1/2 isi
Download on the App Store

1/2 isi episodes

  • Merantaulah selagi sempat ~ Obrolan dengan Efi Yanuar

    Lulus dari Fakultas Komunikasi Jurusan Jurnalistik, menjadi wartawati di Ibu Kota, coba-coba program work and holiday di Australia selama setahun, sejak itu ia mengembara ke berbagai negara hingga kini memilih berkebun dan mengurus ternak di Kolombia, sebuah negara terjauh yg bisa dijangkau dari Indonesia.

    Apa sih yang dia cari? 

    ---
    This episode is sponsored by
    · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
    35 min
  • Dia yang memilih bukan sebagai turis. Tapi perantau ~ Perbincangan dengan Efi Yanuar

    Apa yang biasanya terbayang ketika kenalan kita tinggal di Luar Negeri? 

    Studi di universitas kelas dunia? Project/Pekerjaan keren? Keliling negara-negara dengan pemandangan bikin takjub orang? Aktivitas seru yang layak mengisi feed dan story media sosial? 

    Semuanya benar dan sah. Dan buat saya, sebagian besar kenalan yang tinggal di Luar Negeri (menjadi diaspora) memang seperti itu. Sangat seru kelihatannya. Dan bikin pengen.

    Tapi kawan saya satu ini lain. Usianya enam tahun lebih muda dari saya, dan sekarang dia sudah 4 tahun tinggal di Kolombia (tetangga tepat belakang rumah kita yang di Indonesia, karena posisinya yang memang tepat beda 12 jam. Artinya kalau sekarang jam 12 siang, di sana jam 12 malam).

    Dia merantau di Kolombia, setelah beberapa negara dia juga sempat rantau sebelumnya. Tinggal di sebuah desa kecil, jauh dari pusat kota.  Dia gunakan tabungannya hasil  merantau di negara sebelumnya untuk membeli lahan, membangun rumah, dan berkebun. 

    Kalau saya bayangkan, mungkin dia kini tinggal di tempat yang dikelilingi kebun bahkan hutan, mengingat lebih dari 70% wilayah Kolombia memang hutan.  

    Karena merantau bagi masing-masing orang pasti punya alasan yang sangat personal. Apa sebenarnya alasan Efi merantau?

    Kini Efi juga berbagi tentang aktivitasnya di IG: @efi.di.kolombia, dia juga punya blog yang menarik di: raunround.wordpress.com

    ---
    This episode is sponsored by
    · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
    43 min
  • Kenapa harus lebih hebat dari yang lain? Cukup lebih baik dari aku yang kemarin ~ bareng Tabib Qiu (Rapper Equal Circle, Cirebon)

    Biasanya ungkapan-ungkapan untuk menunjukkan kecintaan pada bangsa dan negara dilakukan dengan cara yang mendayu-dayu, dengan mengindah-indahkan, mengglorifikasi masa lalu, atau berbagai puja-puji. Penuh ungkapan heroik dan optimis berdosis tinggi. Tapi sering kali cara seperti itu kini terasa agak berjarak dengan kenyataan. Karena kenyataannya, masih banyak masalah yang kita hadapi. Kenyataannya, kita perlu ungkapan yang jelas dan apa adanya agar  langsung bisa dimengerti. Kenyataannya, kita perlu langsung memetakan masalah lalu cepat mengatasinya, bukan lama-lama mediskusikannya, apalagi habis waktu bertengkar hingga lupa apa sebenarnya masalah pokoknya.

    Nurhadi Nugroho a.k.a @tabibqiu berbincang dengan Podcast 1/2 Isi tentang hal ini. Kebetulan, ia dan teman-temannya di equal circle baru saja meluncurkan single rap "Perahu Pemuda", tepat di hari Sumpah Pemuda 2020.

    Lirik dan lagu lengkap Perahu Pemuda bisa dinikmati di: https://bit.ly/3ouoNwN

    ---
    This episode is sponsored by
    · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
    53 min
  • Obrolan pagi dengan Ismail Fahmi ~ Buat yang merasa belum mencapai apa-apa. Coba deh dengar ini

    Ada ya orang yang merasa sulit mencapai sesuatu yang berarti? Atau belum mencapai apa-apa? Ternyata buanyak. 

    Padahal, setiap orang pasti mampu mencapai sesuatu. Dan ternyata gampang banget. 

    Episode ini bukan episode motivasi. Tapi langsung aplikasi. Pas untuk yang merasa selama ini sulitnya mencapai sesuatu yang bermakna dalam kesehariannya dan tidak maju-maju.

    Ini adalah segmen kedua dari dua segmen obrolan pagi dengan Ismail Fahmi. 

    ---
    This episode is sponsored by
    · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
    29 min
  • Obrolan pagi dengan Ismail Fahmi. Si tak mau diam di zona nyaman.
    Setiap hari sejatinya kita sedang menyusun puzzle. Sadar atau tanpa disadari. Karena itu, seharusnya kita tidak meremehkan setiap pengalaman, perjalanan, dan waktu yang kita lewati. Menurut saya, Fahmi adalah contoh baik tentang si penyusun puzzle tadi. Sejak mengenalnya di bangku kuliah, lulus menjadi wartawan, diplomat, pembuat konten, membangun inisiatif bisnis, sepertinya adalah kepingan-kepingan puzzle yang ia susun dan membuat dirinya semakin solid sekarang. Berhentikah dia? Kelihatannya tidak. Sekarang pun ia sedang berkuliah lagi untuk jenjang Doktoral. Ini adalah segmen pertama dari dua segmen perbincangan dengannya.
    ---
    This episode is sponsored by
    · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
    41 min
  • Mengapa saya ber-podcast? ~ Sebuah perkenalan.
    Saya bukan baru kenal dengan podcast. Tapi, selama ini saya hanya sebagai pendengar. Menurut saya ada banyak pelajaran, inspirasi, ide yang bisa dipetik dari setiap episode podcast yang saya dengar. Tapi untuk membuat podcast? Tunggu dulu, saya bukan tipe yang terbiasa merekam suara lalu menguploadnya untuk didengarkan orang. Rasanya aneh mendengar suara sendiri. Begitupun melihat rekaman video sendiri. Saya sudah merasa sangat nyaman menjadi penyimak, pendengar, penonton karya orang. Karena menurut saya, dengan menyimak saya lebih banyak mendapat pelajaran, inspirasi, ide, dan bahan-bahan lainnya untuk dipikirkan. Dan itu sudah lebih dari cukup. Sampai saya dibukakan sudut pandang menarik dari seorang teman tentang podcast (atau plafrom lainnya) di mana kita perlu berbagi melalui platform digital seperti ini. Sudut pandang seperti apakah itu? Dan mengapa saya menamai podcast ini dengan 1/2 isi? Mudah-mudahan setelah Anda mendengarkan podcast pembuka ini, ada pengalaman atau perasaan kita yang sama. Lalu kita bisa saling bertukar komentar atau cerita. Salam hangat dari priangan timur yang hari ini terlihat mendung dan terasa lebih dingin.
    ---
    This episode is sponsored by
    · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
    12 min

About 1/2 isi

From the publisher's feed

Dalam perjalanan untuk menambah isi "gelas".