
Sign up to save your podcasts
Or


Beasiswa LPDP tempo ke tempo selalu bikin berisik di sosial media, entah apapun alasannya. Kenapa sih?
Kadang jadi diri sendiri lebih susah dibanding jadi orang lain
Sebetulnya, di mana sih garis perbedaan antara pseudoscience, hoax, dan klenik? Sebagai orang Indonesia, tentu kita percaya banyak hal yang berbau pseudoscience seperti kerokan, jamu, astrologi, primbon, dan lain sebagainya. Tapi kalau astologi... bisa dibilang klenik ga sih? Nah, kalau dibilang hoax, juga ga tepat kan ya?ย
Bersama Feli dari Google Indonesia, @randyhimself dan @gustikajusuf ngomongin satu hal yang sering bikin banyak orang kepo: pseudoscience. Kira-kira, gimana nih kita bisa memanfaatkan search engine buat riset yang baik? Karena walaupun Mbah Google punya segala jawabannya, tugas kita untuk memilah-milah informasi. Karena ya, itu... semua macam jawaban ada!ย
Kalau lo, hal pseudoscience apa yang lo masih lo percaya?
Kali ini Randy dan Gustika ngobrolin arogansi, yang awalnya idenya tercetus karena ribut-ribut peleton sepeda menjajah jalan raya, lalu merembet ke pengalaman pribadi. Tapi... bukankah kita semua pernah jadi arogan? Bahkan orang yang baik pun (beda lah ya dari Randy dan Gustika ๐) pasti pernah merasa arogan di dalam kepalanya? Ngaku saja.ย
Ngomongin arogansi ga akan pernah selesai. Setiap orang juga pasti pernah terlihat arogan setidaknya di mata satu orang lain. Lantas, apakah menjadi arogan sudah pasti jahat? And... where is the fine line between arrogance and abuse of power?
Kali ini @randyhimself dan @gustikajusuf ngobrol soal kembali bekerja setelah liburan yang diwarnai dengan banyaknya orang marah-marah yang viral di Twitter.
Mungkin kejadian seperti itu, kita gak akan langsung up-to-date ketika sudah mulai ngantor lagi. Atau... selama liburan Lebaran malah kerja juga? Pernah ga sih berhenti kerja?
From the publisher's feed