
Sign up to save your podcasts
Or


Hingga pekan ke 8 ini Chelsea sudah cetak 6 gol dari set piece. 5 diantaranya lewat sepak pojok. Setelah dibedah, ternyata ini bukanlah kebetulan. Kehadiran Anthony Barry sebagai tambahan first team coach di Chelsea jadi pembawa pengaruhnya. Bagaimana eksekusi set piece Chelsea?
Rekor unbeaten Milan akhirnya kandas di tangan Juventus. Pirlo mengekspos kelemahan Milan lewat taktiknya. Sedangkan Milan meski banyak dihuni pemain yang absen, sebetulnya masih mampu menahan setidaknya hingga di babak pertama. Bagaimana jalannya pertandingan bersejarah ini?
Tim dengan penguasaan bola sebesar 70% bisa kalah sebagaimana tim yang menguasai bola sebesar 30%. Artinya, possession itu tidak absolut. Tanpa penciptaan peluang, maka possession menjadi tanpa konteks. Hal itulah yang jadi dasar pemikiran Mourinho di pertandingan ini. Penasaran dengan jalannya pertandingan?
Well, istilah ini makin marak terutama di kolom komentar tim yang kalah. Lampard miskin taktik, Arteta miskin taktik, Bielsa miskin taktik dll. Sebetulnya tepat engga sih kita sebut manager-manager ini miskin taktik? Bagaimana merumuskan sebuah kekalahan dengan bahasa yang lebih objektif?
Duel kali ini berakhir imbang 1-1. Tampil di Etihad, City di awal sempat kehilangan kendali. Permainan cepat Liverpool menghasilkan beberapa peluang. Sampai City menemukan set play untuk menembus lini tengah Liverpool. Penasaran dengan jalannya pertandingan?
Meninggalkan formasi 3 bek, Arsenal memilih formasi 4-2-3-1. Formasi ini menggunakan 2 double pivot yang diisi Xhaka & Elneny. Menariknya, posisi no 10 diisi Smith Rowe. Seperti apa dibalik idenya?
Di episode kedua ini SBR ngobrolin soal playmaker. Bagaimana peran ini berevolusi mulai dari medio 90-an yang kita kenal playmaker bermain di belakang striker (trequartista/fantasista). Lalu era deep lying playmaker seperti Pirlo, Busquets hingga Jorginho (regista) yang bermain di depan bek. Sampai baru-baru ini, Michael Cox menyebut Trent Alexandre Arnold sebagai playmaker di Liverpool. Tentunya menarik membedah pernyataan jurnalis taktik ini yang berpatokan dengan kemajuan metrik statistik baru. Semuanya akan dibahas oleh SBR di episode ini. Semoga mencerahkan!
Meski hasil masih belum bisa dibilang sempurna, Arteta membangun pondasi strategi dan taktik di Arsenal dengan jelas dari pendahulunya, Emery. Ibaratnya, jalan yang dibangun sudah mulus. Tinggal mengatur lalu lintas kendaraan yang lewat di atasnya. Ya, pemain sudah diatur dengan taktik yang lebih konsisten. Apa saja taktik yang digunakan Arteta di Arsenal?
From the publisher's feed