
Sign up to save your podcasts
Or


Episode ini menceritakan ketika Allah kembali menghendaki Santa Faustina untuk melukis gambar Kerahiman Ilahi, namun banyak suster lain yang menganggapnya berkhayal dan ia menjadi pergunjingan di dalam Biara. Tetapi Santa Faustina menanggung semua itu dalam diam walaupun ia dihakimi dari segala penjuru dan mengalami berbagai jenis penderitaan.
Episode ini menceritakan Rahmat yang diterima Santa Faustina sesudah pencobaan-pencobaan dan mengalami pemurnian jiwa. Di mana ia mendapat juga penglihatan-penglihatan dan mendengar kata-kata Adikodrati. Namun seringkali rekan yang lain meragukannya dan menganggap semua itu hanya khayalannya.
Episode ini Santa Faustina hendak membahas mengenai Lidah, anggota tubuh paling kecil namun berbahaya, seseorang harus mampu mengendalikan lidahnya agar dapat mencapai kesucian, dengan tetap tinggal diam secara batiniah. Kehidupan nbatin tanpa keheningan dapat membawa jiwa seseoran di jurang neraka. Hanya kerahiman Allah yang mampu menolongnya. Juga di sini Santa Faustina hendak berbicara tentang kehidupan jiwa bersama Allah dan tanggapan jiwa tersebut terhadap rahmat agar jiwa tersebut dapat menjadi tunggul rajawi.
Di episode ini menceritakan saat sesudah keluar dari penderitaan jiwa-jiwa, maka ia akan mengalami suatu kemurnian jiwa dan menjadi sungguh rendah hati, lebih mengenali, mampu bersatu dengan erat dengan Allah dan cepat menemukan Allah dalam diri jiwa-jiwa lain dan mampu mengenali berbagai tingkat kehidupan rohani. Dan saat mengenang penderitaannya sendiri, Santa Faustina mengingatkan agar kita tidak menambahkan tetesan penderitaan tambahan ke piala kepahitan seseorang yang hampir meluap, karena Allah sendirilah yang akan menuntut pertanggung jawaban dari kita atas nama jiwa seperti itu.
Di episode ini Santa Faustina hendah menyampaikan ketiga kata bagi jiwa jiwa yang ingin memperjuangkan dengan teguh kesuciannya dengan memetik manfaat dari Pengakuan Dosa.
Dalam episode ini Santa Faustina hendak memberikan beberapa patah kata mengenai hubungan antara pengakuan dosa dan bapak pengakuan.
Episode ini menceritakan bagaimana saat Santa Faustina berhasil keluar dari siksaan-siksaan batin dan kegelapan jiwanya, namun bekas-bekas siksaan itu masih ada, ia juga mendapat Rahmat Allah hingga ia berhasil sampai kepada kemurnian roh dan pentingnya pembimbing rohani pada saat seperti itu.
Episode ini menceritakan saat jiwa Santa Faustina merasa merana di tengah siksaan - siksaan kegelapan jiwa, namun Allah tetap menghendaki kesetiaan Santa Faustina agar ia mendapat tempat di Surga. Juga bagaimana saat kata-kata penyertaan Allah sungguh menghapus segala kegelapan dan siksaan batinnya.
Dalam episode ini Santa Faustina hendak menceritakan bagaimana saat jiwa-jiwa mengalami Cobaan Paling Berat, Sama Sekali Ditinggalkan, dan mengalami Keputusasaan, seperti saat dirinya sendiri mengalami hal tersebut dan bagaimana perjuangan Dirinya saat mengalami siksaan tersebut hingga berseru agar diselamatkan oleh Allah supaya tidak binasa.
Pada episode ini Santa Faustina hendak menceritakan mengenai Pencobaan-pencobaan ilahi dalam jiwa yang sangat dicintai olehNya. Pencobaan dan kegelapan: Setan
From the publisher's feed