Secangkir Espreso Braindito

Secangkir Espreso Braindito

Download on the App Store

Secangkir Espreso Braindito episodes

  • Tips Menulis Skrip Podcast

    Membuat pertunjukan podcast atau siniar memang lebih sulit dibanding sekadar membuat artikel, tetapi jelas jauh lebih mudah dan murah dari membuat video.

    Alat-alatnya pun sebenarnya sederhana saja. Kita cukup menggunakan ponsel pintar atau laptop dengan mikrofon eksternal. Lalu, diedit dengan peranti lunak semacam Audacity.

    Bagaimana menulis naskah podcast-nya?

    Ini pun tidak serumit menulis skenario audiovisual. Ada tiga model skrip podcast:

    1. Model Naskah Kerangka (01:06)
    2. Model Skrip Artikel (01:42)
    3. Model Skenario Profesional (02:15)
    4. Untuk penulisan podcast model kedua dan ketiga, kita perlu memeriksa kembali kata-katanya. Ingat, kita menulis buat telinga. Menulis untuk didengar tidak sama dengan menulis untuk dibaca atau ditonton.

      Bagaimana cara menulis untuk telinga?

      Ada empat tips dasar:

      1. Hindari kata-kata yang kaku ketika dilisankan (03:14)
      2. Tulis dengan singkat, padat, dan jelas (03:36)
      3. Telinga harus paham (04:01)
      4. Bacalah dengan lantang (05:17)
      5. Begitulah cara praktis untuk menulis naskah podcast. Untuk penjelasan lengkapnya, langsung saja simak episode Secangkir Espreso Braindito kali ini. Akhirnya, saya mengucapkan: selamat podcasting!


        Jangan lupa like, subscribe, dan share kanal ini, ya....

        6 min
      6. 3 Jurus Kebal Baper saat Medsos, Blog, dan Siniar Kita Sepi

        Saking canggihnya teknologi internet, kadang-kadang, aktivitas dunia maya terasa begitu nyata. Buktinya, ketika akun-akun media sosial (medsos), weblog (blog), atau YouTube kita mengalami sesuatu, kita di balik layar ponsel atau laptop pun ikut baper.

        Kita mengunggah foto di Instagram, lalu jumlah like-nya bisa dihitung dengan jari, kita baper. Selama berbulan-bulan, kita rajin mengunggah video di YouTube, tetapi subscriber cuma bertambah sepuluh orang, baper lagi. Kita sudah merilis puluhan episode podcast, ternyata masih saja segelintir yang mau mendengarkan atau mengunduhnya, lagi-lagi baper.

        Merasa familier? Merasa punya masalah yang sama? Gampang baper dan semangat membangun aset digital cepat drop? Pahami dan kuasai tiga jurus kebal ini. Dijamin, tidak tersisa lagi baper-baper itu.

        • (01:26) JURUS KEBAL #1 untuk Kasus Akun Medsos yang Sepi Interaksi
        • (05:29) JURUS KEBAL #2 untuk Kasus Komentar Blog yang Cuma Segelintir
        • (09:23) JURUS KEBAL #3 untuk Kasus Medsos yang Jumlah Pengikutnya Terus Merosot
        • Oh ya, episode podcast Secangkir Espreso Braindito kali ini bukan buat Anda yang sudah populer di medsos, blog, atau Youtube. Karena justru orang-orang seperti Andalah yang dibicarakan di sini, hehehe...

          13 min
        • Mengenal Celtx, Software Penulisan Skenario yang Gratis, tapi Andal dan Legal
          Fungsi skenario krusial sebagai jembatan antara ide (abstrak) dan pertunjukan audiovisual (nyata). Skenario juga menjamin sebuah pertunjukan berjalan efektif, terstruktur, tidak bertele-tele atau mengulang-ulang informasi yang sama. Dengan begitu, alurnya bisa lebih lancar dan enak ditonton.
          Problemnya, menulis skenario agak berbeda dengan penulisan artikel atau cerpen. Ada rambu-rambu yang khas di sini. Makanya, aku menyarankan menggunakan software khusus untuk penulisan skenario.
          Ya, memang menggunakan Word untuk menulis skenario bisa juga. Tetap jadi juga skenarionya. Aku sendiri sebelum tahun 2018 masih memakai LibreWriter (seperti Microsoft Word di OS Windows). Namun, menyesuaikan tataletak format umum .doc menjadi format skenario secara manual itu ternyata bikin frustrasi. Apalagi kalau pesanan skenario sedang banyak-banyaknya.... wah, puyeng! :p
          Maka sejak 2018, setelah beberapa kali uji coba berganti peranti lunak atau scriptwriting software, aku menggunakan Celtx Scriptwriting. Peranti lunak berbasis web dan aplikasi ini sudah banyak dipakai oleh penulis-penulis Hollywood, sehingga tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.
          Yang kusuka, Celtx juga memiliki versi mobile yang andal, tetapi gratis (dan tanpa iklan!). Dengan begini, kita dapat menggarap skenario kapan saja, di mana saja, tanpa harus membuka laptop. Cukup dengan ponsel pintar, sambil rebahan pun skenario jadi. Hidup kaum rebahan! Hehehe....
          Selengkapnya, silakan simak episode podcast terbaru ini. Semoga bermanfaat!
          5 min
        • 4 Ciri Mentor yang Ideal untuk Kita
          Apakah kita tidak bisa sukses di bidang yang kita tekuni tanpa mentor? Apakah pebisnis atau profesional yang sukses selalu punya mentor?
          Tidak ada jawaban pasti untuk itu, mengingat setiap orang punya gaya belajar yang berbeda. Namun, secara umum, kita butuh mentor. Sebab, seorang mentor sudah pernah ada di posisi kita, juga mengalami kesulitan-kesulitan yang kita alami sekarang, dan ternyata bisa bertahan, bahkan sukses, maka nasihat-nasihat dan peringatan-peringatannya pasti bermanfaat bagi kita.
          Memiliki mentor dapat membuat kita lebih cepat meraih cita-cita baik personal maupun profesional. Karena kita tinggal menapaktilasi jalan suksesnya, tanpa perlu tersandung oleh batu atau lubang yang sama.
          Nah, bagaimana cara mendapatkan mentor? Sebelum pertanyaan itu, ada baiknya kita mengenali dulu apa itu mentor dan jenis-jenisnya. Juga ciri-ciri mentor yang sesuai dengan kita, yaitu berdasarkan:
          Jenis bidangnya
          Karakter personalnya
          Ideologinya
          Kesediaannya
          Untuk penjelasan detailnya, langsung saja simak episode podcast ini. Kalau dirasa bermanfaat, tolong bantu bagikan ke medsos, blog, WA, atau teman-teman lain yang sekiranya suka dengan tema-tema ini :)
          Salam sukses dan sehat,
          Braindito
          11 min
        • Blog Sepi Komentar? Ini 5 Keuntungannya!
          Jumlah komentar termasuk salah satu faktor yang membuat minder blogger pemula. Sedikit atau tidak ada komentar di setiap artikel blog biasanya membuat mereka kecewa, jengkel, atau malu. Cepat atau lambat, kalau mental dan motivasi kurang kuat, mereka akan berhenti nge-blog karena merasa apa yang dilakukannya tidak berguna.
          Sangat disayangkan, bukan? Apalagi kalau mereka sebenarnya tipe-tipe bloger potensial yang memang serius. Dalam arti, artikel-artikelnya khas dan punya nilai (berguna, inspiratif, atau menghibur).
          Kepada mereka, aku ingin mengatakan melalui video ini, "Hei, mau komentar di blog banyak, sedikit, atau tidak ada sama sekali, blog tetaplah blog. Kalian tetap disebut bloger! Malah menguntungkan, lo, kalau blog kalian nggak pernah dapet komentar..."
          Lebih detailnya, silakan simak podcast ini.
          - NB: Maaf, agak noisy, karena pengambilan suaranya outdoor ;)
          8 min
        • 6 Cara Praktis Mengemas Artikel Blog agar Lebih Menarik
          Menulis artikel blog itu mudah. Gampang banget! Yang sulit itu, kan, menulis artikel blog yang menarik. Embel-embel "menarik" inilah yang kita bahas di episode podcast kali ini.
          Sebenarnya, menarik atau tidak itu relatif. Menarik buat si A belum tentu menarik buat si B. Tergantung selera dan kepentingan masing-masing. Namun di sini, kita asumsikan tema artikel yang dipilih sudah sesuai selera dan kepentingan, sehingga memang dibutuhkan oleh target pembaca kita.
          Nah, sekarang bagaimana mengemas artikel blog itu agar lebih menarik? Inilah 6 cara praktis yang bisa dilakukan:
          Pastikan Tulisannya Nyaman di Mata
          Sampaikan dengan Cerita
          Gunakan Bahasa yang Sederhana
          Perkaya dengan Media Lain
          Jangan Salin-Tempel (Copy-Paste)
          Buat Judul dan Awalan yang Menarik
          Untuk penjelasan detailnya, langsung saja tekan tombol PLAY dan simak sampai habis. Kalau dirasa bermanfaat, tolong bantu bagikan ke medsos, blog, WA, atau teman-teman lain (khususnya bloger) yang sekiranya suka dengan tema-tema ini, ya... :)
          Salam sukses dan sehat buat semuanya!
          8 min
        • Google Snippet dan Cara Mengantisipasinya (sebagai Bloger)
          Saat perebutan posisi pertama di halaman hasil penelusuran atau Search Engine Result Page (SERP) Google bertambah ketat, muncullah pendatang baru ini. Kita menyebutnya Rank 0, karena posisinya memang di atas laman yang duduk di posisi pertama (Rank 1) di hasil pencarian organik. Inilah Featured Snippets, fitur resmi Google.
          Sebenarnya, Google Snippet sudah bertahun-tahun mewarnai SERP. Hanya, belakangan, kemunculannya terasa semakin sering, tambah canggih, dan kaya informasi. Konsekuensinya, jumlah pengunjung atau trafik kita tergerus. Portal-portal besar saja banyak yang mengalami penurunan trafik karenanya.
          Kehadiran Google Snippets menciptakan fenomena Zero Click. Betapa tidak, jawaban si pencari sudah dibocorkan di SERP. Jadi, meskipun kita sudah berhasil mendapat posisi di halaman pertama SERP untuk kata kunci tertentu, posisi teratas sekalipun, belum tentu ada yang mengklik link ke blog kita. Ya karena pencari lebih tertarik membaca "rangkumannya" melalui snippet ini.
          Jenis Google Snippets
          Ada setidaknya dua jenis featured snippet, yaitu:
          Answer Boxes atau Kotak Jawaban
          Knowledge Panel atau Panel Pengetahuan
          Bila kita melihatnya dari sudut pandang konsumen konten atau pencari informasi, inovasi Google ini sebenarnya sangat menguntungkan. Waktu browsing kita akan lebih pendek dan praktis.
          Kita juga bisa mem-booking hotel, penerbangan, membeli buku, kamera, sepatu, dan sebagainya melalui Google Snippet.
          Google bukan lagi cuma mengarahkan, "Oh, kamu cari informasi itu? Coba pergi ke sana." Sekarang, Google sudah, "Oh, kamu cari informasi itu? Ini dia, kami punya datanya. Mau beli sekalian? Silakan, lewat kami juga bisa."
          Dengan kata lain, Google bukan lagi hanya search engine, tapi juga portal yang serbaada.
          5 Cara Mengantisipasi Google Snippets
          Para pakar digital marketing menyarankan 5 langkah taktis ini supaya blog kita tetap "hidup" walaupun Google Snippet semakin agresif di SERP:
          Fokus solusi
          Lirik search engines lain
          Gunakan pendekatan omnichannel
          Pasang iklan daring
          Optimasi snippet
          Selengkapnya, silakan simak podcast ini. Terima kasih :)
          10 min
        • 2 Alasan Kemampuan Mendongeng Perlu Terus Diasah
          Pada era media audiovisual yang serbacanggih ini, banyak orang meninggalkan kegiatan mendongeng. Mungkin kurang terkesan keren. Padahal, justru pebisnis-pebisnis besar di luar sana mulai mengasah kemampuan mereka dalam mendongeng atau storytelling. Mendongeng adalah permainan imajinasi. Di sinilah keunggulan manusia yang tidak bisa ditiru oleh makhluk hidup lain. 
          Menurut Yuval Noah Harari, sejarawan Israel dalam bukunya, Sapiens: A Brief History of Humankind, manusia menjadi begitu dominan di bumi, justru karena kemampuannya berimajinasi.
          Di samping itu, semua orang cenderung suka didongengi, baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan. Buktinya, film, novel, komik, teater, selalu laris sebagai hiburan. Bahkan, bukan hanya cerita fiksi, kisah nyata pun sering membuat kita penasaran. Kalau istilah anak sekarang, kita ini adalah makhluk yang "suka kepo".
          Mendengarkan cerita memang aktivitas yang sangat alami bagi manusia. Sehari-hari, kita berbicara dan mendengar jauh lebih sering dibanding membaca dan menulis. Maka dari itu, manusia sudah sangat terbiasa untuk mendengar dan menikmati cerita.
          Selengkapnya, silakan simak episode podcast Secangkir Espreso Braindito ini. Semoga bermanfaat :)
          6 min
        • Pijat Refleksi: Cara Praktis dan Alami Menjaga Kesehatan
          Sepanjang 2019, alhamdulillah, aku hanya sakit (yang sampai membuat tidak bisa kerja) sekali, yaitu ketika traveling estafet Surabaya-Bandung-Ngawi-Madiun selama dua mingguan. Di luar itu, paling sakit-sakit ringan yang dibiarkan saja bisa sembuh-sembuh sendiri.
          Salah satu rahasianya adalah pijat refleksi. Daripada minum obat atau suplemen pabrikan, aku lebih suka pijat sehat. Terutama refleksologi. Juga merasa aman, karena pijat pasti tidak berdampak apa-apa terhadap ginjal secara jangka panjang. Beda dengan obat. Makanya dari dulu, aku tidak mau sedikit-sedikit minum obat.
          Masalahnya, apakah pijat refleksi bisa semanjur obat dalam menyembuhkan penyakit? Terkadang terbukti lebih manjur, malah! Tergantung kasusnya juga, sebenarnya. Untuk jelasnya, boleh simak episode podcast ini. Jangan lupa sharing ke media sosial, blog, via email, WA, atau lainnya, ke teman-temannya jika dirasa konten ini bermanfaat.
          Terima kasih sudah mendengarkan dan ngopi bersama Braindito :)
          8 min
        • Plus-Minus Blog Berbayar dan Blog Gratisan
          Dalam strategi marketing konten atau content marketing, blog wajib dimiliki oleh setiap penulis atau pebisnis, baik yang sudah berskala paus maupun yang masih kelas teri. Apapun tujuannya, baik bisnis maupun personal, sebuah blog yang terurus dengan baik pasti akan berguna. 
          Problemnya, platform blog atau blog engine ada banyak. Ada yang gratis, seperti Blogspot.com, WordPress.com, Tumblr.com, Medium.com, dll. Ada pula yang berbayar, dalam arti domain dan host-nya sewa sendiri. Mana yang lebih efektif dalam membangun brand kita? Episode podcast Braindito ini membahasnya secara detail, terutama dari sudut:
          Biaya Investasi
          Model Alamat Blog
          Kebutuhan akan Kemampuan Teknis
          Kemungkinan Hilangnya Aset (Blog)
          Seberapa Bebas Kita Mengatur Tampilan Blog
          Apa Kesan Orang Saat Melihat Blog Itu
          Selengkapnya, simak langsung, ya. Dan jika dirasakan bermanfaat, bolehlah minta tolong di-share kepada teman-teman lainnya atau di akun-akun media sosialnya :) Terima kasih.
          8 min

        About Secangkir Espreso Braindito

        From the publisher's feed

        Aku Braindito, atau Brahmanto Anindito, seorang penulis multimedia dan multiplatform. Di kanal podcast ini, aku ingin berbagi hal-hal praktis seputar kepenulisan multimedia.