Melanjutkan podcast episode sebelumnya, obrolan kami membahas buku berani tidak disukai ini membawa kami pada satu hal, yaitu bagaimana kita bisa hidup berbahagia dengan tidak menghiraukan orang lain. Bila dengan melihat orang lain kita jadi insecure, lantas kenapa kita harus melihatnya? Bila dengan melihat orang lain kita jadi gelisah dan tidak bersyukur, kenapa kita harus melihatnya?