Di episode podcast kali ini akan membahas penting tidaknya belajar bahasa Inggris di era AI saat ini. Bersama tamu spesial, seorang trainer bahasa Inggris, Miss Yuli, dan dipandu oleh Tanadi Santoso, diskusi ini menyuguhkan sudut pandang baru bahwa teknologi sebaik apa pun tetap tidak bisa menggantikan sentuhan manusia dalam komunikasi.
Teknologi AI kini mampu menerjemahkan percakapan secara real-time, bahkan hanya dengan earbud atau aplikasi kamera. Tapi bagaimana jika baterai habis saat sedang presentasi penting? Atau bagaimana menjalin koneksi emosional dengan lawan bicara yang bukan mesin? Episode ini membahas bahwa kemampuan berbahasa bukan sekadar bisa ngomong, tapi menyampaikan dengan percaya diri. Sehingga kemampuan berbahasa tetaplah menjadi skill esensial, apalagi di dunia kerja yang makin global dan kompetitif.
Yang menarik, Anda juga akan mendapatkan insight praktis seputar how to learn English the fun way. Miss Yuli berbagi teknik mengajar grammar yang out of the box, seperti analogi "S karena butuh teman" hingga permainan reflektif yang menyadarkan bahwa Anda sebenarnya tahu banyak kosakata, tetapi hanya belum sadar saja. Selain membahas pentingnya bahasa Inggris, Miss Yuli juga membahas bagaimana cara menikmatinya sebagai proses yang menguatkan rasa percaya diri.
Tanadi Santoso sendiri juga membagikan kisah-kisah nyata bagaimana ia terjun langsung ke dunia presentasi berbahasa Inggris, termasuk saat "dipaksa" tampil di depan audiens global. Dari pengalaman itu, muncul pesan yang kuat, kita tidak perlu sempurna untuk memulai, kita hanya perlu cukup berani untuk mencoba. Karena ternyata, kemampuan bahasa Inggris bukan soal grammar semata tetapi soal keberanian untuk tampil, salah, dan tumbuh. Sehingga mempelajari bahasa Inggris di tengah kemudahan teknologi tidak hanya "perlu", tetapi semakin relevan.
"AI can speak for you, but AI will never be you".