
Sign up to save your podcasts
Or


Di Episode ini Santa Faustina hendak menceritakan mengenai Pengetahuan yang lebih mendalam tentang Allah dan rasa kaget jiwa.
Episode ini mebicarakan mengenai Kaul Kemurnian, Keutamaan Kemurnian, serta Kaul dan Keutamaan Ketaatan dalam membiara.
Episode ini membicarakan mengenai Kaul kemiskinan dan keutamaan kemiskinan dalam membiara.
Episode ini hendak menyampaikan mengenai "Katekismus tentang kaul-kaul membiara". Dalam Kongegrasi Bunda Allah Kerahiman, para pembimbing novisiat menggunakan buku Pastor Piotr Cotella, SJ yang berjudul Katekismus Kaul. Berdasarkan buku itu, para pembimbing Novis menyusun diktat sendiri untuk menjelaskan kaul-kaul membiara dalam bentuk tanya-jawab yang wajib dicatat setiap suster dalam buku catatannya dan dihafal.
Episode ini menceritakan mengenai Gambar Kerahiman Ilahi yang dilukis oleh Eugenius Kazimirowski, untuk pertama kalinya berkat usaha Pastor Michael Sopocko, dipajang selama Triduum sebelum perayaan penutupan Yubileum Penebusan Dunia, pada 26-28 April 1935. Gambar ini ditempatkan tinggi di jendela Ostra Brama sehingga dapat dilihat dari jauh. Perayaan itu tepat harinya dengan hari Minggu pertama sesudah Paskah, yang menurut Sr. Faustina seharusnya menjadi Pesta Kerahiman Ilahi, sesuai dengan yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus. Pastor Michael Sopocko berkhotbah pada hari itu mengenai Kerahiman Ilahi.
Episode ini menceritakan kisah mengenai penglihatan Santa Faustina beserta seorang anak asrama mengenai Hari Penghakiman, yang ditulis di Vilnius pada tanggal 28 November 1934 dan ditanda tangani Sr. Faustina, Sr. Taida (yang mencatat pernyataan Sr. Faustina) dan Imelda anak asrama. Muder Irena, pimpinan Biara, mengukuhkan keasliannya
Episode ini menceritakan penyerahan diri Santa Faustina di saat saat kematiannya kepada Bunda Maria. Serta memohon kepada Kerahiman Allah bagi orang berdosa yang sedang menghadapi ajalnya.
Episode ini menceritakan betapa dalamnya penderitaaan di dalam jiwa Santa Faustina saat kKegelapan dan pencobaan menguasainya, sehingga dia menyerukan seperti kata-kata terkenal dari Kitab Ayub 13 : 15 "Bahkan, kalaupun Engkau membunuh aku, aku akan tetap berharap kepada-Mu!"
Episode ini menceritakan tentang Pengakuan Dosa Seorang anak Asrama Putri yang ditangani oleh Kongegrasi, di mana di sana seringkali terdapat jiwa-jiwa yang berontak dan bersikap bermusuhan terhadap agama dan sakramen-sakramen kudus. Diperlukan waktu cukup lama dan rahmat ilahi khusus supaya sikap mereka berubah.
Episode ini menceritakan kehidupan Santa Faustina saat berada di Biala, yaitu sebuah desa dekat Plock. Di sana , komunitas telah membeli sejumlah bangunan pertanian dan mendirikan rumah istirahat untuk para suster dan para pendidik untuk rumah di Plock. Para Suster hidup dalam rumah petani kecil yang terletak di taman, dengan pintu masuk utama dari Taman. Di depan pintu utama itu ada serambi.
From the publisher's feed