
Sign up to save your podcasts
Or


Upacara Rajasuya mengangkatan Yudistira menjadi samrat atau raja diatas raja, di rusak oleh Supala. Dia tidak setuju atas jabatan yang diberikan kepada Sri Kresna, dengan sombongnya Supala menghindak Kresna dihadapan tamu undangan.
Namun disayangkan, Supala tewas di tangan Kresna karena kesabarannya sudah habis untuk Supala.
Eyang Bisma penasaran, ada peristiwa apa yang sudah terjadi waktu lalu hingga Supala begitu dendam dengan Kresna, Bala dewa akhirnya menceritakan masa lalu Supala dengan Sri Kresna.
Saran dan Kolaborasi : [email protected]
Kagetnya Sengkuni dan Duryudana setelah dapet kabar kalau kerajaan Magadha berhasil dikalahkan dan menjadi sekutu Indraprasta. Atas usul Sengkuni rapat paripurna Kerajaan Hastina pun diadakan, dan ruang sidang penuh oleh para Kurawa dan petinggi kerajaan. Terlihat Dorna, Eyang Bisma memasuki ruang rapat diikuti oleh Yamawidura.
Setelah rapat paripurna, Duryudana mengambil keputusan untuk menghadiri upacara Rajasuya di kerajaaan Indraprasta yang menjadi syarat untuk menjadi Samrat.
Saran dan kolaborasi: [email protected]
Dikala pertempuran antara Indraprasta dan Magadha sudah hampir berakhir, dengan ditangkapnya Patisupala malah jadi tawanan oleh Baladewa. Tiba-tiba Jarasanda datang dengan kereta kencana dan cambuknya, Bima siap menghadang Jarasanda, pertempuran pun dimulai!
Kekalahan Magadha berakhir karena tewasnya Jarasanda. Tetapi Supala berakting bahwa dia siap bersedia dibawah pemerintahan Indraprasta dan meminta izin ke Krisna untuk kembali ke pemerintahan Magadha dengan prajurit.
Saran dan kolaborasi: [email protected]
Pada akhirnya pertempuran Indraprasta dan Magadha tidak dapat terhindar lagi. Tanpa diberi komando, pasukan Magadha segera menerjang pasukan Indraprasta.
Pertarungan menjadi sengit diantara keduanya. Tapi secara perlahan, pasukan Magadha mundur setapak demi setapak. Dan tanpa kenal lelah, Magadha menambah pasukan gajah dari Supala. Pasukan Indraprasta pun kocar kacir dengan pertempuran pasukan gajah dari Magadha.
Di tengah pertempuran pasukan Gajah Magadha dan Pasukan Indraprasta, terjadi ejekan antara Supala dan Baladewa, hingga mengakibatkan pertempuran itu lebih sengit.
Sampai akhirnya Supala mengalami kekalahan terkena jurus sakti dari Baladewa, Hingga akhirnya pertarungan tersebut sempat berhenti. Tidak sampai disitu, dengan licik Magadha, Musuh utama Indraprasta "Jarasanda" Muncul di hadapan Bima.
Tapi apakah akan terjadi perang antara Bima dan Jarasanda? Dan apa yang terjadi dengan Patisupala?
Saran dan Kolaborasi: [email protected]
Pasukan Indraprasta yang dipimpin langsung oleh Pandawa 5 akhirnya mulai bergerak untuk menyerang kerajaan Magadha atas pembangkangannya menolak pengangkatan Yudistira menjadi Samrat atau Raja Diraja.
Sri Kresna pun mengajak pasukan lain dari kerajaan Dwakara dan Mandura yang dipimpinan Prabu Baladewa.
Sementara dalang dari perpecahan ini, Sengkuni & Duryudhana tetap memantau pergerakan pasukan Indraprasta dari Hastinapura dengan membocorkan rencana Pandawa 5.
Saran dan Kolaborasi: [email protected]
Rencana licik Sengkuni untuk menggagalkan pengangkatan Yudistira menjadi Samrat atau Raja Diraja mulai membuahkan hasil. Sekutu terdekatnya, Raja Jarasanda jelas-jelas menolak keras pengangkatan Yudistira.
Utusan dari Indraprasta pun jadi bantalan amarah Raja Jarasanda. Hal tsb memicu Sri Kresna dan Pandawa 5 untuk bersiap menyerang kerajaan Magadha.
Saran dan Kolaborasi: [email protected]
Rencana licik Sengkuni untuk menggagalkan pengangkatan Yudistira menjadi Samrat atau Raja Diraja mulai membuahkan hasil. Sekutu terdekatnya, Raja Jarasanda jelas-jelas menolak keras pengangkatan Yudistira. Utusan dari Indraprasta pun jadi bantalan amarah Raja Jarasanda.
Hal tsb memicu Sri Kresna dan Pandawa 5 untuk bersiap menyerang kerajaan Magadha.
Saran dan Kolaborasi: [email protected]
Pandawa 5 dan para raja2 lainnya mendapat undangan pertemuan ke Indraprasta dari Kresna & Baladewa. Agenda dari pertemuan itu adalah dalam rangka membahas pengangkatan Yudistira menjadi Samrat atau Raja Diraja atau Maharaja dengan kekuasaan yang mutlak.
Mendengar rencana tsb, tentunya membuat Sengkuni & Duryudhana sebagai kakak tertua dari keluarga Kurawa menjadi murka!
Saran dan Kolaborasi: [email protected]
Sandiwara Radio yang diambil dari kisah Mahabrata berjudul "Asal Muasal Pandawa & Kurawa".
Berawal dari sebuah Kerajaan Hastinapura yang dipimpin seorang Raja bernama Prabu Sentanu, beristrikan Dewi Ganggangwati. Kisah bermula saat Dewi Ganggangwati pergi meninggalkan Prabu Sentanu dan anak mereka yang bernama Dewa Brata.
Saran dan Kolaborasi: [email protected]
Sebuah Sandiwara Radio yang diambil dari kisah Mahabrata berjudul "Asal Muasal Pandawa & Kurawa".
Berawal dari sebuah Kerajaan Hastinapura yang dipimpin seorang Raja bernama Prabu Sentanu, beristrikan Dewi Ganggangwati. Kisah bermula saat Dewi Ganggangwati pergi meninggalkan Prabu Sentanu dan anak mereka yang bernama Dewa Brata.
Saran & kolaborasi: [email protected]
From the publisher's feed