
Sign up to save your podcasts
Or


Lulus dari Fakultas Komunikasi Jurusan Jurnalistik, menjadi wartawati di Ibu Kota, coba-coba program work and holiday di Australia selama setahun, sejak itu ia mengembara ke berbagai negara hingga kini memilih berkebun dan mengurus ternak di Kolombia, sebuah negara terjauh yg bisa dijangkau dari Indonesia.
Apa sih yang dia cari?
Apa yang biasanya terbayang ketika kenalan kita tinggal di Luar Negeri?
Studi di universitas kelas dunia? Project/Pekerjaan keren? Keliling negara-negara dengan pemandangan bikin takjub orang? Aktivitas seru yang layak mengisi feed dan story media sosial?
Semuanya benar dan sah. Dan buat saya, sebagian besar kenalan yang tinggal di Luar Negeri (menjadi diaspora) memang seperti itu. Sangat seru kelihatannya. Dan bikin pengen.
Tapi kawan saya satu ini lain. Usianya enam tahun lebih muda dari saya, dan sekarang dia sudah 4 tahun tinggal di Kolombia (tetangga tepat belakang rumah kita yang di Indonesia, karena posisinya yang memang tepat beda 12 jam. Artinya kalau sekarang jam 12 siang, di sana jam 12 malam).
Dia merantau di Kolombia, setelah beberapa negara dia juga sempat rantau sebelumnya. Tinggal di sebuah desa kecil, jauh dari pusat kota. Dia gunakan tabungannya hasil merantau di negara sebelumnya untuk membeli lahan, membangun rumah, dan berkebun.
Kalau saya bayangkan, mungkin dia kini tinggal di tempat yang dikelilingi kebun bahkan hutan, mengingat lebih dari 70% wilayah Kolombia memang hutan.
Karena merantau bagi masing-masing orang pasti punya alasan yang sangat personal. Apa sebenarnya alasan Efi merantau?
Kini Efi juga berbagi tentang aktivitasnya di IG: @efi.di.kolombia, dia juga punya blog yang menarik di: raunround.wordpress.com
Biasanya ungkapan-ungkapan untuk menunjukkan kecintaan pada bangsa dan negara dilakukan dengan cara yang mendayu-dayu, dengan mengindah-indahkan, mengglorifikasi masa lalu, atau berbagai puja-puji. Penuh ungkapan heroik dan optimis berdosis tinggi. Tapi sering kali cara seperti itu kini terasa agak berjarak dengan kenyataan. Karena kenyataannya, masih banyak masalah yang kita hadapi. Kenyataannya, kita perlu ungkapan yang jelas dan apa adanya agar langsung bisa dimengerti. Kenyataannya, kita perlu langsung memetakan masalah lalu cepat mengatasinya, bukan lama-lama mediskusikannya, apalagi habis waktu bertengkar hingga lupa apa sebenarnya masalah pokoknya.
Nurhadi Nugroho a.k.a @tabibqiu berbincang dengan Podcast 1/2 Isi tentang hal ini. Kebetulan, ia dan teman-temannya di equal circle baru saja meluncurkan single rap "Perahu Pemuda", tepat di hari Sumpah Pemuda 2020.
Lirik dan lagu lengkap Perahu Pemuda bisa dinikmati di: https://bit.ly/3ouoNwN
Ada ya orang yang merasa sulit mencapai sesuatu yang berarti? Atau belum mencapai apa-apa? Ternyata buanyak.
Padahal, setiap orang pasti mampu mencapai sesuatu. Dan ternyata gampang banget.
Episode ini bukan episode motivasi. Tapi langsung aplikasi. Pas untuk yang merasa selama ini sulitnya mencapai sesuatu yang bermakna dalam kesehariannya dan tidak maju-maju.
Ini adalah segmen kedua dari dua segmen obrolan pagi dengan Ismail Fahmi.
From the publisher's feed