Ada rindu yang telah disampaikan, tapi kenapa tidak memunculkan kepuasan hati? Rasa semakin berontak. Jarak kian membentang, apakah ada rasa yg belum diungkapkan? Katanya semua hilang, kenapa masih membekas!
Tanpa sadar media sosial menjadi racun dalam diri. Adanya validasi terkadang tidak hanya digunakan sebagai bahan refleksi, melainkan hidup dibawah ekspektasi orang lain. Mau sampai kapan, hidup dibawah ekspektasi, validasi dan menyenangkan hati orang lain?
Hal yang romantis tak selamanya manis, apabila hanya seberkas kalimat semata. Pertemuan bukan penawar yang tepat. Ada apa dibalik hal yang manis dan pertemuan? Latar musik: https://youtu.be/LwbxGdcSbx8l
Seseorang sedang berangan, bahwa semua akan kesampaian. Ia yang lelah, akan menghilang bukan bilang. Asik sekali ia berbisik, bahwa semua akan baik. Lalu, apa hubungannya dengan pereda?
Perbedaan pendapat menyebabkan ketakutan yang menimbulkan trauma. Ketakutan yang ada membekas dan menumbuhkan pertikaian. Akankah pendapat dapat menjadi perekat atau hanya sekadar perdebatan yang menimbulkan permasalahan baru. Pendapat perlu dikemukakan agar tidak berakhir pada bualan semata. Segala sesuatu diperlukan apresiasi dengan sepenuh hati untuk menambah inspirasi.
Topik obrolan yang berubah, keadaan yang berbeda, jalan yang tak serupa. Kondisi yang terjadi, ketika memasuki semester tua. Hmm, yang kekal memang sebuah perubahan.
Perubahan mengajarkan betapa pentingnya waktu. Waktu itu uang, peluang tak akan terulang, tak akan semua diproleh di waktu luang. Seseorang yang datang dan pergi, itu juga perihal waktu. Tapi, waktu bukanlah pelaku dari semua yg telah berlaku. Sumber musik latar: https://youtu.be/kdqsmD7xzP4