
Sign up to save your podcasts
Or


Bagaimana suka-duka serta kiat sukses berdakwah di lereng-lereng gunung yang sunyi, jauh dari sorot kamera dan publikasi, membina masyarakat yang sibuk mencari nafkah dengan bertani, juga berlatar belakang kondisi yang rawan goncangan imani?
Simak obrolan dengan salah satu anggota Dewan Asatidz Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu, Ustadz Ahsin Qolbaka yang telah mengabdikan diri membina masyarakat di pelosok sejak rampung kuliah, ikuti juga bagaimana kisah beliau menyunting bunga desa setempat; hanya di Channel 'Salim A. Fillah Official: Menjelajah Budaya Meneguhkan Makna.'
Bagaimana kita memasyarakatkan pesantren dan menyantrikan masyarakat. Itulah pemikiran awal dari berdirinya Pesantren Masyarakat yang digagas oleh Kang Puji Hartono. Dimulai dari Jogja, konsep pembinaan masyarakat melalui majelis rutin yang memberdayakan ini kemudian berkembang ke berbagai daerah. Di antaranya adalah di Klaten yang kini memiliki unit Ma'had Tahfizh hingga gerakan mandiri pangan.
Adapun di Merapi-Merbabu, PM3 awalnya berdiri sebagai kelanjutan dari upaya kerelawanan tanggap bencana pasca-erupsi Merapi 2010. Kini alhamdulillaah telah menjadi episentrum pembinaan kader da'i tangguh untuk diterjunkan ke berbagai daerah pelosok sekaligus pemberdayaan masyarakat, di antaranya melalui LAZ Baitul Maal Merapi Merbabu.
Ikuti obrolan seru para founder Pesantren Masyarakat di Jogja, Klaten, dan Merapi-Merbabu di Channel 'Salim A. Fillah Official: Menjelajah Budaya Meneguhkan Makna.'
Setelah Abah Fanni wafat, tepat sebulan lalu, terungkaplah begitu banyak kisah tentang kiprah beliau Rahimahullaah di berbagai lapangan 'amal, dari tingkat kampung Jogokariyan, Kota Yogyakarta, Indonesia, hingga berbagai belahan dunia Islam, dari Rohingya hingga Bumi Syam, dari Palestina hingga Yaman.
Tentu perjalanan hidup Abah Fanni yang luar biasa tak lepas dari pengasuhan dan pertumbuhannya dalam keluarga yang juga luar biasa. Mari kita simak obrolan bersama Bp. Muhammad Syaiful Basya, atau yang akrab kita panggil Pak Ipul, kakak kandung Abah Fanni yang lucunya mirip beliau dan tentunya menjadi saksi mata seperti apa Abah Fanni, sejak masa kecil, remaja, hingga dewasanya. Simak hanya di Salim A. Fillah Official: Menjelajah Budaya, Meneguhkan Makna.
Kopi asli berkualitas tinggi diketahui dari krema tebal, aroma menggoda, dan citarasa kaya. Sembari mengadu tubruk (battle cupping) arabika Gayo lawan Kamojang, dua kawan lama mengulik tentang makna pribadi manusia. Dari sejatinya pemuda sampai kisah kasih Islam yang mendunia.
Setiap orang punya cara untuk berkontribusi memberdayakan masyarakat di sekitarnya. Dalam obrolan kali ini kita akan berbincang dengan Mas Kuat, founder dari Sekolah Sungai Siluk, tempat kegiatan belajar masyarakat sekaligus wisata desa di Selopamioro, Imogiri, Bantul.
Mari kita simak bagaimana para Karang Taruna Desa peka pada apa yang terjadi di tengah masyarakat, memahami problematikanya, lalu menginisiasi kegiatan yang bermanfaat dan mentransformasikannya dari hal yang insidental menjadi permanen. Harga sewa tanah di lokasi Sekolah Sungai Siluk ini juga akan membuat netizen tercengang!
Ikuti terus di Channel 'Salim A. Fillah Official: Menjelajah Budaya Meneguhkan Makna.'
Kabar gembira untuk Nabi Ibrahim 'Alaihissalaam atas kelahiran Isma'il dan Ishaq berbeda satu huruf. Yang satu menggunakan huruf Ha', yang lain memakai huruf 'Ain. Tapi beda satu huruf ini menjadi karakteristik keturunan keduanya yang berlainan dari generasi ke generasi. Kata apakah untuk Isma'il dan kata apakah untuk Ishaq?
Mengapa Isma'il menggunakan pilihan kalimat, "Engkau akan mendapatiku insyaallah termasuk orang-orang yang sabar" ketika mendengar perintah penyembelihannya? Apa bedanya dengan kalimat Musa kepada Khidhir 'Alaihissalaam, "Engkau akan mendapatiku insyaallah sebagai seorang yang sabar?"
Dan banyak lagi sudut pandang-sudut pandang menarik tentang Qurban yang akan kita bahas di obrolan kali ini, mengambil tempat di Sekolah Sungai Siluk yang indah. Ikuti hanya di channel Youtube 'Salim A. Fillah Official: Menjelajah Budaya Meneguhkan Makna.'
Membaca dan menulis masih menjadi PR besar bangsa kita. Rendahnya minat baca terlebih pada generasi milenial menjadi tantangan serius masa depan. Kita sibuk dengan yang instan-instan, baca judul berita langsung menyimpulkan, ikutan broadcast pesan tanpa membaca apa lagi crosscheck, dan seterusnya. Toko buku sepi, perpustakaan lebih-lebih. Membaca kian terasa berat karena teknologi informasi membuat dunia bergerak dalam hitungan milidetik.
Ada yang bilang, Life Begins At Forty. Kira-kira apa pandangan Kang Jerry Ludiansyah tentang usia 40 Tahun? Kalau Nabi ﷺ memulai misi risalahnya di usia tersebut, bagaimana dengan kita? Apa saja yang selayaknya kita capai di usia itu? Gaya hidup macam apa yang harus jadi perhatian kita? Apa legacy yang harus kita siapkan?
Simak obrolan seru kita di Warung Kopi dan Teh Gunung, Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu yang sejuk ditemani kopi tubruk dan teh yang wangi, panas, legi, sepet, dan kenthel; hanya di Channel Youtube 'Salim A. Fillah Official: Menjelajah Budaya, Meneguhkan Makna.'
Apa sih yang menarik dari berbisnis? Bagaimana pula cara membangun mental dan mindset pebisnis di dalam diri kita? Betulkah kita harus melalui fase-fase kegagalan agar nantinya sampai ke suatu titik mahir dalam berbisnis?
Obrolan asyik bersama Bang Rony Helmi, pebisnis, coach bisnis, dan Founder komunitas JallanBarreng ini asyik sekali. Yuk kita kulik apa saja bidang bisnis yang beliau geluti dan bagaimana jatuh bangun suka duka beliau di dunua bisnis serta motivasi langit apa yang selalu jadi penyemangat beliau.
Simak hanya di Channel kita, 'Salim A. Fillah Official: Menjelajah Budaya, Meneguhkan Makna.'
Suku Jawa dan Suku Sunda, dua di antara sukubangsa terbesar di jazirah kita tinggal di pulau yang sama. Tapi selama berabad-abad mereka merasa berbeda. Masih tetap ada orangtua Jawa yang mewanti-wanti anaknya yang akan kuliah ke Bandung agar tidak kepincut mojang Priangan apalagi menikah dengan perempuan Sunda. Pun sebaliknya orang Sunda konon punya pandangan miring tentang masyarakat Jawa.
Dalam pergerakan peradaban, sebenarnya ada alur dari Salakanagara di barat hingga Majapahit di timur yang dapat diturut secara seksama. Apakah semata gara-gara Perang Bubat, lalu luka sejarah itu tak hilang berabad-abad? Bagaimana dengan kisah Prabu Geusan Ulun di Sumedang Larang penerus Pajajaran yang cintanya pada Ratu Harisbaya dari Madura yang menjadi istri Panembahan Ratu di Cirebon nyaris membuat Priangan seperti kisah Troya? Apa pengaruh Sultan Agung dari Mataram bagi pertanian, tata pemerintahan, hingga kebudayaan Pasundan?
Simak semuanya dalam obrolan spesial Jawa Sunda bersama tokoh masyarakat Mang Ayod Prima Kusumawardana di Channel kita; Menjelajah Budaya Meneguhkan Makna.
From the publisher's feed