Ustadz abdurrahman wahid, Lc. M.A

Ustadz abdurrahman wahid, Lc. M.A

By Abdurrahman wahidReligion & SpiritualityIslam
Download on the App Store

Ustadz abdurrahman wahid, Lc. M.A episodes

  • Sikap Muslim Menghadapi Musim Hujan

    Sebentar lagi musim Hujan

    bagaimana caranya menghadapi musim hujan menurut agama

    Official Social Media :

    https://www.youtube.com/channel/UCln85dGP1giffjjcPvnzQ5Q?view_as=subscriber

    https://www.instagram.com/ustadzwahid/?hl=id

    https://www.facebook.com/abdurrahman.wahid1

    Jika mau konsultasi bisa DM ke

    https://www.instagram.com/rumahkonsultasiumat/

    8 min
  • Sikap Seorang Muslim Menghadapi Tantangan Kehidupan

    مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

    Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allah; barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (Qs at-Taghâbun/64:11)

    Imam Ibnu Katsîr rahimahullâhberkata: “Maknanya: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allah Ta’ala, kemudian dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allah Ta’ala), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allah Ta’ala tersebut, maka Allah Ta’ala akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar, bahkan bisa jadi Allah Ta’ala akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan sesuatu yang lebih baik baginya.”

    Oleh karena, hendaknya kita mampu bersikap benar dalam menghadapi segala macam bencana atau tantangan

    8 min
  • Disiplin Waktu

    Disiplin adalah kunci sukses, sebab dalam disiplin akan tumbuh sifat yang teguh dalam memegang prinsip, tekun dalam usaha maupun belajar, pantang mundur dalam kebenaran, dan rela berkorban untuk kepentingan agama dan jauh dari sifat putus asa. Perlu kita sadari bahwa betapa pentingnya disiplin dan betapa besar pengaruh kedisiplinan dalam kehidupan, baik dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa maupun kehidupan bernegara.


    Disiplin dalam penggunaan waktu perlu diperhatikan dengan seksama. Waktu yang sudah berlalu tak mungkin dapat kembali lagi. Demikian pentingnya waktu sehingga berbagai bangsa menyatakan penghargan terhadap waktu. Orang Inggris mengatakan Time is money (waktu adalah uang), peribahasa Arab mengatakan”, (waktu adalah pedang) atau waktu adalah peluang emas, dan kita orang Indonesia mengatakan: ‘’sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tak berguna’’.
    Tak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang berhasil mencapai sukses dalam hidupnya adalah orang-orang yang hidup teratur dan berdisiplin dalam memanfaatkan waktunya. Disiplin tidak akan datang dengan sendirinya, akan tetapi melalui latihan yang ketat dalam kehidupan pribadinya.
    Ada empat cara agar kita tidak menjadi orang-orang yang melalaikan waktu, antara lain: (1) beriman, (2) beramal saleh, (3) saling berwasiat dalam kebenaran, (4) saling berwasiat dalam kesabaran.

    7 min
  • Masjid Rumah Bagi Orang Bertaqwa

    Masjid tempat yang sangat mulia di muka bumi. Bagi orang yang bertaqwa masjid merupakan rumah yang sangat di rindukan. bahkan rasulullah saw sendiri yang menyebutkan Bahwa masjid rumah bagi orang bertaqwa.

    6 min
  • Mental Pemenang Dunia AKhirat (Uluwwul Himmah)

    Imam Ibnul Jauzi, rahimahullah, mengatakan: “Himmah itu lahir seiring dengan lahirnya manusia dan disifati dengan dua sifat, yaitu himmahnya tinggi atau himmahnya rendah”. Dari pembahasan ini dapat kita simpulkan bahwa himmah itu hanya disifati dengan dua sifat, yaitu tinggi atau rendah, dan tidak ada sifat ketiga (sedang-sedang). Dalam diri seseorang hanya akan ada salah satu diantara dua sifat tersebut, jika tidak tinggi maka rendah.-

    Tinggi atau rendahnya himmah sangat mempengaruhi kinerja dan pola hidup seseorang. Orang yang memiliki himmah(ambisi/tekad) yang tinggi, hidupnya akan lebih teratur, kegiatnnya lebih tersusun, tujuannya lebih jelas dan hidupnya lebih bersemangat. Orang dengan himmah yang tinggi akan mengatur setiap kegiatannya agar benar-benar bermanfaat dan mendukung tercapainya harapan yang ia cita-citakan. Ia akan meninggalkan kegiatan-kegiatan kurang bermanfaat dan sia-sia apalagi yang merugikan. Orang yang memiliki himmah yang tinggi akan memiliki target yang besar dan tujuan yang agung kemudian konsentrasi pada tujuan yang ingin dicapainya, serta melakukan segala hal yang kiranya menjadi syarat terwujudnya tujuan tersebut.

    Seorang muslim yang memiliki himmah yang ‘aaliyah, yang tujuan hidupnya hanyalah Allah semata, ingin menggapai ridho-Nya dan mendapatkan surga-Nya, akan melaksanakan setiap perintah-perintah-Nya tanpa sedikitpun inkar dan tidak akan melanggar larangan-larangan-Nya. Segala sesuatu yang dapat menghambat tercapainya tujuan ini akan ia tinggalkan.

    Bagaiimana agar memiliki Uluwwul himmah tersebut

    11 min
  • Rumah Yang Dilimpahi Kebahagiaan

    Rumah bukan sekadar tempat untuk berlindung dari panas dan hujan. Lebih dari itu rumah adalah tempat menyemai kebahagiaan bersama keluarga. Jika rumah tidak lagi mampu memberi rasa bahagia, lalu di mana lagi kita akan mencari kebahagiaan itu? Bukankah Rasulullah pernah bersabda:

    أَرْبَعُ مِنَ السَّعَادَةِ: الْمَرْأَةُ الصَّالِحَة، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيْء

    Ada empat perkara yang termasuk kebahagiaan: Istri salihah, tempat tinggal yang lapang, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman. (H.r. Ahmad, Ibnu Hibban dan Abu Dawud ath-Thayalisi)

    Kebahagiaan di dalam rumah tidak bergantung pada kemegahannya. Tidak pula pada kemewahannya. Telah banyak bukti, bahwa megahnya rumah tak mampu menyelamatkan keluarga dari kehancuran. Bukan faktor materi yang bisa menghadirkan kebahagiaan di rumah, tetapi sikap yang menjadi ikhtiar untuk mewujudkan kebahagiaan hakiki.

    Beberapa ikhtiar yang penting untuk dilakukan itu adalah:

    8 min
  • Amalan Berpahala Unlimitide

    Diantara kasih sayang Allah Subhanahu Wata'ala kepada manusia adalah Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan amalan manusia, sekecil apapun amalan tersebut. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ia adalah kebajikan, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.” (Qs. An-Nisaa’: 40).

    Satu amalan dilakukan seorang hamba tidaklah Allah balas dengan satu pahala saja. Akan tetapi, Allah Subhanahu Wata'ala akan melipatkan pahala amalan tersebut, minimal sepuluh kali lipat, bahkan bisa mencapai tujuh ratus kali lipat. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat” (Hr. Muslim).

    Selain kaidah dalam pemberian pahala seperti yang dijelaskan tersebut, dalam Alqur’an dan hadis Nabi dijelaskan bahwa terdapat beberapa amalan yang pahalanya dilipatgandakan lebih dari tujuh ratus kali lipat, yaitu dilipatkan tanpa batas. Apa sajakah amalan tersebut?


    9 min
  • Amalan-Amalan Berpahala Seperti Shalat Malam

    "Qiyamul lail" (shalat malam) mempunyai kedudukan yang agung di sisi Allah -azzawajalla-. Ia adalah shalat yang paling utama setelah shalat "fardu" (wajib). Keistimewaannya tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga mencegah pengamalnya terjatuh ke dalam dosa.

    Sesungguhnya di antara rahmat Allah -azzawajalla- kepada hamba-hamba-Nya, Dia berikan kepada kita amalan-amalan mudah yang pahalanya menyamai pahala shalat malam. Siapa yang luput melakukan shalat malam atau lemah melaksanakannya, janganlah melewatkan amalan-amalan tersebut agar berat timbangan amalnya. Ini bukanlah ajakan untuk meninggalkan shalat malam, "Salafusshalih" -rahimahumullah- (generasi terdahulu kita) tidak memahami seperti itu, mereka giat dalam setiap medan kebaikan.

    Rasul kita menunjukkannya kepada kita untuk menambah kebaikan-kebaikan kita dan memberatkan timbangan kita. Marilah kita amalkan.

    Apa saja Amalan amalan tersebut ?

    15 min

About Ustadz abdurrahman wahid, Lc. M.A

From the publisher's feed

Bagaimana memasuki new Normal dengan Tawakkal