Rfabanyoo

Rfabanyoo

By Ikki BanyooArtsVisual Arts
Download on the App Store

Rfabanyoo episodes

  • Aku Ingin Mencintaimu
    Aku ingin mencintaimu dengan tulus berirama, seperti nyanyian ibu yang mengantarku dalam lelap yang menenangkan. Aku ingin mencintaimu dengan genap, seperti malam yang merasa rumpang tanpa sinar rembulan dan kerlip bintang harapan; seperti aku yang menggenapi tulang rusukmu. Aku ingin mencintaimu dengan sempurna, seperti takbir hingga salam dalam sebuah sholat; seperti seratus yang ganjil tanpa satu. Aku ingin mencintaimu dengan luwes, seperti bebungaan yang melambai saat angin menyapa; seperti bocah perempuan yang menepi saat langit mengirim badai. Aku ingin mencintaimu abadi. Selamanya, bahkan hingga salah satu kita tinggal nama. Seterusnya, tanpa batas jarak dan waktu. (Oleh: Manifestasi-rasa)
    2 min
  • TUHAN
    Tuhan, Andai bisa, aku ingin meminjam peta takdir-Mu, ada sesuatu yang ingin sekali aku ketahui dengan segera, Tentang ujung dari pertemuan sepasang anak manusia yang Engkau titipkan sebuah rasa pada hatinya. Mereka tengah berjuang di persimpangan ketidakpastian—hidup atau mati. Akan Engkau buat seperti apa ujung jalan mereka, Tuhan? Setiap malam mereka memeluk erat ketakutan dengan nafas yang tidak beraturan, pada kerapuhan yang semakin menggerogoti keyakinan. Lalu ketika pagi datang, mereka berharap takdir lekas berpihak dan menghapus semua rasa kekhawatiran. Ternyata, sebuah perasaan yang sama pun ingin yang sama belum cukup untuk membuat semuanya berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Mereka sedang berada di ujung jurang yang sangat dalam sedang di belakang para monster menakutkan telah siap sedia menunggu waktu yang tepat untuk mendekat. Keadaan yang memaksa untuk segera mengambil sebuah keputusan di antara semua pilihan sulit yang ada. Tuhan, doaku untuk mereka, entah akan dibuat seperti apa akhirnya, semoga mereka akan selalu berbahagia dengan atau tanpa kebersamaan. Bukankah keajaiban itu ada, iyakan? (Oleh: Langitawan)
    3 min
  • Dear Tuan..
    Aku pernah memperhatikanmu dari kejauhan. Sesekali menunduk jika mata kita tak sengaja saling berpapasan. Tuan, tahukah kamu apa yang saat itu aku rasakan? Rasanya seperti hasil campuran beberapa larutan pada sebuah percobaan. Tak jelas, bukan? Kadang hasilnya bisa merah muda atau hitam dan memiliki endapan. Inilah risiko mengagumi dari kejauhan. Kadang pipi merah merona atau dada sesak tanpa alasan. Tuan yang senang membuat lukisan, Aku tahu persis waktu makan siang kamu habis seiring dengan lukisanmu yang semakin nampak mengesankan. Dimanapun kamu berada saat ini, semoga kelak bisa kembali bertemu dan aku memiliki keberanian untuk menyapamu duluan. Karena sungguh mengagumi dalam hitungan tahun tanpa tahu siapa namamu adalah salah satu kebodohan (Oleh: rajuami)
    2 min
  • Pecundang
    Kepada langit yang memiliki lebih dari seribu pintu rahasia, ku ketuk pintumu dengan tabah, ku rapal doaku dengan pasrah, aku pejalan yang kepayahan, aku pemimpi yang kehilangan harapan, aku penakut yang kehilangan keberanian. Aku tercampur pekat dengan kekalahan. (Oleh: makkiahst)
    1 min
  • Ini Hanya Sebuah Tulisan.
    Ini hanya sebuah tulisan, yang tidak pernah bisa merengkuh rangkulmu. Ini hanya sebuah tulisan, yang tidak pernah bisa menepis air matamu dari pelipis. Ini hanya sebuah tulisan, yang tidak pernah bisa menghadirkan sebuah keberadaan daksaku yang jauh bersekatkan samudera dan pulau-pulau diantaranya. Ini hanya sebuah tulisan, yang hanya padanya kutumpahkan kegelisahan dan kekhawatiranku yang tidak pernah benar-benar berakhir. Ini hanya sebuah tulisan, yang hanya padanya aku mengeluhkan semua sedih dan lukaku, tanpa ada daya untuk benar-benar melakukan sesuatu yang bisa membuatku lega. Ini hanya sebuah tulisan, yang hanya padanya kutuangkan rasa kasih dan sayangku padamu kesetiap pembuluh kata yang menjadikannya hidup. Ini hanya sebuah tulisan, yang hanya pada Tuhanku memiliki kuasa atas hidup juga takdirku, pun dengan cara-Nya pula Ia menjadikanmu jiwa didalamnya. Ini hanya sebuah tulisan, yang hanya semakin membuktikan keterbatasanku, ketidakberdayaanku, ketidakmampuanku hanya untuk sekedar meraih tanganmu, memelukmu, mengusap air matamu dan berkata “gapapa, jangan takut, aku sudah ada disini”. Ini hanya sebuah tulisan. Dan hanya akan tetap menjadi sebuah tulisan. Tak berdaya. Seperti penulisnya. (Oleh: tuanpoetry)
    3 min
  • Aku Menemukanmu.
    Aku menemukanmu disetiap puisi yang ku tulis untukmu, kau selalu mampu melampaui segala kosakata di kepala, yang membuat lupa dulu pernah ada luka. Aku menemukanmu dilentera perjalanan kehidupanku, sumber cahaya yang kutemukan ketika gelap, yang senantiasa bersinar diruang hampa hidupku. Aku menemukanmu dalam rindu tanpa temu, sebagai apa-apa yang tidak kujumpai pada masa lalu, yang hanya akan berdenyut pada sebuah nama; kamu.
    2 min

About Rfabanyoo

From the publisher's feed

Hanya menuangkan hobby, selebihnya iseng