
Sign up to save your podcasts
Or


Rejeki memang gak bisa ditebak. Kadang-kadang kalau rejeki lagi seret, kita harus keluar dengan kiat kreatif untuk menyiasati ketiadaan uang di dalam dompet. Kalimat seperti “Eh talangin gue dulu dong” memang jadi andalan di kala gaya hidup sudah melampaui biaya hidup. Tapi apa boleh buat, you do what you have to do to survive.
Kebelet boker tidak mengenal warna kulit, ras, kepercayaan ataupun usia. Dia bisa menyerang siapa saja, kapan saja. Yang jadi pertanyaan adalah, sudah siapkah kita jika kelak tiba waktunya? Kiat apa sajakah yang harus ditempuh? Episode ini tidak menawarkan jawabannya. Malah bisa jadi menambah pertanyaan. Selamat menikmati, resiko ditanggung sendiri.
Jaman sekolah pasti sering dianjurkan atau malah dipaksa ikut kegiatan ekstrakurikuler. Tapi, ada satu cabang ekskul yang malah dilakukan pada jam pelajaran. Ekskul yang ini gak nambah nilai tapi yang pasti nambah pengalaman.
Ada apa dengan Ucup? Ternyata Ucup gak bisa tidur kalau gak di tengah kerumunan orang loh. Tapi bohong! Gak suka dibohongin? Ya gak apa-apa. Semua terserah padamu, aku begini adanya. Kuhargai keputusanmu….terusin sendiri ya.
Ternyata gak cukup satu episode untuk membahas kejahilan masa muda. Topik ini memang selalu seru untuk dibahas. Episode ini masih bercerita tentang prank. Ada yang kelewat batas, ada juga yang terlalu kelewat batas. Lagipula, siapa sih yang gak pernah jadi pelaprank alias pelaku prank?
Nge-prank teman itu biasa. Tapi, ada beberapa kisah prank yang memang terlalu luar biasa untuk gak diceritakan. Yang harus diingat adalah, berani nge-prank berani di-prank! Karma is real, bitches!
Biasanya setiap mudik ada aja kejadian-kejadian menarik yang bisa diceritakan begitu sampai di tujuan. Nah, kalau di tahun-tahun kemarin biasanya kita sudah atur jadwal mudik, pesan tiket dan lain-lain, tahun ini kayaknya niatan itu harus ditahan dulu. Mungkin tahun ini kita bisa sedikit mengambil inspirasi dari 2 judul film Spider-Man. Kalau Ramadhan kemarin dirayakan dengan homecoming, baiknya Ramadhan tahun ini dirayakan far from home.
Kadang nama panggilan atau julukan bisa nempel sampai tua. Saking nempelnya sampai-sampai nama julukannya lebih dikenal daripada nama aslinya. Dari mana sih asalnya nama julukan? Apa ada yang riset dulu sebelum memberikan nama julukan? Apakah sudah saatnya bagi pemerintah mulai mengalokasikan dana untuk riset nama julukan?
Pandemi ini emang udah mulai ngeselin ya. Mau ini itu jadi nggak bisa. Mau jalan -jalan aja susah. Jadi sirik sama si ET yang bebas kemana aja semau dia. ET ini maksudnya bukan aliennya Steven Spielberg loh, tapi Edi Tansil. Hayo…siapa yang inget sama Edi Tansil?
From the publisher's feed