Kalau aku tak tahu air mata ini kemana lagi harus bermuara. Kadang aku menyimpannya sebagai lautan.
Karena kau tak tahu diam diantara riang yang penuh kepalsuan.
Orang, memang mau? Mencari dasar tanpa tahu sebuah kedalaman.
Takut. Rasa itu menghantui setiap saat aku ingin mencari teman.
Bukan waktu yang dibutuhkan untuk penerimaan, tapi kesediaan. Sulit, aku punya kekuatan untuk orang lain tapi tidak untuk diriku sendiri. Kalau ada orang yang bilang aku bermuka dua, lalu mengapa aku berusaha terlihat baik baik saja. Sementara kubiarkan hatiku terbelah dua? Aku lupa, bahwa hati yang hancur tak mampu lagi dipatahkan.