Kondisi ini sama dengan prasangka yang seringkali timbul di hati orang percaya. Ketika mengalami peristiwa yang hasilnya tidak sesuai dengan keinginannya, maka reaksinya adalah terburu-buru kecewa dan marah pada Tuhan. Tuhan dianggap tidak mengasihinya. Akibatnya, mereka mulai membatasi diri dalam mengikut Tuhan. Padahal, satu hal yang telah ditekankan sejak awal, alasan Yesus melakukan itu semua karena Yesus mengasihi Maria, Marta dan Lazarus. Semua dilakukan atas dasar kasih-Nya. Persepsi ‘kasih-Nya’ ini yang perlu kita pahami. Seringkali kita menganggap, bahwa kasih Tuhan atas umat yang dikasihi-Nya adalah tentang rasa disayang dan dibelai-belai terus menerus. Ingat, karena kasih-Nya maka Ia ingin kita maju, bertumbuh dewasa dan kuat. Maka ada iman yang harus terus bertumbuh hari lepas hari. Iman yang dibutuhkan untuk Maria, Marta dan Lazarus sudah bukan ‘iman sembuh dari sakit’ lagi.