
Sign up to save your podcasts
Or


Bagi Anda yang berdomisili di Jawa Tengah pasti sudah akrab sekali dengan Gunung Merbabu, bukan? Gunung berapi ini memang menjadi favorit di kalangan pendaki. Sudah menjadi rahasia umum jika panorama di Gunung Merbabu ini luar biasa mempesona. Ada padang rumput hijau yang asri dan juga puncak di mana kita bisa memandang gunung-gunung lain di Jawa Tengah, seperti Gunung Lawu, Gunung Slamet, Gunung Sumbing, dan Gunung Sindoro. Pendaki gunung tentu sudah akrab dengan mitos atau cerita misteri yang selalu ada di setiap gunung. Sebagai “tetangga” dari Gunung Merapi, tentu saja Gunung Merbabu ini juga memiliki kisah-kisah mistis yang beredar di kalangan pendaki.
Kemiskinan saat ini memang menjadi masalah yang besar dalam kehidupan. Kemiskinan mampu merenggut setiap impian banyak orang, kemiskinan mampu menghambat kesuksesan di masa depan. Saat ini banyak anak yang sekolahnya terhenti karena kemiskinan. Meskipun kita mengerti bahwa pendidikan itu penting, tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa jika keuangan atau keadaan ekonomi pada saat itu tidak mendukung. Saat ini sekolah tidak murah, sekolah membutuhkan uang atau biaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itulah, merupakan sebuah realistis jika banyak orang mengutamakan untuk lebih memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Keadaan ini memang sangat menyedihkan, namun keadaan ini juga merupakan realitas yang banyak mengalaminya akhir-akhir ini.
Ibu. Aku tak mengerti, mengapa setiap kali orang menyebut kata Ibu, yang mereka ungkapkan adalah tentang bagaimana baiknya Ibu mereka. Sesaat setelah menyebut kata Ibu, mereka akan menyambungnya dengan kisah-kisah yang picisan, indah, penuh kenangan yang membuat tersenyum, dan seolah-olah, Ibu adalah semua hal yang bersifat indah. Padahal, sadarkah mereka kalau Ibu itu hanya manusia biasa? Maksudku, ada berapa Ibu di dunia ini? Ratusan? Ribuan? Mungkin ratusan juta! Jadi, apa yang spesial dari seorang Ibu? Kita semua memilikinya, tanpa perlu usaha yang berarti.
Suatu hari Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dikunjungi seorang wanita yang ingin mengadu. “Ustadz, saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sudah lama ditinggal mati suami. Saya ini sangat miskin, sehingga untuk menghidupi anak-anak saya, saya merajut benang di malam hari, sementara siang hari saya gunakan untuk mengurus anak-anak saya dan menyambi sebagai buruh kasar di sela waktu yang ada. Karena saya tak mampu membeli lampu, maka pekerjaan merajut itu saya lakukan apabila sedang terang bulan.” Imam Ahmad rahimahullah menyimak dengan serius penuturan ibu tadi. Perasaannya miris mendengar ceritanya yang memprihatinkan. Dia adalah seorang ulama besar yang kaya raya dan dermawan. Sebenarnya hatinya telah tergerak untuk memberi sedekah kepada wanita itu, namun ia urungkan dahulu karena wanita itu melanjutkan pengaduannya.
Cerita ini tentang seorang kakek yang sederhana, hidup sebagai orang kampung yang bersahaja. Suatu sore, ia mendapati pohon pepaya di depan rumahnya telah berbuah. Walaupun hanya dua buah namun telah menguning dan siap dipanen. Ia berencana memetik buah itu di keesokan hari. Namun, tatkala pagi tiba, ia mendapati satu buah pepayanya hilang dicuri orang.
Rudi dan Nina sudah menikah selama 2 tahun. Rudi sendiri lahir dari keluarga petani, namun karena Rudi adalah seorang pria yang tangguh bekerja, ia bisa menjadi pengusaha sukses di kota besar. Karena alasan itulah yang membuat Nina jatuh cinta akan kekayaan Rudi. Pada suatu hari, Rudi meminta ibunya untuk pindah tinggal di rumahnya saja. “Nina, mulai hari ini ibu akan tinggal di rumah kita. Karena aku tidak tega melihat ibu seorang diri hidup di desa. Ayo ambilkan sendal rumah untuk ibu!” kata Rudi
BIKIN MERINDING!! DETIK-DETIK Malaikat Izrail Mencabut Nyawanya Sendiri Kisah malaikat Izrail mencabut nyawa sendiri menarik untuk dibaca. Izrail adalah seorang malaikat disuruh Allah SWT untuk mencabut nyawanya sendiri. Bagaimanakah rasanya jika Malaikat pencabut nyawa mencabut nyawanya sendiri? Mengapa ruh Izrail tidak dicabut oleh malaikat lain? ya karena yang dicabut nyawanya adalah ya malaikat izrail itu sendiri. Karena begitu taatnya malaikat kepada Allah SWT, maka dicabut nyalah nyawanya sendiri itu.
Kisah Ajaib Mak Sum Diselamatkan Ular Besar saat Terseret Ombak Besar Umi Kalsum, (58), sedang bersiap-siap untuk memandikan orang yang baru melahirkan. Usai memasak sarapan ia bergegas mandi sebelum meninggalkan rumah. Baru beranjak ke kamar mandi, tubuhnya merasakan adanya guncangan hebat. Goncangan berkekuatan 9,3 Skala Richter menggoyangkan tanah Rencong pagi itu. Mak Sum, panggilan akrab Umi Kalsum, bersama seluruh anggota keluarganya lari keluar rumah. Sejumlah pot bunga miliknya jatuh dan hancur. Setelah merasakan goncangan sekitar delapan menit, ia menanam kembali bunga tersebut di pekarangan rumahnya di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.
Bukti Kebenaran Al Qur’an Tentang Virus Corona Banyak petunjuk yang tersurat dalam Al-Quran yang berkaitan dengan makanan dan minuman yang harus dikonsumsi dengan baik dan bijaksana oleh umat manusia. Dengan tegas Allah menghalalkan makanan yang halal dan mengharamkan yang haram
Kita awali dengan sebuah kisah keajaiban sedekah. Kisah yang menunjukkan bagaimana Allah sangat menghargai amal hamba. Tuhan Yang Maha Mendengar tidak akan menyia-nyiakan kebaikan makhluk yang Dia ciptakan.
From the publisher's feed