
Sign up to save your podcasts
Or


Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung Jawa Barat tanggal 23 Maret 1946. Dalam waktu 7 jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah rumah mereka lalu meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal itu dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda, agar tidak dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.
Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah serangan yang dilaksanakan pada 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta secara besar-besaran yang direncanakan dan dipersiapkan oleh jajaran tertinggi militer di wilayah Divisi III/GM III, dengan mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan pemerintah sipil setempat berdasarkan instruksi dari Panglima Divisi III, Kol. Bambang Sugeng,] untuk membuktikan kepada dunia internasional bahwa TNI - berarti juga Republik Indonesia masih ada dan cukup kuat, sehingga akan memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB, dengan tujuan utama untuk mematahkan moral pasukan Belanda serta membuktikan pada dunia internasional bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakan perlawanan.
Fatahillah adalah tokoh yang dikenal mengusir Portugis dari pelabuhan perdagangan Sunda Kelapa dan memberi nama "Jayakarta" yang berarti Kota Kemenangan, yang kini menjadi kota Jakarta. Ia dikenal juga dengan nama Falatehan.
Nyi Ageng Serang lahir dengan nama Raden Ajeng Kustiyah Wulaningish Retno Edhi di Serang tahun 1752. Ayahnya adalah Pangeran Natapraja seorang penguasa Serang dan komandan perang Pangeran Mangkubumi . Ia juga keturunan Sunan Kalijaga .
Nyi Ageng Serang membantu ayahnya untuk berperang melawan pemerintah kolonial Belanda yang melanggar Perjanjian Giyanti . Setelah pertempuran, ia ditangkap dan dibawa ke Yogyakarta . Kemudian, dia dikirim kembali ke Serang.
KH Ahmad Rifa'i lahir di Tempuran, Kendal, Jawa Tengah tahun 1787. Beliau adalah pahlawan nasional yang juga seorang ulama pendiri PONPES, penulis buku semangat perjuangaN kemerdekaan.Beliau adalah pejuang yang gigih melawan penjajah sampai akhir hayatnya. KH Ahmad Rifa'i lahir wafat di Manado, Sulawesi Utara pada tahun 1871.
Sersan Dua KKO Usman Jannatin dan Harun Thohir adalah anggota KKO (Korps Komando kini disebut Korps Marinir Indonesia yang ditangkap di Singapura pada saat terjadinya Konfrontasi dengan Malaysia. Keduanya di hukum gantung oleh pemerintah Singapura pada Oktober 1968 dengan tuduhan meletakkan bom di wilayah pusat kota Singapura yang padat pada 10 Maret 1965.
Pahlawan Nasional itu dimakamkan di TMP Kalibata.
Jenderal Besar Raden Sudirman adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional. Mengawali karis ebagai seorang guru Sudirman akhirnya berhasil menjadi panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama, ia adalah sosok yang dihormati dunia.
Syafruddin adalah orang yang ditugaskan oleh Soekarno dan Hatta untuk membentuk Pemerintahan Darurat RI (PDRI), ketika Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap pada Agresi Militer II, kemudian diasingkan oleh Belanda ke Pulau Bangka tahun 1948. Hatta yang telah menduga Soekarno dan dirinya bakal ditahan Belanda segera memberi mandat Sjafruddin untuk melanjutkan pemerintahan, agar tak terjadi kekosongan kekuasaan.
Atas usaha Pemerintah Darurat, Belanda terpaksa berunding dengan Indonesia. Perjanjian Roem-Royen mengakhiri upaya Belanda, dan akhirnya Soekarno dan kawan-kawan dibebaskan dan kembali ke Yogyakarta. Pada 13 Juli 1949, diadakan sidang antara PDRI dengan Presiden Sukarno, Wakil Presiden Hatta serta sejumlah menteri kedua kabinet. Serah terima pengembalian mandat dari PDRI secara resmi terjadi pada tanggal 14 Juli 1949 di Jakarta.
Sultan Nuku Muhammad Amiruddin barangkali satu-satunya pahlawan nasional dalam sejarah Indonesia yang tak terkalahkan. Penguasa Kesultanan Tidore ini berkali-kali memukul mundur Belanda, bahkan akhirnya mampu mengusir penjajah dari Maluku Utara.
Selama 25 tahun berjuang melawan Belanda, tak sekalipun pernah menelan kekalahan. Maka tak heran, julukan The Lord of Fortune pun tersemat, berkah yang selalu mengiringi hidup sang pemimpin besar Kesultanan Tidore hingga wafatnya tanggal 14 November 1805,
From the publisher's feed