
Sign up to save your podcasts
Or


Seumur hidupnya, manusia mengejar kelebihan, kesempurnaan. Padahal di akhir hari, yang diinginkannya hanyalah menjadi baisa-biasa saja.
Kenapa harus takut? Hadapi saja. Sedih itu tanda bahwa beberapa hal yang hilang, memang penting. Tidak berburu-buru bahagia, adalah salah satu tanda penghormatan kita.
Tidak apa-apa kalau tidak tahu. Tidak perlu takut. Nanti ada jawabannya, kalau kita berani melangkah dan menceburkan diri dalam ketidaktahuan itu.
Dunia ini adalah lintasan lari raksasa yang di dalamnya berlangsung lomba lari beragam kategori.
Apakah benar, syarat hidup tenang adalah belajar untuk lebih bodo amat?
Di hari yang tenang, di siang paling terang, ingatlah akan badai. Mengingat badai berarti mengingat Tuhan pemilik segala. Mengingat bahwa segala yang kita punya, bisa diambil dari kita kapan saja.
Segala yang kita capai di hidup ini, tidak pernah semata karena usaha kita sendiri. Ada campur tangan semesta, berupa keberuntungan dan timing yang tepat.
Kita kira, hidup adalah tentang mencapai puncak secepat-cepatnya. Padahal bukan. Sama sekali bukan. Ia adalah setiap simpang, liku, dan jalan batu yang harus dinikmati, dan dijalani tanpa tergesa.
Ujian sebuah pertemanan itu bukan apakah mereka ada saat kita susah, tapi juga apakah mereka bisa dengan tulus berbahagia saat kita bahagia.
Beberapa orang, jalan hidupnya seperti sudah terpeta sejak awal mereka lahir ke dunia. Lantas bagaimana dengan kita? Harus kita berkecil hati karenanya?
From the publisher's feed