
Sign up to save your podcasts
Or


In today’s episode of Makna Talks, Dion Wiyoko talks about saying goodbye to a mother, accidental meets, and being an angry child.
Starting his career in early 2000, Dion Wiyoko is known as an actor, model, and soap opera star in Indonesia. He managed to play various roles in acting over the years and succeeded in his career. But altogether, his life wasn’t all about being in the entertainment industry. It’s way more than that. Listen to his journey only on Spotify!
Geng Puber tiba-tiba kembali di lift basement Menara 28. Di tengah kebingungan, mereka menemukan sebuah mobil tua yang terparkir namun masih berfungsi dengan baik. Mas Ray memberitahu misi kedua mereka, yaitu menyampaikan pesan maaf dari seorang Bapak untuk anak laki-lakinya. Dia adalah pilot pesawat jet yang pernah menabrak Gunung Salak. Mobil bergerak sendiri hingga masuk ke sebuah jalanan di Gunung Salak yang sepi. Dalam perjalanan, Mas Ray melanjutkan cerita tentang kekasihnya, Puput berusaha mengobati dan menyadarkan Mahmud, sementara itu radio mobil memutar berbagai channel sendiri, tapi semuanya menyiarkan suara wanita yang mirip dengan suara Nay. Mas Ray yakin itu suara Nay kekasihnya yang memberikan tanda untuk segera ditemui. Sampai tiba- tiba, mobil mereka menginjak sesuatu yang dirahasiakan oleh Ajay. Berbagai kesialan menemani sisa perjalanan mereka hingga akhirnya saat mereka sudah memasuki area gunung yang menanjak, mobil mereka terperosok di kaki Gunung Salak. Ajay akhirnya mengaku, tadi mobil mereka menginjak kepala…manusia. Jangan lupa dengarkan pake earphone biar lebih mantep!
—
Cast
Mas Ray: Iyas Lawrence
Ajay: Adit Insomnia
Mahmud: Syechan Machdar
Puput: Emma Montezuma
Rasta: Farid Rahman
Production Team
Director: Iyas Lawrence
Scriptwriter: Muthi’ah Khairunissa
Producer: Farid Rahman
Project Manager: Emma Montezuma
Unit Manager: Ahmad Fadly
Operator, Sound Engineer, Composer: Alfath A. Nugraha
Sound Assistant: Rizky Anjas
#TalksProduction
Puput, Ajay, Mahmud dan Rastha nyaris mati tenggelam. Ruangan itu seketika bau anyir darah, mayat-mayat bergelimpangan membuat mereka semakin ketakutan dan ingin buru-buru menyelesaikan misi itu. Dari sudut jeruji penjara, terdengar suara tangis kencang Amah Feng yang pelan-pelan menjauh. Mereka berusaha mengikuti suara tersebut. Pelan-pelan mereka berusaha mengambil hati Amah Feng dan menawarkan bantuan agar arwahnya tenang. Amah Feng akhirnya menceritakan sebab kematiannya yang tak tenang itu. Geng Puber berjanji akan menyampaikan pesan Amah Feng ke suaminya yang entah ada di mana. Janji itu menjadi perbincangan terakhir mereka dengan Amah Feng, namun sebuah masalah datang, saat Mahmud nekat ingin kabur sendirian dari misi itu. Mereka kembali tersedot dalam lorong waktu. Jangan lupa dengarkan pake earphone biar lebih mantep!
—
Cast
Mas Ray: Iyas Lawrence
Ajay: Adit Insomnia
Mahmud: Syechan Machdar
Puput: Emma Montezuma
Rasta: Farid Rahman
Amah Feng: Sailormoney
Production Team
Director: Iyas Lawrence
Scriptwriter: Muthi’ah Khairunissa
Producer: Farid Rahman
Project Manager: Emma Montezuma
Unit Manager: Ahmad Fadly
Operator, Sound Engineer, Composer: Alfath A. Nugraha
Sound Assistant: Rizky Anjas
#TalksProduction
Misi Pertama yang harus mereka selesaikan adalah menjemput pesan dari seorang Nenek Tionghoa bernama Amah Feng yang dulu ditahan di penjara bawah tanah Museum Jakarta oleh rezim Belanda. Arwah Noni Belanda, Pribumi hingga Tionghoa menggentayangi pencarian mereka. Mas Ray yang sejak awal meminta Geng Puber fokus mencari Amah Feng justru terdistraksi dengan arwah Nay, kekasihnya yang tiba-tiba menampakkan diri. Sosok Amah Feng tak kunjung menampakkan dirinya, hingga mereka tiba di sebuah bunker yang riuh dengan suara teriakan dan tangis manusia. Di sana, mereka menemukan ratusan orang Tionghoa yang terjebak mati mengenaskan. Di samping jeruji tahanan, akhirnya menemukan seorang Nenek duduk menghadap ke arah luar seperti menunggu seseorang. Belum sempat berbicara dengannya, tiba-tiba hujan deras dan lonceng berbunyi tiga kali. Seketika bunker itu dipenuhi air, menenggelamkan mereka bersama arwah tahanan. Jangan lupa dengarkan pake earphone biar lebih mantep!
—
Cast
Mas Ray: Iyas Lawrence
Ajay: Adit Insomnia
Mahmud: Syechan Machdar
Puput: Emma Montezuma
Rasta: Farid Rahman
Production Team
Director: Iyas Lawrence
Scriptwriter: Muthi’ah Khairunissa
Producer: Farid Rahman
Project Manager: Emma Montezuma
Unit Manager: Ahmad Fadly
Operator, Sound Engineer, Composer: Alfath A. Nugraha
Sound Assistant: Rizky Anjas
#TalksProduction
Puput, Ajay, Mahmud dan Rastha tiba tiba di lantai yang gelap, lalu mencari petunjuk keberadaan Mas Ray. Tak ada tanda-tanda yang menunjukkan Mas Ray ada di sana, membuat mereka berdebat tentang melanjutkan pencarian atau segera kabur dari tempat itu. Namun, Ajay yang menantang rasa takutnya berhasil menemukan Mas Ray yang sedang melakukan sebuah ritual aneh dan depresi di sebuah tangga gedung. Mereka menyelamatkan kesendirian Mas Ray yang berbulan-bulan terjebak di Lantai 14. Mas Ray akhirnya menceritakan alasannya sampai di tempat itu dan jika ingin keluar ia harus menyelesaikan beberapa misi terlebih dahulu. Misi itu harus ia selesaikan bersama beberapa orang terdekat-nya. Mendengar semua itu, Geng Puber sepakat membantu Mas Ray menyelesaikan misi. Lift seketika bergerak. Jangan lupa dengarkan pake earphone biar lebih mantep!
—
Cast
Mas Ray: Iyas Lawrence
Ajay: Adit Insomnia
Mahmud: Syechan Machdar
Puput: Emma Montezuma
Rasta: Farid Rahman
Production Team
Director: Iyas Lawrence
Scriptwriter: Muthi’ah Khairunissa
Producer: Farid Rahman
Project Manager: Emma Montezuma
Unit Manager: Ahmad Fadly
Operator, Sound Engineer, Composer: Alfath A. Nugraha
Sound Assistant: Rizky Anjas
#TalksProduction
From the publisher's feed

3 Listeners

0 Listeners