
Sign up to save your podcasts
Or


Seorang mahasiswa berjalan ke buffet dan berkata, “Tolong beri saya semangkuk nasi.” Si penjual tampak mengerutkan dahi karena mahasiswa itu tidak mengambil lauk pauk, lalu mengisi semangkuk penuh nasi putih dan diberikan kepada si mahasiswa. Ketika si mahasiswa mau membayar, dengan malu-malu ia berkat, “Apa boleh minta sedikit kuahnya?” Sang penjual tersenyum sambil menjawab, “Boleh, gratis kok!” Baru makan setengah, terbayang dalam benaknya, kuah sayurnya gratis, tak lama kemudian ia memesan satu mangkuk lagi.
Padang pasir itu begitu luas, bagai tak berujung. Sementara itu langit tampak tertutup kabut tipis, sehingga tidak satupun sinar matahari yang mampu menembusnya. Sepanjang jarak memandang, hanya deburan pasir dan awan tipis yang terlihat. Tidak ada orang lain disana, kecuali seorang pemuda yang sedang kebingungan, berpakaian serba putih, seperti pakaian ihram yang dikenakan bagi orang yang sedang melaksanakan ibadah haji. Pria berperawakan kurus tanpa kumis dan jenggot yang masih muda itu terlihat begitu tampan. Wajahnya sangat teduh dan enak dipandang. Sorot matanya lembut, bersih dan bersinar bagaikan kaca yang tembus pandang. Ketika dia mencoba menoleh ke kiri, dirinya sedikit terkejut karena melihat seorang pria bertubuh besar, berkulit hitam, bermata besar dengan warna merah menyala, seperti bara api neraka dan berpakai
Kisah nyata!! Cerita mistis panjang...., silakan baca dgn cermat dan resapilah, lalu ambil hikmahnya. Siapa tahu bermanfaat bwt nambah wawasan kt semua. Jgn lupa siapkan kopi gelas besar dan rokok gdg garam surya 16. Saya terlahir dari klrga besar kejawen yg beragama islam taat. Artinya, islam tanpa menghilangkan budaya leluhur jawa. Sholat oke, tahlil oke, sedulur papat limo pancer jg oke, dll. Mau dibilang bid'ah, musrik, haram, terserah, yg penting tujuanku ingin kembali kpd Allah. Fafiru ilalloh !!
Setiap kota memiliki sejarah masing-masing. Setiap kampung memiliki cerita masing-masing. Setiap rumah memiliki kisah tersendiri. Dan kisah berikut ini adalah kisah hantu yang terjadi di sudut utara Yogyakarta. Saya tinggal di sebuah kampung yang konon dulu lumbung bekas korban PKI. Cerita itu benar atau tidak, yang jelas banyak tetangga memercayai kisah tersebut.
Sebuah bukti nyata bahwa kehidupan jin tidak berbeda dengan kehidupan manusia. Hanya bedanya, jin bisa melihat kehidupan manusia, sedang manusia tidak bisa melihat kehidupan jin. Kecuali bagi orang-orang tertentu. Warga Desa Sawa, Kecamatan Kolono, Kabupaten Kendari, gempar! Nia yang dikabarkan hilang sejak usia 2 tahun, tiba-tiba ditemukan oleh seorang dukun di tengah hutan Desa Wosali, Kecamatan Konda, setelah 35 tahun kemudian. Saat pertama kali ditemukan, rambut wanita itu sangat panjang dan tangannya menggenggam sebatang kayu bercabang dua. Yang mengejutkan lagi, selama tak diketahui rimbanya Nia mengaku sempat diperistri oleh jin.
Seorang pendaki yang dikabarkan sempat hilang ketika mendaki Gunung Muro di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Indra mengaku tersesat selama enam hari dan harus bertahan hidup seadanya dengan mengandalkan apa yang ada di hutan. Tak tinggal diam menunggu bantuan datang, Indra sempat berusaha untuk mencari jalan keluar selama enam hari tersebut, namun dalam masa-masa tersebut, Indra menemui sejumlah hal janggal.
Makam Mbah Sholeh yang terletak di kompleks Masjid Agung Sunan Ampel di Jalan Ampel, Semampir, Surabaya, hingga kini ramai dikunjungi peziarah. Dari cerita turun-temurun di masyarakat, Mbah Sholeh dikisahkan sebagai salah satu murid atau santri kesayangan Sunan Ampel. Semasa hidupnya, Mbah Sholeh merupakan santri yang rajin dan taat. Begitu pun Mbah Sholeh di mata Sunan Ampel. Rajinnya Mbah Sholeh seolah tidak bisa ditandingi santri lain pada masanya.
Pungky Filzah Pranata, satu dari teman Thoriq Rizki Maulidan (14) mengungkapkan kesaksiannya. Pungky diketahui pergi mendaki Gunung Piramid bersama dengan korban dan juga dua rekan lainnya yakni Syafril dan juga Rizki.
Pada jam 7 di pagi hari, para orang tua murid sudah berkumpul dan memasuki kelas untuk rapat wali murid. Terlihat jelas sekali, semua orang berdandan dan berpenampilan rapi. Mungkin mereka ingin diri mereka terlihat berkelas dan dihormati para guru. Para orang tua pun mulai mencari tempat duduk anaknya masing- masing dan duduk di sana.
"Malam sudah menjelang subuh. Kita tidur ya, Bang!" Bisik Sri Kunti. Karto hanya mengangguk. Keduanya segera memejamkan mata. Karena tubuh mereka sudah sangat letih, sebentar saja mereka sudah lelap tertidur pulas. Dan mereka melewatkan waktu yang sangat panjang dalam tidur itu. Menjelang senja, Karto baru terbangun dari tidurnya. Lampu di dalam rumah sudah menyala semuanya. Sementara itu, Sri Kunti barusan saja mandi sambil keramas. Rambutnya yang panjang hingga pinggul masih terlihat basah. Tubuh Karto masih terasa lemah. Seluruh sendi-sendi tulangnya terasa mau copot semua.
From the publisher's feed