Bersama teman saya Erin Dwi (podcast : ngobrolin karir @spotify), seorang recruiter yang mempunyai pengalaman dalam dunia human resources dan recruitment.
kami berbincang tentang intellectual quotient vs Emotional quotient. bagaimana saat ini para recruiter tidak melihat kandidat dari kepintarannya saja, namun dari Emotional quotientnya juga.
saya juga berbincang tentang dilema antara bergaji besar dengan persaaan fullfilment disaat kita produktif didalam karir walaupun bergaji kecil (gak kecil kecil banget sih kalau bisa).
dinamika ini sering dirasakan para first jobbers. apakah mereka melalu jalur karir yang tepat atau malah menjauh dari karir impiannya.
simak selengkapnya di #podcast #yashamoment
Note : ada perbedaan penyebutan IQ dan EQ antara gw dan Erin, gw nyebut dengan english tapi Erin nyebut dengan Bahasa. hehehe hati2 ketuker ya..
01:23 - hiring is guessing, firing is knowing
01:00 - IQ tinggi sudah pasti sukses?
17:14 - pengalaman belajar yang buruk saat kecil membuat seseorang benci dengan yang namanya belajar
23:20 - nilai akademis tidak mempengaruhi
41:00 - mengukur EQ untuk ngehiring orang
44:40 - gimana recruiter melihat orang dengan EQ yang baik?
48:10 - 1 level diatas passion
1:00:40 - gary vee and joe rogan story
1:11:50 - definisi influencer
1:17:40 - Dilema gaji besar dan produktifitas