
Sign up to save your podcasts
Or


Di dunia anak muda dan milenial, nama Ustadz Handy Bonny sangat dikenal karena concern beliau untuk selalu memberi pencerahan tentang cinta, pergaulan, bakti pada orangtua, hingga meraih cita-cita. Bahasanya renyah berrima, jokes-nya receh romantis, dan penampilannya gaul abis apalagi kalau sudah berpetualang dengan motor kesayangannya.
Di tengah acara safari dakwah di Lombok, yuk kita kulik bagaimana pandangan beliau tentang berbagai isu seperti soal seks bebas dengan konsen, tindak pidana kekerasan seksual, my body my authority, dan berbagai hal terkait lainnya. Simak di channel 'Salim A. Fillah Official: Menjelajah Budaya Meneguhkan Makna'.
Dari seorang guru sekolah bersahaja dan pengisi majelis taklim ibu-ibu dari kampung-kampung, Pak Mustopa didaulat para jama'ah dan para Wali Muridnya untuk menjadi Calon Anggota Legislatif. Nyaris tanpa modal, dan jelas tanpa bagi-bagi uang terlarang, tetapi dengan jejaring kuat yang mengampanyekan beliau tanpa pamrih akhirnya beliau terpilih.
Nah, mari kita kulik bagaimana beliau menyesuaikan diri dengan medan dakwah barunya. Bagaimana tugas sebagai pejabat publik beliau optimalkan untuk dakwah? Dan bagaimana dakwah beliau terjemahkan untuk memberi manfaat sebesar-besarnya melalui jabatan legislatif yang diemban? Simak hanya di Salim A. Fillah Official: 'Menjelajah Budaya Meneguhkan Makna'.
Nilai-nilai moderasi beragama sebagaimana dikemukakan KH. Ma'ruf Amin (saat itu selaku Ketua Umum MUI dan Rais 'Aam Nahdlatul 'Ulama) antara lain adalah Tawazun, Tawasuth, I'tidal, dan Tasamuh.
Dalam berseni budaya, tentunya hal tersebut dapat ditanamkan dengan beberapa penjelasan sebagai berikut:
TAWAZUN
Dalam hadits tentang 3 orang yang ingin shalat tanpa tidur, puasa tanpa jeda, dan hidup selibat tanpa menikah agar dapat fokus beribadah, Rasulullah ﷺ menegur mereka agar tetap memperhatikan hak jasad dan keluarganya, sebagaimana juga dalam penjelasan Salman kepada Abud Darda'. Manusia terdiri atas ruh, akal, dan jasad yang semua potensinya perlu dijaga dan dikembangkan. Demikianlah seni budaya Islam seyogyanya menjadi penjaga keseimbangan ketiganya.
TAWASUTH
"Khairul umuuri ausathuha", maknanya sebaik-baik perkara adalah pertengahannya. Demikianlah Ahlus Sunnah wal Jama'ah berdiri di tengah antara Qadariyah dan Jabariyah dalam memahami takdir, antara Khawarij dan Murji'ah dalam mendefinisikan iman, dan antara Rafidhah dan Nashibi dalam mencintai sahabat dan Ahlul Bait.
Dalam hal yang lebih umum, 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha menyatakan bahwa Rasulullah ﷺ selalu memilih yang ringan selama bukan haram. Maka seni dan budaya Islam bisa menjadi wasilah penyampaian pemahaman kepada masyarakat untuk menjauhi sikap ekstrim beragama, tidak memudah-mudahkan mengkafirkan dan membid'ahkan serta menjadi sarana agar masyarakat menemukan rasa senang dan bahagia dalam ketaatan, ibadah, dan 'amal shalih.
I'TIDAL
Sebagaimana disebutkan Imam As Suyuthi, kaidah "Al Ashlu fil Asya-i Al Ibahah hatta yadullud daliilu 'alat tahriim"; asal hukum segala sesuatu (selain ibadah) adalah mubah sampai adanya dalil yang menunjukkan pengharamannya. Para pelaku seni budaya Islam perlu memahami fikih seni budaya secara komprehensif untuk menjawab keraguan tentang kebolehan suatu ekspresi seni dalam Islam.
Dari para 'ulama kita belajar memahami persoalan secara komprehensif sebelum mengambil kesimpulan hukum seperti dalam soal musik dan nyanyian. Dengan pemahaman yang kokoh bahkan dimungkinkan dilahirkan bentuk sajian seni budaya Islami yang kreatif dan inovatif seperti dicontohkan Sunan Kalijaga dan para Wali Songo.
TASAMUH
Tasamuh atau toleransi didasari pemahaman akan keberagaman bahwa Allah mencipta kita dari Bapak dan Ibu yang satu dan menjadikan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling kenal mengenal, dan bahwa yang paling mulia di antara kita adalah yang paling bertaqwa. Maka seni dan budaya Islam harus menjadi perekat, pemersatu, serta jangan sampai menjadi pemecah belah dan sarana saling olok dan merendahkan antar kelompok ummat dan bangsa.
Marilah terus memajukan seni budaya Islam sesuai mahfuzhat, "Al Muhaafazhatu 'Alal Qadiimish Shalih wal Akhdzu bil Jadiidil Ashlah" atau memelihara nilai lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. Terus lakukan re-interpretasi, re-aktualisasi, serta re-kontekstualisasi terhadap warisan seni budaya Islam dari para Wali dan Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.
Dari majalah dan tabloid tentang otomotif yang sering dibawa pulang Ayahnya, Pak Gub Ridwan Hanif kecil membuat kliping. Foto-foto aneka mobil dia gunting dan tempel. Siapa sangka hobi masa kecil itu kelak membelokkan hidupnya yang pernah dia mantapkan kuliah di jurusan Ilmu Perpustakaan UI dan sempat mendirikan perusahaan yang menangani pengadaan buku dan berbagai kebutuhan di sekolah-sekolah dan aneka instansi?
Passionnya di bidang otomotif tak terbendung. Pembelajarannya yang intensif dan kuat menjadikannya betul-betul mengilmui hingga level 'mastery'. Di sinilah kuncinya; hobi diilmui, ditekuni, hingga jadilah ahlinya ahli yang pasti akan dicari. Maka dengan niat dakwah, menjadi Youtuber papan atas dia lakoni sesuai amanat Ibu, meski dia lebih suka belajar dan bekerja dalam sunyi. Popularitas bukan hal yang dia suka, tapi semoga dengan itu dia bisa menilarkan nilai-nilai positif pada anak muda.
Ikuti obrolan asyik bersama 'Gubernur Otomotif Indonesia' Ridwan Hanif di Channel 'Salim A. Fillah Official: Menjelajah Budaya Meneguhkan Makna.'
Abah Fanni Rahimahullaah meninggalkan amanah yang besar terkait dakwah yang diusung oleh Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu. Bukan hanya tentang santri dan proses belajar mengajar di Pesantren, melainkan juga tentang projek-projek kebaikan yang harus selalu dipelopori Pesantren untuk memberi manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, baik di lereng Merapi-Merbabu maupun di seluruh Indonesia.
Alhamdulillaah, beberapa bulan sebelum wafat, Abah Fanni bersama para Founder PM3 menginisiasi berdirinya Baitul Maal Merapi Merbabu sebagai penopang sosialisasi program dan penggalangan dana untuk aneka projek kebaikan tersebut. Ikuti obrolan bersama Mas Luthfi Hidayat dari BM3 hanya di Channel 'Salim A. Fillah Official: Menjelajah Budaya Meneguhkan Makna'.
Ketika berbagai pemikiran yang mengikis iman dari atheisme hingga kebebasan seksual, dari pelemahan nilai-nilai keluarga hingga permisivisme moral disebarkan secara massif di media sosial kepada generasi millenial kita; bagaimana dakwah meresponsnya?
Kali ini kita akan berbincang dengan da'i muda yang terkenal dengan canva nge-gasnya di Instagram dalam menanggapi isu-isu terkini, Ust. Zaky Ahmad Rivai. Apa sebenarnya nilai-nilai yang tetap dan apa yang seharusnya kita sesuaikan dengan perkembangan zaman dalam beramar ma'ruf nahi munkar? Simak hanya di Channel 'Salim A. Fillah Official: Menjelajah Budaya Meneguhkan Makna'.
Apa sebenarnya hakikat kita bekerja? Apa nilai yang hendak kita perjuangkan dalam pekerjaan kita? Apa manfaat yang dirasakan orang lain dari hal yang kita kerjakan?
Sangat menarik menyimak pengalaman hidup Bib Ares, dari namanya yang unik, keluarganya, masa kuliahnya, pilihan-pilihan kariernya, hingga mendirikan GLEK. Ikuti hanya di Channel 'Salim A. Fillah Official: Menjelajah Budaya Meneguhkan Makna.'
From the publisher's feed