
Sign up to save your podcasts
Or


Kebanyakan orang mudah mengucap syukur ketika keadaan sedang baik dan memperoleh apa yang diinginkan, sementara ketika situasi tidak seperti yang diharapkan maka yang timbul adalah kekuatiran, kekesalan, keluhan, atau bahkan amarah. Namun Firman Tuhan mengajar kita untuk senantiasa bersyukur:
Efesus 5:20 (TB)
Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.
Kita bersyukur bukan karena menyukai krisis dan masalah yang dialami, melainkan karena kita menghormati Tuhan, mengakui kebaikan Tuhan, dan sadar akan kebergantungan kita kepada-Nya.
Setiap dari kita pasti pernah mengalami krisis, rasa tertekan, putus asa, dan tidak tahu apa lagi yang harus diperbuat. Hal yang sama dialami oleh Raja Yosafat di 2 Tawarikh 20, ketika kerajaannya menghadapi serangan dari tiga pasukan musuh yang besar.
Belajar dari kisah Raja Yosafat, ada lima hal yang harus kita lakukan di tengah situasi yang sulit, yang akan membawa kita ke tempat kemenangan.
Tema kita dalam dua bulan ini adalah Let Your Light Shine.
Tuhan adalah Seniman, dan kita adalah karya seni-Nya. Hidup kekristenan seharusnya bukan hanya penuh kebenaran, melainkan juga penuh keindahan yang dapat dinikmati oleh orang lain yang melihatnya.
Sebuah karya yang indah tidak terjadi seketika melainkan melalui proses, sama seperti ulat yang harus menjalani proses yang menyakitkan di dalam kepompong sebelum ia berubah menjadi kupu-kupu yangi indah.
Demikian juga hidup kita akan melewati banyak proses dan struggle (pergumulan) agar kita berubah menjadi pribadi yang siap untuk dipamerkan Tuhan kepada dunia ini.
Yakobus 1:2-4 (TB)
1:2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,
1:3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.
Tuhan telah menaruhkan iman di dalam diri setiap kita agar kita mampu melakukan hal-hal yang besar, namun iman tersebut harus “dinyalakan” terlebih dahulu.
Hal yang seringkali menghambat iman kita adalah ketakutan. Ketakutan membuat kita lumpuh dan tidak mau bergerak. Agar kita dapat melangkah maju dengan iman, kita harus terlebih dahulu mengalahkan ketakutan kita.
Salah satu hal yang dapat menggerakan iman kita untuk melampaui ketakutan adalah upah.
Ketika Goliat menantang dan mencemooh bangsa Israel, Daud lari ketakutan dan bersembunyi bersama dengan seluruh bangsa Israel. Namun ketika Daud mendengar bahwa ada upah yang menanti bagi orang yang mengalahkan Goliat, imannya bangkit sehingga ia maju membunuh Goliat dan akhirnya menjadi raja Israel.
Salah satu cara agar kita dapat menjadi terang di dunia ini adalah dengan memiliki sikap hidup yang excellent, di mana kita selalu bekerja dengan memberikan yang terbaik dan di atas rata-rata. Sikap excellent ini adalah bukti bahwa kita berjalan dengan penyertaan Tuhan.
Kita belajar dari kisah hidup Yusuf yang dibuang ke sumur dan dijual sebagai budak ke Mesir oleh saudara-saudaranya.
Permata di tempat sampah tetap permata. Walaupun sebagai budak di rumah Potifar, Yusuf tetap melakukan yang terbaik dan Tuhan menyertainya.
Kejadian 39:3-4 (TB)
39:3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, 39:4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.
Bulan Oktober ini kita memasuki tema yang baru yaitu LET YOUR LIGHT SHINE, bagaimana agar hidup kita menjadi terang dan membawa orang lain mengenal Yesus.
Setiap orang memiliki worldview, yaitu cara pandang, pemikiran, dan kepercayaan tentang keadaan dan kehidupannya.
Kita mungkin adalah produk dari masa lalu, tapi worldview kita hari ini akan menentukan tindakan yang kita ambil, dan tindakan kita hari ini akan menentukan masa depan kita.
Acts 1:8 NKJV
But you shall receive power when the Holy Spirit has come upon you; and you shall be witnesses to Me in Jerusalem, and in all Judea and Samaria, and to the end of the earth.
Setiap hari kita pasti selalu mengisi ulang (recharge) handphone kita karena secanggih apapun handphone, jika tidak ada daya (power) maka tidak berguna.
Prinsip yang sama berlaku dalam kehidupan rohani kita. Untuk menjadi orang Kristen yang efektif, kita harus selalu terhubung dengan Roh Kudus yang memampukan kita untuk memiliki kehidupan yang penuh kuasa.
Yudas 1:20
Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
Membangun manusia roh adalah kewajiban dan keputusan pribadi kita masing-masing. Beberapa hal yang Alkitab ajarkan agar roh kita tetap terhubung dengan Tuhan antara lain:
From the publisher's feed