
Sign up to save your podcasts
Or


Hello again, tale-listeners!
Udah pada siap-siap mau libur akhir tahun nih yaa?
Nah, spesial buat nemenin tale-listeners yang lagi mau memulai perjalanan liburannya, atau yang liburannya mau dihabiskan di rumah aja, Tika dan Ika juga menghadirkan episode yang spesial nih.. this is our 50th episode guyysss! We are so happy and proud to bring you this special episode, not only because this is the 50th but also because we invited two inspiring tale-tellers!
Eh, tapi sebentar, emang "Breaking the Mold" tuh artinya apa sih? Tenang, akan kita jelasin dulu sekilas ya.. pernah nggak tale-listeners dengar pertanyaan seperti: "Eh, yakin perempuan mau sekolah tinggi-tinggi? Nanti susah lho cari pasangan.." atau "Serius mau resign dari kerjaan yang udah settled dan mau buka bisnis sendiri di usia muda begini? Kalo gagal gimana?" Pastinya pernah yaa, walaupun mungkin bukan mengalami sendiri, tapi pernah dicurhatin sama teman atau saudara yang ngalamin ditanyain kayak gitu.. Nah, lepas dari kita mau mengakui atau tidak, ekspektasi sosial di Indonesia itu masih cukup kental sehingga kalau ada keputusan pribadi atau jalan hidup kita yang kurang sesuai dengan ekspektasi tersebut, biasanya akan jadi pertanyaan nih guys dari orang-orang sekitar, karena keputusan kita dianggap "berbeda" dari orang-orang pada umumnya.
Di episode yang spesial ini, Retha (@rethaarjadi), Co-Founder of Kalea Psychological Services, dan Adhit (@adhityasatriadi), Managing Director dari TMP Consulting akan membagi pengalaman pribadi masing-masing soal mengambil keputusan yang berbeda dari ekspektasi masyarakat pada umumnya.. penasaran seperti apa ceritanya dan tips-tips apa yang mereka berikan buat tale-listeners yang saat ini lagi galau mau ambil keputusan untuk melanjutkan pendidikan atau membuka bisnis sendiri? Yuk, langsung aja dengerin full episode-nya ya!
Happy holiday and happy listening! :)
--
Music provided by Anchor.fm
Hi again, tale-listeners!
Kayaknya udah nggak asing lagi yaa dengan istilah 'people pleaser', karena belakangan ini udah banyak banget artikel dan konten di social media yang membahas topik ini. Tapi sebenernya definisinya apa sih? Kenapa perilaku people pleasing ini bisa muncul? Is it always bad, or could it be acceptable in some particular situations? Nah, semua pertanyaan ini akan terjawab kalo tale-listeners dengerin episode ini sampai tuntas :)
Eh, tapi disclaimer dulu ya, Tika dan Ika simply did some research (dengan bantuan Google pastinya) sebagai referensi buat membahas topik ini, so we are just like you, learning to understand it better, not speaking as the experts on this topic. Tentunya di episode ini akan dishare juga tentang gimana caranya untuk overcoming this behavior ketika kita merasa kita mulai menunjukkan tanda-tanda menjadi people pleaser. Interesting enough to you? If yes, then you know what to do! Happy listening! :)
--
Music provided by Anchor
Helloo tale-listeners!
"How are you?"
Pasti ini jadi kalimat yang pertama kali kita tanyakan ketika kita reconnect dengan teman-teman yang udah jarang banget kontak-kontakan, padahal pada masanya dulu ketemu hampir tiap hari, ya kaan? Udah berapa lama nih guys nggak tanya kabar teman-teman di masa SMA atau kuliah dulu? Atau mungkin udah lama pengen reach out tapi belum pas terus waktunya?
Nah, di episode kali ini, Tika dan Ika mengajak Rinella dan Lina, our fellow Indonesian students (and classmates) back in Maastricht, untuk catch up nih, berhubung sejak lulus kuliah hampir 4 tahun lalu kayaknya udah jarang ngobrol bareng, hehe.. yang pasti, dari obrolan ini banyak hal-hal menarik dan agak nostalgic yang bisa menjadi sedikit informasi juga buat tale-listeners yang (mungkin) punya rencana atau sekedar tertarik untuk tinggal di Belanda. Karena sedikit beda nih dari biasanya, di episode ini ada trivia tentang Maastricht lho!
Penasaran? Yuk, langsung dengerin full episode-nya ya, happy listening! :)
--
Music provided by Anchor
Hi tale-listeners, it's been a long time!
Gimana kabarnya? Semoga semua dalam keadaan sehat yaa.. We are sooo happy to be back! :)
Setelah lebih dari 6 bulan "taking a nap", Tika dan Ika kembali membawakan episode baru nih buat tale-listeners! Udah pada kangen dong ya pastinya, hehehe.. Jadi kenapa sih sebenernya, kok lama banget hibernasinya? Emang ngapain aja? Nah, di episode ini pertanyaan itu bakal dijawab sama kita, selain akan ngebahas juga topik yang tertulis di judul episode kali ini nih, sebuah topik yang jadi common interest-nya Tika dan Ika, yaitu Badminton! Jadi, buat para BL alias badminton-lovers di luar sana, wajib dengerin ya! Hehe..
Eh, tapi apa hubungannya sama Covid-19? Tenang, semua akan bisa ditemukan kalo tale-listeners dengerin episode terbaru ini sampai selesai. Karena di bagian akhir, Tika dan Ika juga akan share tentang format baru dari episode-episode Tell the Tale selanjutnya. Yuk, makanya, supaya nggak penasaran, langsung aja klik Play dan jangan klik Pause sampai episodenya selesai ya! :) Happy listening!
---
Music provided by Anchor
Hi again tale-listeners!
Masih lanjut ngobrol tentang well-being, di penghujung Season 8 ini kita kedatangan Gina (@ginaanindyajati) yang berprofesi sebagai Psikiater. Sudah semakin lengkap yaa perspektif yang Tell the Tale hadirkan di topik well-being ini :) Selain berpraktik di rumah sakit dan klinik, aktivitas Gina juga meliputi mengajar dalam lingkup akademik dan memberikan edukasi mengenai kesehatan jiwa kepada masyarakat melalui berbagai seminar.
Mumpung lagi berkesempatan ngobrol bareng ahlinya, banyak banget yang dikupas tuntas di episode ini guys, mulai dari makna istilah well-being itu sendiri, keterkaitan antara kesehatan fisik dan mental, sejauh mana awareness tentang mental health berubah dari waktu ke waktu, sampai perbedaan antara profesi Psikiater dan Psikolog. Siapa nih yang masih tertukar-tukar atau justru menganggap kedua profesi tersebut sama? Nah, dijamin akan tercerahkan setelah dengerin penjelasan Gina di episode ini! Happy listening!
--
Music provided by Anchor
Hello tale-listeners! Kita udah nggak sabar nih mau melanjutkan obrolan terkait dengan well-being. Karena di episode kali ini, kita sudah kedatangan seorang health influencer, Rike (@healthywisebyrike), yang akan berbagi dengan kita untuk berdiskusi mengenai physical well-being.
Rike sendiri mulai tertarik mempelajari tentang healthy lifestyle ketika ia merasa berat tubuhnya saat itu kurang ideal. Dimulai dari memiliki goal untuk weight loss, namun perjalanan tersebut membuat Rike sadar bahwa tujuan dari menjaga kesehatan itu ternyata jauh lebih luas.
Dalam obrolan kali ini, Rike akan mengajak kita untuk memahami bagaimana sebenarnya mindset yang tepat ketika kita mau mulai membangun dan menjaga pola hidup sehat, yang biasanya memang erat sekali dengan topik olahraga dan juga nutrisi makanan sehat. Dalam akun instagram-nya, Rike juga sering sekali berbagi mengenai tips-tips berolahraga, karena ia percaya bahwa memulai olahraga itu sebenarnya sangat simple, pilihannya pun sangat banyak. Lebih hebatnya lagi, untuk terus bisa memperdalam pengetahuan tentang kesehatan dan tubuh manusia, Rike juga sedang mengikuti online course dari Harvard Medical School lho guys!
No need to wait any longer, enjoy the episode!
--
Music provided by Anchor
Hellooo tale-listeners!
Gimana nih kabarnya? Semoga kita semua sehat-sehat selalu yaa, both physically and mentally :)
Ngomongin sehat mental, di episode ini kita kedatangan tale-teller pertama kita di season tentang well-being, yang adalah seorang Psikolog! Karena sesungguhnya ngobrolin mental health kayaknya belum afdol ya kalo nggak ngundang salah seorang yang ahli di bidangnya, bener nggak?
Selain berpraktik sebagai Psikolog Klinis Dewasa yang aktivitasnya adalah memberikan konseling untuk klien individual maupun di perusahaan (Employee Assistance Program), Wulan juga aktif di komunitas pencari suaka dan refugee yang dikelola oleh UNHCR. Dari profil singkatnya aja kira-kira udah kebayang lah ya seberapa beragamnya permasalahan klien yang ditangani Wulan. Di episode ini Wulan menjawab berbagai pertanyaan Tika dan Ika tentang mental health, mulai dari why it matters, apa aja signs yang perlu kita perhatikan, sampai tentunya practical tips to maintain our psychological well-being.
Penasaran? Yuk kita belajar bareng, dengerin episodenya sampai selesai yaa! :)
--
Music provided by Anchor
Welcome to Season 8, tale-listeners! :)
We are so excited to introduce the topic we've chosen for this season to you (which you can guess from the title)! Yes, we are going to talk about well-being! Kalau ngomongin well-being sepertinya terdengar luas banget ya, tapi tenang guys, di season ini kita akan fokus ngobrolin 2 aspek, yaitu physical and mental well-being, karena keduanya saling berkaitan erat.. Setuju nggak?
Di episode introduction ini, Tika dan Ika akan cerita soal pendapat dan pengalaman pribadi masing-masing mengenai well-being. Mulai dari ngobrolin mental health awareness, clean eating, sampai tentunya beberapa tips (bukan from experts ya tapi, hehe) yang mungkin bisa dicoba juga nih tale-listeners. Nggak hanya itu, as always, di episode-episode mendatang kita juga akan ngobrol bareng dengan para ahlinya atau yang really passionate about this topic, supaya makin banyak pengetahuan dan informasi barunya! Yuk, langsung aja dengerin full episode nya :)
--
Music provided by Anchor
Hello again, tale-listeners!
Nggak terasa nih kita sudah sampai di penghujung season! Sebagai penutup dari obrolan mengenai buku, kita akan ditemani oleh tale-teller kita yaitu Raisa (@raisanabilaj).
Raisa yang ternyata udah bisa baca dari umur 3 tahun ini, sejak kecil memang sangat enjoy membaca buku fiksi. Bagi Raisa, membaca cerita fiksi benar-benar memberikan leisure tersendiri. Agak berbeda ketika ia membaca non-fiction books yang selain memberikan leisure, juga membuat Raisa merasa wawasannya jadi bertambah luas dan bisa cepat nyambung kalau lagi ngobrol dengan orang lain.
Nggak hanya suka membaca nih guys, ternyata hobi membaca ini membuat Raisa juga jadi sering menulis hasil informasi yang ia terima. Salah satu tulisan Raisa juga pernah dipublikasikan di the Jakarta Post lho tale-listeners! Menurut Raisa, sebuah pemikiran kalau tidak segera dituangkan ke dalam tulisan, lama-lama bisa jadi overwhelming buat diri sendiri. That's why, hasil tulisan Raisa sebenernya banyak banget, tapi sebagian memang hanya ditulis untuk dirinya sendiri.
Masih banyak lagi details obrolan seru dengan Raisa di episode kali ini. Yuk, dengerin full episode nya. Enjoy, and see you next season! :)
--
Music provided by Anchor
Helloo tale-listeners! Hope you are having a great weekend!
Masih di season mengenai buku dan membaca, di episode ke-4 ini kita kedatangan seorang tale-teller yang nggak hanya suka baca, tapi juga aktif mendedikasikan diri untuk membangun minat baca melalui berbagai aktivitas volunteering. Yuk, kita kenalan langsung sama Fajri Alfalah (@fajrialfalah)!
Selain pernah bergabung dengan sebuah NGO (Non-Governmental Organization) yang membangun Taman Baca di berbagai tempat, Fajri juga aktif dalam beberapa kegiatan volunteering lain yang erat kaitannya dengan literasi. Nah, di episode ini, Fajri juga cerita nih tentang awal kecintaannya terhadap membaca sejak kecil, bahkan saat masih kuliah, Fajri pernah berpikir “Mendingan nggak makan siang deh, supaya uangnya bisa dipakai buat beli buku!”.
Wah, luar biasa yaa keinginan membacanya! Bagi Fajri, membaca itu betul-betul membuat pikiran dan pandangannya semakin luas. Itulah kenapa ajakan membaca itu penting guys, khususnya bagi anak-anak. Masih banyak lagi hal-hal yang diceritakan Fajri soal membaca di episode ini, termasuk judul-judul buku yang punya peran signifikan buat hidupnya. Penasaran buku apa aja? Yuk, langsung aja dengerin episode lengkapnya ya!
--
Music provided by Anchor
From the publisher's feed