“Yayax Mayax: Dari Trotoar ke Galeri (Tanpa Peta, Tanpa Rem)”
Radio Republik Indie
Di kota yang lebih sering memberi janji daripada pekerjaan tetap, hiduplah seorang manusia bernama Yayax Mayax — bukan nama superhero, tapi hampir. Ia lahir dari aspal yang retak, dibesarkan oleh warung kopi 24 jam, dan dididik oleh deadline yang tak pernah benar-benar membayarnya lunas.
Program Radio Republik Indie ini mengikuti perjalanan Yayax Mayax, seorang mantan pekerja lepas profesional, profesional dalam arti ia lepas dari gaji tetap, lepas dari jaminan sosial dan hampir lepas dari kewarasan. Dari kehidupan jalanan yang keras (dan kadang hanya keras kepala), Yayax belajar bahwa dunia tak selalu ramah, tapi selalu menyediakan bahan baku untuk ditertawakan.
Dengan nada satir dan humor gelap yang cukup pekat untuk diseduh tanpa gula, kita diajak menyusuri bagaimana seni menjadi “jalan pulang” bagi seseorang yang bahkan tak punya alamat tetap. Ketika dunia memberinya trotoar, Yayax menjadikannya panggung. Ketika hidup memberinya tagihan, ia membalasnya dengan pameran.
Di setiap segmen, Yayax membongkar lapisan hidupnya: tentang kerja serabutan yang lebih serabutan dari janji-janji pembangunan; tentang mimpi yang lebih besar dari kontrakan; tentang seni yang awalnya hanya pelarian, lalu berubah menjadi kendaraan, membawanya ke ruang-ruang yang dulu hanya bisa ia tatap dari luar kaca.
Ini bukan kisah “from zero to hero” tapi “below zero to... ya, masih proses.” Tapi di situlah letak komedinya. Karena dalam dunia yang absurd, bertahan hidup adalah bentuk seni paling purba.
Selamat datang di Radio Republik Indie, tempat ironi dirayakan, luka dirawat dengan tawa, dan masa lalu tidak dihapus, hanya dijadikan materi ritual frekuensi rendah.