Radio Seila FM

Radio Seila FM

By Seila fm BatamReligion & SpiritualityIslam
Download on the App Store

Radio Seila FM episodes

  • Nestapa Mustopa yang Menyisakan Tanya

    “Tajuk Rasil”

    Selasa, 19 Syawal 1444 H/ 9 Mei 2023
    *Nestapa Mustopa yang Menyisakan Tanya*
    _Artikel Hidayatullah.com, Oleh: Mahladi Murni_
    Namanya Mustopa NR. Usianya 60 tahunan, tinggal di Dusun 4, Desa Sukajaya, Kecamatan Way Khilau, Lampung. Dulu, sekitar tahun 1980-an, Mustopa pernah tinggal di daerah Krui, Kabupaten Pesisir Barat, kira-kira 200 kilometer arah utara Way Khilau. Di tempat ini, cerita isteri dan anak menantu Mustopa kepada aparat kepolisian dari Polres Pesawaran, Mustopa mengalami sakit panas. Saat itulah ia mengaku bermimpi diangkat menjadi wakil Nabi. Sejak mendapat mimpi tersebut, Mustopa mulai menampakkan keyakinan yang aneh. Ia mengajak semua orang, termasuk isteri, anak-anak, dan tetangganya, untuk mengakui bahwa ia wakil dari Nabi, sesuai mimpinya.
    Ajakan yang aneh itu tentu tak ditanggapi oleh mereka. Namun, Mustopa tidak patah arang. Ia tetap saja mengajak orang lain untuk mempercayai bahwa ia wakil Nabi. Tahun 1999, Mustopa mengumpulkan para ulama dan tokoh masyarakat di Desa Sukajaya, tempat ia tinggal sekarang. Tentu saja semua menolak pengakuan ini. Bahkan, Mustopa sempat diamankan di Polsek Kedondong karena dianggap telah meresahkan masyarakat. Namun, setelah pihak keluarga menjelaskan bahwa Mustopa mengalami gangguan jiwa, ia dilepaskan. Tak cukup itu, Februari 2016, Mustopa mendatangi Kantor Gubernur Lampung. Karena tak ditanggapi, Mustopa marah. Ia sempat memecahkan kaca kantor gubernur. Buntut dari kasus ini, Mustopa digelandang ke kantor kepolisian dan dituntut 5 bulan penjara.
    Kejadian ini lagi-lagi tak membuat Mustopa jera. Pada Selasa, 2 Mei 2023, Mustopa menjalankan aksi terakhirnya dengan mendatangi Kantor MUI Pusat di Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Tujuannya sama, meminta pengakuan bahwa ia adalah wakil Nabi. Sebelumnya, Mustopa sudah beberapa kali berkirim surat ke kantor MUI Pusat. Salah satu surat sempat diperlihatkan Ketua Bidang Fatwa MUI, KH Asrorun Niam kepada wartawan di kantor MUI pada Selasa lalu. Isinya, meminta agar MUI menerima klaimnya sebagai “orang yang diutus untuk mempersatukan umat Islam”.
    Setelah beberapa surat yang dikirimkan tersebut tak pernah direspon oleh MUI, maka pada hari Senin, 1 Mei 2023 selepas magrib, Mustopa memutuskan untuk mendatangi langsung kantor MUI. Sebenarnya, Mustopa jarang ke Jakarta. Pertama kali ke Jakarta, menurut sang isteri, akhir tahun 2022. Kedua kalinya pada Maret 2023. Dan sekarang ini adalah perjalanan ketiga kalinya. Selain itu, Mustopa juga tak memiliki sanak keluarga di Tanah Jawa. Lalu, Selasa, 2 Mei 2023, sebuah berita mengejutkan muncul. Mustopa membuat keributan di Kantor MUI Pusat.
    Ia marah karena tak diizinkan oleh dua staf Kantor MUI yang berjaga di meja resepsionis di dekat pintu masuk lift untuk menemui pimpinan mereka. Pada saat yang bersamaan, para pimpinan MUI memang sedang menggelar rapat. Mustopa mengeluarkan senjata jenis airgun dan melesakkan beberapa tembakan. Satu tembakan mengenai salah seorang staf, sedang satu tembakan lagi mengenai kaca di ruang resepsionis tersebut. Pecahan kaca melukai seorang staf MUI yang juga berjaga-jaga di sana. Usai menembak, Mustopa berusaha kabur. Namun, beberapa staf MUI yang berada di tempat kejadian segera mengejar dan meringkus Mustopa. Entah karena kaget atau kelelahan, Mustopa akhirnya pingsan dan sejumlah saksi memastikan saat itu Mustopa tidak meninggal dunia.
    Saat itulah petugas kepolisian datang dan membawa Mustopa ke Puskesmas Menteng. Namun, setibanya di Puskesmas, Mustopa dikabarkan menghembuskan nafas terakhir. Padahal, berdasarkan hasil autopsi RS Polri Kramat Jati, tidak ditemukan luka di tubuh Mustopa. Petugas kepolisian mengaku menemukan sejumlah obat asma di dalam tas milik Mustopa. Namun, belum diketahui secara pasti apakah penyakit ini yang mengantarkan kematian pada Mustopa atau bukan.

    9 min
  • Presiden Seharusnya Tidak Menjadi King Maker

    “Tajuk Rasil”

    Senin, 18 Syawal 1444 H/ 8 Mei 2023


    Presiden Seharusnya Tidak Menjadi King Maker

    Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa


    Beberapa bulan terakhir ini presiden Jokowi menjadi pusat perhatian. Pasalnya, presiden Jokowi dianggap cawe-cawe terlalu jauh urusan koalisi. Bukan kelancaran proses pilpres yang diurus, tapi lebih fokus pada siapa calon yang dikehendaki maju, dan dengan koalisi apa saja. Banyak orang menyayangkan sikap presiden Jokowi yang tak ubahnya seperti King Maker capres.


    Belajar dari pilgub DKI 2017, presiden Jokowi ditengarai saat itu ikut "cawe-cawe" dukung Ahok. Berseliweran info tentang ini. Apa akibatnya? Lahirlah kelompok masyarakat yang kecewa karena presiden dianggap tidak bersikap netral. Kelompok inilah …

    7 min
  • Memahami Kegelisahan Istana

    “Tajuk Rasil”

    Jumat, 14 Syawal 1444 H/ 5 Mei 2023
    *Memahami Kegelisahan Istana*
    _Oleh: Isa Ansori, Akademisi dan Kolumnis_
    Syahdan suatu ketika Raja Namrudz terlihat murung dan gelisah. Beliau dibayangi oleh mimpinya. Beliau bermimpi melihat bintang terbit dari barat dan menerangi seluruh alam semesta. Setelah itu beliau terbangun dan memanggil seluruh penasihatnya untuk menceritakan takwil mimpinya tersebut. Para penasihatnya itu berasal dari partai politik pendukungnya, orang orang terdekat yang selama ini memberitakan dengan ABS dan para opportunities yang ingin mendapatkan keuntungan dari kekuasaan raja.
    Penasihat itu memberitahu bahwa ada beberapa tafsiran untuk mimpinya itu. Tafsiran mimpi tersebut antara lain: akan lahir seorang anak dalam setahun. Anak itu akan dilahirkan di Faddam A’ram. Anak itu akan menjadi penghancur batu berhala. Anak itu akan membuktikan kepalsuan Raja Namrud.
    Setelah mendengar berita ini Namrud menjadi gelisah. dia sadar bahwa anak ini akan membawa pada kejatuhannya. Dengan segera Raja Namrud mengirim bala tentaranya ke Faddam A’ram. Penduduk lelakinya telah dipisahkan dari istri-istri mereka. Wanita-wanita yang mengandung dibunuh.
    Raja Namrud juga mengeluarkan perintah bahwa siapa yang melahirkan anak akan dibunuh bersama anaknya. Setelah satu tahun ia mendapat pertanda bahwa anak itu akan dilahirkan. Dia mencurigai Azaar yaitu orang yang paling dipercayainya karena Azaar pernah diizinkan untuk memasuki kota tersebut. Azaar adalah salah satu penasihatnya yang sudah menyadari bahwa kebijakan Namrudz sangatlah salah dan melanggar konstitusi yang dia bikin. Akibatnya Azaar dalam beberapa pertemuan dengan tukang sihir dan penasihatnya, tidak diundang bahkan cenderung akan dikeluarkan dari istana.
    Meskipun begitu, Azaar menampiknya dan istrinya juga tidak menunjukkan tanda-tanda hamil. Azaar selalu mengatakan bahwa saya akan selalu loyal dengan kepemimpinan sang Raja. Namun, Namrudz tidak mempercayainya dan menugaskan seorang tentara untuk menjaga istri Azaar. Setahun telah berlalu dan tentara Namrud telah dikeluarkan dari kota Faddam A’ram.
    Lahirlah seorang bayi laki-laki yang kelak diberi nama Ibrahim. Nabi Ibrahim tumbuh besar dan berkembang menjadi seorang pemuda yang gagah dan cerdas. Dengan kecerdasannya, Nabi Ibrahim mampu melihat ketidakbenaran kebijakan sang Raja. Dia datangi Namrudz dan diingatkan, namun sayangnya Namrudz terlanjur merasa berkuasa dan menganggap dirinya “Tuhan” yang bisa mengendalikan para penasehat dan partai politik pendukungnya.
    Keberanian Nabi Ibrahim alaihissalam menyampaikan kebenaran inilah yang menyebabkan kegundahan istana dan sang raja. Raja takut kalau kalau rakyat mengetahui kebohongannya, istanapun juga gelisah, khawatir kalau kalau suatu saat rakyat akan melabraknya. Sehingga melalui persengkongkolannya, Raja berusaha menyingkirkan Ibrahim dan para pendukungnya.
    Dibuatlah upaya upaya kotor untuk menyingkirkan Nabi Ibrahim, mulai dicari cari kesalahannya, aparat istana dikerahkan untuk menghadang Nabi Ibrahim menemui masyarakat yang sudah jengah, memecah belah masyarakatnya, dan berusaha mengambil alih kendali partai yang mendukung Ibrahim menyampaikan kebenaran.
    Segala upaya dilakukan oleh Namrudz untuk menghentikan langkah nabi Ibrahim, tapi Tuhan berkehendak lain, Tuhan tak akan membiarkan kerusakan dan kepalsuan semakin menjadi jadi. Dikirimlah nyamuk kecil untuk menyerangnya. Dengan sekali gigitan dan coblosan moncongnya, Namrudz pun tumbang.
    Begitulah sejarah selalu mengajarkan bahwa keangkuhan, kesombongan, kepalsuan dan kebohongan sekuat apapun pasti akan tumbang, tapi itu dengan syarat ada keberanian Ibrahim – Ibrahim baru yang berani melawan.
    Jadilah Ibrahim – Ibrahim baru dan lawanlah tirani dengan mendukung Ibrahim dan partai pendukungnya, agar kekuasaan Namrudz dan para tukang sihirnya tumbang. Biarkan tangan Tuhan bekerja, setelah kita berusaha melakukan aksi perlawanan melawan kesombongan Namrudz.
    _Wallahu A’lamu Bishshawab_

    8 min
  • Pendidikan Berbasis Ajaran Islam

    “Tajuk Rasil”

    Rabu, 12 Syawal 1444 H/ 3 Mei 2023


    Pendidikan Berbasis Ajaran Islam


    Jika kita perhatikan, kasus premanisme makin menjamur akhir-akhir ini. Pelakunya juga banyak dari kalangan pemuda. Tidak tanggung-tanggung, sebagian bahkan berasal dari kalangan berpendidikan anak seorang pejabat penting ataupun anak orang berada. Maraknya sikap layaknya preman tentu sangat mengkhawatirkan. Mengapa perilaku amoral ini terus bermunculan?


    Ada beberapa kasus yang sempat menghebohkan masyarakat, satu diantarannya penganiayaan oleh anak seorang pejabat pajak sangat memprihatinkan. Tindakan barbar pemuda berusia 20 tahun itu seperti tidak pernah mengenyam pendidikan saja. Hanya karena masalah asmara, sampai kalap tidak bisa menahan emosinya. Akhirnya, dunia pendi…

    9 min
  • Jokowi Tidak Akan Dukung Prabowo

    “Tajuk Rasil”

    Selasa, 11 Syawal 1444 H/ 2 Mei 2023


    Jokowi Tidak Akan Dukung Prabowo

    Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa


    Sesuai artikel yang pernah ditulis sebelumnya: Tidak ketemu rasionalitasnya kalau Jokowi dukung Prabowo. Kenapa? Pertama, karena mereka punya sejarah di pilpres 2014 dan 2019, dimana Prabowo yang ikut mengorbit Jokowi di pilgub DKI 2012 akhirnya dikalahkan dua kali (pilpres 2014 dan 2019) oleh Jokowi. Kedua, bagi Jokowi, mendukung Prabowo sama saja menghidupkan macan mati. Ketika Prabowo berkuasa, tak ada kesempatan lagi bagi Jokowi untuk intervensi, apalagi mengendalikan. Boleh jadi malah sebaliknya.


    Tidak ada MoU, apapun bentuknya, yang bisa menjinakkan para penguasa ketika mereka punya kesempatan berkuasa. Sebab, …

    8 min
  • Keterampilan Mendengar dan Kualitas Seorang Pemimpin

    “Tajuk Rasil”

    Senin, 10 Syawal 1444 H/ 1 Mei 2023


    Keterampilan Mendengar dan Kualitas Seorang Pemimpin

    Resonansi Republika, Oleh: Asma Nadia


    Kualitas seorang pemimpin, antara lain, akan terlihat dari bagaimana dia bereaksi dan menyikapi informasi yang diterima. Sudah selayaknya Pemda Lampung berterima kasih pada Bima Yudho Saputro yang telah mengingatkan ada yang tidak berjalan baik di wilayahnya. Satu masukan berharga yang bisa membuat pemda mendapat dukungan dari rakyat bila mengindahkannya. Namun, alih-alih mendapatkan apresiasi atas input tersebut, sang pengkritik justru 'menuai' masalah.


    Beruntung, dia sedang studi di Australia sehingga bisa lebih leluasa menyampaikan pendapat. Meski beruntung bukan kata yang tepat karena sejatinya Bima sadar akan le…

    9 min
  • Megawati vs Jokowi, Siapa yang Menang?

    “Tajuk Rasil”

    Jumat, 7 Syawal 1444 H/ 28 April 2023


    Megawati vs Jokowi, Siapa yang Menang?

    Isa Ansori, Akademisi dan Kolumnis


    Tanggal 21 April 2023 menjadi hari yang nahas bagi Jokowi, dan tentu juga bagi Luhut Binsar Panjaitan. Mengapa? Betapa tidak, keputusan Megawati menjadikan Ganjar sebagai Capres PDIP mengindikasikan bahwa kendali Jokowi terhadap partai politik koalisi pemerintahan semakin lemah. Mengapa kemudian ini juga menyangkut LBP? Publik juga tahu bahwa apa yang dilakukan oleh Jokowi tak lepas dari bayang bayang LBP, bahkan LBP juga disebut sebagai “The real presiden.”


    Sekilas memang nampak bahwa upaya Jokowi mendorong Ganjar sangat berhasil, tapi penunjukan Ganjar adalah kewenangan Megawati, bahkan dengan tegas Megawati mengatakan bahwa Ganjar adalah petugas partai yang ditunjuk sebagai capres. Pernyataan ini sekaligus menutup campur tangan Jokowi didalam proses penentuan Ganjar akan dipasangkan dengan siapa.


    10 min
  • Ketika Rasulullah Diancam Dibunuh

    “Tajuk Rasil”

    Kamis, 6 Syawal 1444 H/ 27 April 2023


    Ketika Rasulullah Diancam Dibunuh


    Mengutip sebuah artikel khazanah Republika.co.id, Nabi Muhammad ﷺ pernah diancam dibunuh. Orang yang mengancam pembunuhan tersebut ialah Ghaurats bin Harits, yang berasal dari suku Badui dari Bani Muharib. Kisah ini ada dalam kitab al Bidayah wa al Nihayah karya Ibnu Katsir, dengan judul Kisah Ghaurats bin Harits.


    Suatu ketika, Ghaurats memberitahu kepada orang-orang dari Bani Muharib dan Ghatafan tentang apakah dirinya harus membunuh Nabi Muhammad ﷺ. Lalu mereka bertanya soal bagaimana cara membunuhnya. "Aku akan membunuhnya," kata Ghaurats.


    Upaya pembunuhan Nabi Muhammad oleh Ghaurats itu terjadi ketika Nabi Muhammad ﷺ bersama pasukannya melakukan perjalanan ke daerah…

    7 min
  • Krisis Sudan, Dulu Negara Anti Israel

    “Tajuk Rasil”

    Rabu, 5 Syawal 1444 H/ 26 April 2023


    Krisis Sudan, Dulu Negara Anti Israel


    Konflik antara militer dan pasukan paramiliter utama Sudan pecah sejak 15 April lalu dan telah menewaskan sedikitnya 185 orang dan melukai 1.800 lainnya. Data yang diperoleh dari kepala misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Sudan, Volker Perthes juga menyebut tentara dikerahkan dengan berjalan kaki untuk pertama kalinya dalam pertempuran hampir seminggu dengan pasukan paramiliter. Termasuk selama panggilan untuk melaksanakan salat Idulfitri.


    Bentrokan ini pecah ketika dua faksi utama rezim militer Sudan saling berebut kekuasaan di negara itu. Ada dua jenderal di jantung krisis ini: Abdel Fattah al-Burhan, pemimpin Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Mohammed Ha…

    7 min
  • Membaca Arah dan Dinamika Pilpres 2024 Pasca-Penetapan Ganjar

    “Tajuk Rasil”

    Selasa, 4 Syawal 1444 H/ 25 April 2023


    Membaca Arah dan Dinamika Pilpres 2024 Pasca-Penetapan Ganjar

    Oleh: Haz Pohan, Kolumnis


    Sudah ada dua dari tiga koalisi dan paslon seperti diperkirakan, yaitu koalisi dengan bacapres Anies Baswedan, dan bakal koalisi berbasis PDI-P pengusung Ganjar Pranowo. Adapun bakal koalisi ketiga yang tersisa diperkirakan diusung oleh Prabowo Subianto dari Gerindra bersama parpol menengah lainnya yang berarti akan menutup tahapan awal menuju pengumuman resmi di bulan November 2023 untuk nama-nama paslon yang akan bertarung di bulan Februari 2024.


    Maka para pengamat politik sudah memprediksi bakal ada tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024. Perkiraan ini disampaikan usai PDIP resmi mengusu…

    selengkapnya di www.radiosilaturahim.com

    9 min

About Radio Seila FM

From the publisher's feed

Menyajikan sederetan program unggulan on air