Khutbah Jumat: Istiqamah diatas Amalan Shalih ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 16 Syawal 1445 H / 26 April 2024 M.
Khutbah Jumat: Istiqamah diatas Amalan Shalih
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan kita, untuk senantiasa beribadah kepada Allah sampai datang kematian. Allah berfirman,
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepada kamu al-yaqin (kematian).” (QS. Al-Hijr[15]: 99)
Karena memang demikianlah tujuan diciptakannya seorang hamba. Ibadah tidak terbatas pada bulan Ramadhan saja. Bulan Ramadhan hanyalah wasilah untuk menempa kita agar kita terbiasa di atas ibadah dan amalan shalih.
Kini Ramadhan telah meninggalkan kita, namun amal ibadah yang telah kita biasakan di bulan Ramadhan, janganlah pergi pula meninggalkan kita. Shalat malam kita, puasa kita, bacaan Al-Qur’an kita, sedekah kita, dan semua amalan shalih yang kita biasakan di bulan Ramadhan, maka hendaklah tetap menemani hari-hari kita, waktu-waktu kita. Karena itulah seorang hamba yang benar-benar merealisasikan ubudiyahnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kita semua adalah hamba Allah; semua kita akan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah ciptakan kita tidak sia-sia. Allah berfirman,
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ ﴿١١٥﴾ فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ…
“Apakah kalian mengira bahwa kalian Kami ciptakan sia-sia, dan bahwasanya kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?” Maha Tinggi Allah, raja yang haq…” (QS. Al-Mu’minun[23]: 115-116)
Tidak mungkin kita hidup di dunia hanya untuk main-main semata, akan tetapi tujuan yang sangat mulia dari kehidupan di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah Rabbul ‘Izzati wal Jalalah.
Yang terpenting bukan sebatas kita melaksanakan ibadah, namun yang terpenting adalah senantiasa istiqamah di atas ibadah. Banyak orang mampu melakukan shalat malam, tapi untuk istiqamah shalat malam, banyak di antara kita yang sulit melakukannya. Banyak di antara kita yang mampu melakukan puasa, tapi istiqamah untuk senantiasa menjaga puasa-puasa sunnah, maka itu sesuatu yang tidak mudah, saudaraku seiman.
Maka yang kita inginkan dan selalu minta kepada Allah adalah diistiqamahkan diri kita di atas amalan shalih, sampai kita meninggal dunia, sampai kita bertemu dengan Allah Rabbul ‘Izzati wal Jalalah, membawa ibadah dan amalan shalih yang Allah cintai. Karena seseorang akan meninggal di atas kebiasaannya. Maka kebiasaan-kebiasaan yang mulia itu jangan sampai kita tinggalkan. Sungguh tercela orang yang tadinya membiasakan kebaikan, dia biasa membaca Al-Qur’an, lalu ia tinggalkan, dan sekarang ia terbiasa membaca koran. Subhanallah.
Memang setiap amal pasti ada masa-masa semangat, dan setiap masa semangat ada akan ada masa-masa lemah. Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَةً وَلِكُلِّ شِرَةٍ فَتْرَةً فَمَنْ كَانَتْ شِرَتُهُ إِلَى سُنَّتِى فَقَدْ أَفْلَحَ وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ
“Setiap amal ada masa semangatnya, dan setiap masa semangat ada masa lemahnya,