehingga berhak mendapatkan pembunuh kalian?' Dan dia menyebutkan hadits sampai selesai." (Muttafaq ‘alaih)
    =====
    Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:
    👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
    1240. PRIORITASKAN YANG LEBIH TUA
    BAB 44 | Memuliakan Memprioritaskan, Meninggikan, & Menunjukan Kemuliaan Ulama, Ahli Ilmu, Senior, & Orang-Orang Yang Punya Keutamaan
    🕠 Insyaa Allah Rabu 15 November 2023 pukul 05.30 WIB (Jakarta & sekitarnya)
    🎙️ Insyaa Allah disiarkan audio di http://radio.muhajirproject.com/
    📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 081295959542
    (tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)


    33 min
  • MISI UTAMA KITA DI DUNIA
    Bismillah,
    MISI UTAMA KITA DI DUNIA
    Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah
    Video pendek diambil dari Khutbah Jumat
    “Kita Yang Butuh”
    https://youtu.be/fMZUnXmZz6A?si=e2HbG0zsEBt-8cey
    2 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1239. "TENANG DALAM SHALAT"

    Bismillah,

    1239. TENANG DALAM SHALAT
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan
    Hadits 354 | Hadits Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu
    Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
    وعن عبد اللَّه بن مسعودٍ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لِيَلِني مِنْكُمْ أُولُوا الأَحْلامِ والنُّهَى ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ » ثَلاثاً « وإِيَّاكُم وهَيْشَاتِ الأَسْواقِ » رواه مسلم .
    "Hendaklah orang-orang yang dekat denganku (dalam shaf shalat) adalah orang-orang dewasa dan berakal di antara kalian, kemudian orang-orang sesudah mereka." Tiga kali. "Dan jangan ribut seperti keributan pasar." (HR. Muslim)

    ===

    Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin via channel YouTube https://www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/ insyaa Allah bersama:
    👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
    1239.TENANG DALAM SHALAT
    BAB 44 | Memuliakan Memprioritaskan, Meninggikan, & Menunjukan Kemuliaan Ulama, Ahli Ilmu, Senior, & Orang-Orang Yang Punya Keutamaan
    🕠 Insyaa Allah Selasa 14 November 2023 pukul 05.30 WIB (Jakarta & sekitarnya)
    🎙️ Insyaa Allah disiarkan audio di http://radio.muhajirproject.com/
    📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 081295959542
    (tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)

    31 min
  • Kajian Wanita 156. "ADA SEKAT DALAM IBADAH KITA" | Kitab Al-Wabilush Shayyib

    Bismillah,

    156. ADA SEKAT DALAM IBADAH KITA
    Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
    Pasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalat
    Sabda Nabi dalam hadits:
    "Dan aku memerintahkan kepada kalian untuk melaksanakan shalat. Apabila kalian melaksanakan shalat, janganlah kalian menoleh karena sesungguhnya Allah menghadapkan wajah-Nya pada wajah hamba-Nya selama hamba itu tidak menoleh."
    Menoleh yang terlarang dalam shalat ada dua macam:
    Pertama, menoleh atau berpalingnya hati dari Allah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.
    Kedua, menoleh atau berpalingnya penglihatan.
    Kedua hal ini terlarang. Allah senantiasa menepati janjinya selama hamba itu senantiasa melaksanakan shalatnya. Apabila ia berpaling dari Allah dengan hati atau penglihatannya, maka Allah akan berpaling darinya. Nabi pernah ditanya tentang menolehnya seseorang ketika mengerjakan shalat, lalu beliau bersabda:
    Dalam sebuah atsar disebutkan bahwa Allah berfirman, "(Ia berpaling) kepada yang lebih baik dari-Ku, kepada yang lebih baik dari-Ku?"
    Perumpamaan orang yang menoleh dalam shalatnya dengan penglihatan maupun hatinya adalah seperti seseorang yang dipanggil oleh penguasa lalu ia diberdirikan di hadapannya, dan ia menemui sang penguasa kemudian mengajaknya bicara. Di sela-sela pembicaraannya dengan penguasa, ia malah menoleh ke kiri dan ke kanan dan hatinya berpaling dari penguasa sehingga ia tidak lagi memahami apa yang dikatakan kepadanya karena hatinya tidak lagi hadir bersamanya. Bagaimana mungkin orang tersebut berbuat seperti itu terhadap penguasa. Bukankah lebih pantas baginya untuk pergi dari sisi penguasa disebabkan karena tidak lagi memperhatikan pembicaraannya? Orang yang shalat tidak sebanding satu sama lainnya, dan yang hadir hatinya menghadap Allah dalam shalatnya sehingga hatinya merasakan keagungan Rabb yang mana ia berdiri di hadapan-Nya, hatinya dipenuhi dengan kebesaran-Nya, tunduk kepada-Nya dan merasa malu kepada Rabb-nya untuk menghadap kepada selain-Nya atau berpaling dari-Nya. Dan (terdapat perbedaan) antara shalat keduanya, sebagaimana perkataan Hassan bin `Athiyyah, "Sesungguhnya dua orang berada dalam satu shalat yang sama, namun perbedaan keutamaan antara keduanya seperti langit dan bumi. Hal itu karena salah satu di antara keduanya menghadap Allah dengan hatinya, sementara yang lainnya lupa dan lalai." Apabila seorang hamba menghadap kepada makhluk semisalnya lalu di antara keduanya terdapat penghalang, maka itu tidak dikatakan menghadap dan mendekatkan diri. Bagaimana keadaannya dengan Sang Pencipta ﷻ? Apabila seorang hamba menghadap kepada Allah, sementara antara ia dan Allah terdapat penghalang berupa syahwat, waswas, jiwa yang senang dengannya dan penuh dengan syahwat, maka bagaimana mungkin hal itu disebut sebagai menghadap kepada Allah, sementara ia diperbudak oleh rasa waswas dan pikiran-pikiran, dan pikirannya itu telah membawanya jauh dari konsentrasi dengan shalat yang ia lakukan?
    Jika seorang hamba melaksanakan shalat, maka syaithan tidak suka kepadanya karena harnba itu sedang melaksanakan ibadah yang paling agung, paling dekat, paling kasar terhadap syaithan dan sangat keras terhadapnya. Syaithan akan berusaha sekuat tenaga agar hamba ini tidak melaksanakan shalat, bahkan syaithan senantiasa memberikan angan-angan dan menjadikannya lupa. Syaithan juga mengirim kepadanya pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki sampai hamba ini memandang remeh perintah shalat dan menggampangkannya lalu pada akhirnya ia meninggalkannya.
    (67) 156. ADA SEKAT DALAM IBADAH KITA | Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib - YouTube

    52 min
  • Riyaadhush Shaalihiin 1238. "KEUTAMAAN MENDUDUKKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYA"

    Bismillah,

    1238. KEUTAMAAN MENDUDUKKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYA
    Riyaadhush Shaalihiin
    Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaan
    Hadits 353 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu
    Dari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
    وعنه قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يمْسحُ منَاكِبَنَا في الصَّلاةِ وَيَقُولُ : « اسْتَوُوا وَلا تخْتلِفُوا ، فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ ، لِيَلِني مِنكُمْ أُولوا الأَحْلامِ والنُّهَى ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهم ، ثُمَّ الذين يلونَهم » رواه مسلم .
    "Rasulullah ﷺ biasa mengusap pundak-pundak kami ketika akan shalat seraya bersabda, 'Luruskanlah shaf kalian dan jangan berselisih sehingga hati kalian akan ikut berselisih. Hendaklah orang yang dekat denganku (dalam shaf shalat) di antara kalian adalah orang-orang dewasa dan berakal, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka'." (HR. Muslim)

    ===

    Saksikan Hasil Rekaman
    Kajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:
    👤Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
    1238. KEUTAMAAN MENDUDUKKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYA
    🖥️ Insyaa Allah dapat disaksikan di
    https://www.youtube.com/live/2LrVz9Roj6Q?si=X2UOropcwrerD2NJ

    26 min

About Radio Muhajir Project

From the publisher's feed

Kumpulan Kajian-Kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri حفظه الله تعالى

More shows like Radio Muhajir Project

Radio Rodja 756 AM by Radio Rodja 756AM

Radio Rodja 756 AM

7 Listeners

MPAQ by MPAQ

MPAQ

1 Listeners

Sirah Nabawiyah - Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA by Akhirat Selamanya

Sirah Nabawiyah - Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA

0 Listeners

The Holy Quran, Sheikh Maher Al-Muaiqly | القران الكريم ماهر المعيقلي by Sheikh Maher Al-Muaiqly

The Holy Quran, Sheikh Maher Al-Muaiqly | القران الكريم ماهر المعيقلي

25 Listeners