Mazmur 69:28 (TB) (69-29) Biarlah mereka dihapuskan dari kitab kehidupan, janganlah mereka tercatat bersama-sama dengan orang-orang yang benar!
Kesimpulan: Selama berabad-abad pertanyaan mengenai keselamatan bayi-bayi telah diperdebatkan secara emosional. Perdebatan ini berlangsung terus karena pada kenyataannya penulis Alkitab tidak secara eksplisit mengungkapkan hal ini. Melalui berbagai pertimbangan dapatlah dikatakan bahwa ada pengharapan bagi keselamatan bayi-bayi. Kesimpulan saya, walaupun hal tersebut tidak diajarkan secara eksplisit, namun mengingat sifat Allah yang adil, ada kepastian untuk keselamatan bayi. Dan dengan kerendahan hati, kita memuliakan Tuhan kita yang pasti memberlakukan keadilan.
Dalam anugerah Allah, semua bayi yang meninggal dunia akan masuk ke dalam surga. Kita sudah melihat beberapa contoh di dalam Alkitab bahwa Allah dapat bekerja secara khusus pada diri bayi-bayi sejak mereka di dalam kandungan. Tidak tertutup kemungkinan bahwa Dia akan melakukan hal yang sama pada semua bayi.
Matius 19:14 (TB) Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."
Matius 18:2-5 (TB)
2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
Alasan lain berhubungan dengan keadilan Allah. Alkitab mengajarkan bahwa orang-orang berdosa akan dihukum berdasarkan motivasi dan perilaku mereka yang berdosa (Roma 2:6, 16, 27; 2 Korintus 5:10).
Roma 2:6, 16, 27 (TB)
6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,
16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.
27 Jika demikian, maka orang yang tak bersunat, tetapi yang melakukan hukum Taurat, akan menghakimi kamu yang mempunyai hukum tertulis dan sunat, tetapi yang melanggar hukum Taurat.
2 Korintus 5:10 (TB) Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.
Roma 1:18 (TB) Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.
Wahyu 20:11-12 (TB)
11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
Hal ini tidak berarti bahwa keselamatan seseorang ditentukan oleh perbuatan baik. Keselamatan adalah murni pemberian Allah di dalam Kristus Yesus. Perbuatan baik orang Kristen merupakan tujuan, bukan syarat, keselamatan (Efesus 2:10). Perbuatan baik hanya berdampak pada pujian atau pahala dari Allah (1 Korintus 4:5), bukan keselamatan. Namun, kebinasaan merupakan upah dosa (Roma 6:23; 1 Korintus 1:18). Orang-orang yang dihukum kekal dihakimi berdasarkan perbuatan mereka (Wahyu 20:12).
Sehubungan dengan hal ini, kita juga perlu mengingat bahwa murka Allah turun atas mereka yang “menindas kebenaran dengan kelaliman” (Roma 1:18). Artinya, mereka seharusnya sudah mengetahui keberadaan Allah melalui ciptaan (Roma 1:19-20) maupun hukum moral yang ditaruh Allah dalam hati setiap manusia (Roma 2:12-15). Mereka seharusnya memuliakan Allah berd