Sepak bola jadi menarik karena melahirkan drama-drama. Bukan cuma yang terjadi di lapangan, tetapi juga di luar lapangan. Persisnya di pinggir lapangan. Lebih persis lagi, drama-drama yang dilahirkan oleh pelatih.
Drama bagaimana yang dimaksud? Kita mungkin bisa mengingat nama para pelatih flamboyan semacam Arrigo Sachi, Cesar Luis Menotti, Sir Bobby Robson, Fabio Capello, atau dua pelatih besar yang berangkat dari pemain besar; Johan Cruyff dan Franz Beckenbauer. Atau legenda semacam Sir Matt Busby atau Bill Shankly. Namun drama yang mereka hadirkan lebih kepada pertunjukan diri sendiri. Tidak ada persaingan yang meledak jadi perseteruan.
Sampai kemudian kita tiba pada Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger, lalu, tentu saja, Jose Mourinho. Secara tak langsung, apa yang terjadi di antara mereka, drama-drama yang muncul, membuat Liga Inggris mendapatkan perhatian yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Para penggila sepak bola, tidak lagi sekadar fokus ke pertandingan, tetapi juga menanti drama-drama mengejutkan sebelum dan sesudah pertandingan.
Ferguson dan Wenger telah menepi. Mourinho masih ada, dan kelakuannya pun belum berubah banyak. Dan sepak bola bertambah semarak lantaran dia kini punya lebih banyak seteru. Terbaru, juru taktik Liverpool, Jurgen Klopp
Jelas Klopp adalah lawan yang sangat seimbang bagi Mourinho. Sama-sama sebangsa Bang Jago. Sama degil sama tengil. Piawai meramu taktik, hebat dalam mengelola gestur, sekaligus mahir merangkai kata yang mampu menyihir siapa pun yang mendengarnya.
Pertanyaannya, siapakah yang akan jadi Bang Jago sejati? Tahun lalu, Mourinho masuk di tengah jalan. Klopp menang. Bagaimana sekarang?
#tebas #tendanganbebas #mourinho #klopp #sepakbola