Bro, pencapaian tiap orang itu beda-beda kan. Kita harus tau, ibu dan doanya sudah lebih dulu bertarung sama waktu; buat memilihkan takdir yang kita mau.
Dulu kami seru. Dulu kami menyenangkan. Bak rumah kedua setelah keluarga, ketika bersama mereka rasanya aku menemukan pulang. Sampai-sampai aku tidak sempat berfikir. Jikalau semua hal itu pasti akan ada masanya.
Kamu selalu mengatakan, untuk sewajarnya saja dalam berperasaan dengan seseorang. Setiap waktu aku sudah selalu mencobanya. Tapi tetap saja kan, cinta yang tak berbalas, tetap akan menyakitkan untuk dirasakan.
Kalau memang sedang kehilangan arah, mungkin memang harus berhenti sejenak. Sebab, agar lebih berarti, beberapa hal memang perlu spasi. Hidup bukan hanya tentang berjalan dan merancang. Melainkan juga tentang duduk dan berbincang.