
Sign up to save your podcasts
Or


Munculnya varian baru Covid-19 Omicron membuat statistik penambahan kasus baru Covid-19 di seluruh dunia meningkat tajam. Varian Omicron jauh lebih menular dibanding varian lain. Meski jumlah kematian jauh lebih rendah dan infeksi paru tidak seperti Delta. Namun, kasus Omicron di beberapa negara seperti Amerika Serikat sangat tinggi. Akibatnya, ketersediaan rumah sakit pun melonjak. Kasus Covid di Indonesia pun sudah mulai meningkat. Sepanjang 25-31 Desember 2021 lalu, rata-rata kasus baru Covid-19 masih berkisar 187 kasus per hari dan dari 4 Januari hingga 10 Januari 2022, rata-rata kasus baru Covid-19 sudah naik lebih dari dua kali lipat menjadi 459 kasus baru per hari. Melihat ini, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) pada 12 Januari lalu secara gratis.
Lalu seberapa penting vaksinasi booster? Dan seberapa ampuh vaksinasi booster melawan varian baru Omicron? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Siti Nadia Tarmizi - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI dan dr. Dicky Budiman - Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengungkapkan sebanyak 260-an ribu atau 59 persen sekolah di Indonesia mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen.
Kemendikbud menjelaskan, 59 persen sekolah tersebut masuk dalam kategori A yang telah memenuhi sejumlah syarat pelaksanaan PTM 100 persen.
Lalu, bagaimana dengan keamanan sekolah saat melaksanakan PTM 100 persen? dan bagaimana upaya yang harus dilakukan agar kegiatan belajar-mengajar bisa maksimal dilakukan? Berikut perbincangan kami bersama Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Unifah Rosyidi.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Persoalan Intoleransi di Indonesia masih terus muncul. Beberapa waktu terakhir perusakan masjid Ahmadiyah menjadi salah-satu contohnya.
Intoleransi yang tak kunjung hilang juga masih melibatkan sejumlah pihak seperti ormas, pejabat pemerintahan hingga aparat.
Lantas bagaimana catatan Intoleransi dalam beberapa waktu terakhir? Dan bagaimana upaya mereduksi intoleransi di tahun 22022? Berikut perbincangan bersama Bersama Co-Founder Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk), Daniel Awigra dan Sekretaris Pers dan Juru Bicara Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Yendra Budiana.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Di tengah ancaman penyebaran varian Covid-19 varian Omicron, Pemerintah memulai pemberian dosis ketiga vaksin Covid-19 atau booster yang dimulai pada hari ini, Rabu 12 Januari 2022.
Upaya pemerintah ini mendapat respon beragam. LaporCovid-19 misalnya menilai rencana pemerintah ini bukan langkah yang bijak, terlebih jika berbayar. Sebab, kebijakan ini diambil di tengah belum meratanya tingkat vaksinasi Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia.
Di masyarakat sendiri juga muncul banyak pertanyaan soal vaksin booster ini. Misalnya apakah booster ini sebuah keharusan, seperti apa efektifitas booster menghadapi varian baru Covid-19, siapa yang bisa menerima booster ini dan lainnya.
Lewat Ruang Publik KBR, pertanyaan-pertanyaan tadi akan kita tanyakan langsung kepada Ibu Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI dan Mbak Irma Hidayana, Perwakilan Koalisi LaporCovid-19.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Keberadaan bahasa daerah di Indonesia menjadi salah satu perhatian lembaga internasional UNESCO. UNESCO menyebut saat ini banyak bahasa lokal di dunia sudah mulai punah. Dalam rilisnya pada 2019 silam, UNESCO mengungkapkan bahwa sekitar 2.500 bahasa di dunia terancam punah, termasuk lebih dari 100 bahasa daerah di Indonesia.
Menyikapi ancaman kepunahan ini, sejumlah anak-muda melakukan sejumlah cara seeprti digitisasi aksara daerah ke Unicode. Unicode adalah standar teknis global untuk teks dan simbol dari semua sistem tulisan di dunia untuk ditampilkan dan bisa digunakan oleh komputer.
Dan melakukan kegiatan kreatif mendesain ulang brand luar negeri menggunakan aksara daerah. Seperti apa cerita dibalik pelestarian bahasa dan aksara daerah ini? berikut perbincangan Vitri Angreni bersama Seniman Aksara dan Bahasa Daerah, Aditya Bayu Perdana dan Pakar Budaya Kebahasaan UI, FX Rahyono.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Kebijakan pemulihan COVID-19 yang inklusif diharapkan dapat mengakomodir semua kelompok. Dengan dikeluarkannya Surat Edaran Kementrian Kesehatan Tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Bagi Masyarakat Lanjut Usia, Penyandang Disabilitas, serta Pendidik, dan Tenaga Kependidikan, diharapkan dapat memberikan prioritas kepada kelompok rentan termasuk penyandang disabilitas untuk vaksinasi. Program vaksinasi yang merupakan program nasional, wajib diberikan ke seluruh warga. Namun implementasinya masih belum menjangkau penyandang disabilitas.
HWDI bersama UNESCO juga melakukan asesmen kebijakan di 10 kota pada bulan September-November 2021 untuk memberikan gambaran bagaimana pemerintah kota melakukan upaya pemulihan COVID-19 bagi penyandang disabilitas. Termasuk didalamnya mencakup pelaksanaan program layanan vaksinasi, perlindungan sosial mencakup pemulihan ekonomi, dan penyebaran informasi mengenai COVID-19 kepada penyandang disabilitas.
Apa temuan menarik dari asesmen tersebut? Dan bagaimana aksi pemerintah kota dalam pemulihan Covid-19 bagi penyandang disabilitas? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Ir. Maurits Mantiri, MM - Walikota Kota Bitung, Sulawesi Utara, Maulani A Rotinsulu - Ketua Umum HWDI, dan Yossa Nainggolan - Penulis Kajian.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pandemi Covid-19 masih belum berakhir, namun kita patut bersyukur dan merasa lega karena kasus Covid-19 di Indonesia menurun drastis dari hari ke hari. Meskipun kasus Covid-19 semakin melandai, tapi kita tetap harus waspada dengan hadirnya varian ke-13 yang bernama Omicron.
Hingga Selasa 4 Januari 2022, Indonesia mencatatkan penambahan 92 kasus baru Covid-19 akibat penularan varian baru Omicron. Sehingga, total kasus Covid-19 dari penularan varian Omicron menjadi 254, terhitung sejak diumumkan pertama kali oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 16 Desember 2021. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dari jumlah tersebut, 239 kasus merupakan pelaku perjalanan internasional (imported case) dan 15 kasus merupakan transmisi lokal. Kemenkes meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan varian Omicron karena kasus transmisi lokal terus bertambah hingga saat ini.
Lalu, seperti apa gejala yang dirasakan pada orang yang terpapar Omicron? Seberapa bahaya varian Omicron? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting S. Sp.P(K) FCCP - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 dan Masdalina Pane - Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Fase dewasa dimulai saat kita merasakan berbagai persoalan dalam kehidupan. Persoalan tersebut dapat berupa percintaan, karier, atau kehidupan sosial.
Hal tersebut biasanya menimbulkan kebimbangan, kegalauan, hingga ketakutan. Dari situ, kemudian mulai terdengar istilah quarter life crisis atau krisis seperempat abad.
Lalu bagaimana cara anak muda agar tetap survive di fase Quarter Life Crisis? Dan bagaimana cara mengubah menjadi Quarter Life Happiness? untuk membahasnya kami akan berbincang bersama Psikolog sekaligus Founder Enlightmind, Alvie Angelica dan Pekerja Swasta, Valda Kustarini.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Kerusakan lingkungan hidup di Indonesia semakin hari kian parah. Kondisi tersebut secara langsung telah mengancam kehidupan manusia.
Tingkat kerusakan alam pun meningkatkan risiko bencana alam. Penyebab terjadinya kerusakan alam dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu akibat peristiwa alam dan akibat ulah manusia.
Sejumlah lembaga peduli lingkungan mencatat bahwa kerusakan alam di Indonesia ini semakin parah akibat adanya deforestasi, pencemaran laut hingga polusi udara. Lalu bagaimana prediksi kerusakan alam dan penanganan pada 2022? berikut perbincangan Vitri ANgreni bersama Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak dan Fajri Fadhillah, Kepala Divisi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Proses pembelajaran yang berlangsung selama pandemi dan pascapandemi covid-19 ke depan menuntut adanya penyesuaian standar nasional pendidikan di Tanah Air.
Selama pandemi, kegiatan belajar didominasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pandemi juga disebut tidak akan seratus persen hilang. Ini yang menyebabkan sejumlah orangtua tetap menuntut adanya sekolah daring meski pemerintah mewacanakan pembelajaran tatap muka persen.
Di tengah pembelajaran daring ini, sejumlah perkumpulan guru menyebut bahwa pembelajaran daring yang berlangsung saat ini tidak menggunakan teori yang benar. Karena semua teori pembelajaran yang digunakan selama pandemi ini dihasilkan dari hasil-hasil riset di mana dunia pendidikan dalam keadaan normal.
Lalu selain teori belajar mengajar, apa saja PR yang harus dientaskan oleh pemerintah agar dunia pendidikan di Indonesia semakin maju khususnya dalam kondisi tertentu? berikut penjelasan Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim dan Pakar Pendidikan, Doni Koesoema perbincangan ini dipandu rekan Vitri Angreni.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners