
Sign up to save your podcasts
Or


Dalam episode ini Tuhan menginginkan agar suster Faustina menghimpun semua orang berdosa dari seluruh dunia dan membenamkan mereka dalam lautan kerahiman Tuhan, dan Tuhan menginginkan diadakannya Hari PESTA KERAHIMAN agar Dia dapat menyembuhkna dan menguatkan semua jiwa-jiwa yang layu .
Dalam episode ini Suster Faustina menceritakan penderitaanya saat dia bersikap tulus pun tetap dianggap munafik oleh orang lain. Bahkan ada saat di mana dia diperintahkan/terpaksa untuk mengakui kesalahan yang tidak dilakukannya namun dilakukan oleh orang lain, kepada Bapak Pengakuan di ruanng Pengakuan Dosa sehingga dirinya dianggap aneh dan gila. Namun walaupun demikian penderitaannya ini ternyata berharga di mata Tuhan sehingga berkat ketulusan, cinta dan kepercayaan Suster Faustina, orang tersebut tidak jadi mendapat hukuman dari Tuhan. Dengan demikian apabila kita tulus mendoakan kesalahan dan dosa seseorang dan bahkan bersilih untuk orang tersebut, maka kita dapat mencegah Tuhan menjatuhkan hukuman keadilanNya atas orang yang kita doakan tersebut.
Dalam episode ini Suster Faustina hendak mennceritakan kesengsaraan Yesus saat banyak jiwa-jiwa tidak taat kepadaNya, dan bagaimana Yesus dalam adorasi menginginkan agar kita menyerahkan diri kepadaNya suatu persembahan dengan menanggung sejumlah penderitaan sebagai penyilihan, tidak hanya untuk dosa-dosa dunia pada umumnya tetapi juga untuk pelanggaran yang terjadi di sekitar kita. Hal itu memang berat namun Tuhan sendiri yang akan memberi kita kekuatan untuk berjuang melawan semua kesulitan itu.
Episode ini menceritakan saat Tuhan menghendaki Santa Faustina merenungkan sensara Yesus sambil mendaraskan doa Kerahiman Illahi atas nama orang yang berdosa agar jiwa-jiwa tersebut mendapat rahmat pertobatan. Dan Yesus sendiri yang mengajarkan doa tersebut: "O Darah dan Air yang memancar dari Hati Yesus sebagai sumber kerahiman, Engkaulah andalanku".
Episode ini menceritakaan saat Suster Faustina memulai kehidupan Probasi ketiga nya, di mana saat itu dia mengalami banyak penderitaan dan mengalami kemartiran akibat dari perlakuan dan sikap para suster lainnya, ada suster yang sukar dipuaskan ego-nyadan ada juga suster yang memiliki bakat istimewa dalam menyakiti orang lain. Namun pada masa Adven, Tuhan memberi Suster Faustina rahmat untuk dapat mengenal 3 sifat-sifat Tuhan juga yakni : Kekudusan, Keadilan, Kasih& KerahimanNya.
Episode ini menceritakan saat Suster Faustina mengambil banyak keputusan-keputusan penting saat berada dalam retret berkat nasihat Bapak Pengakuannya dan juga saat-saat sebelum Pembaruan Kaulnya, serta bagaimana dia mengunkapkan bahwa Tuhan sungguh menginginkannya berbicara lebih banyak mengenai Kerahiman Allah kepada para imam.
Episode ini menceritakan kisah saat Santa Faustina mendapat rahmat Tuhan untuk dapat mengikuti suatu Retret sebelum Probasi ketiganya , dan jalan Tuhan ini berhasil ditempuhnya walaupun saat ini dia mengalami berbagai perbagi pencobaan dan godaan demi bisa menemu Bapak Pengakuan yang akan sangat membantu dan akan dipakai oleh Tuhan sendiri untuk menyampaikan setiap perkataanNya.
Dalam episode ini Santa Faustina hendak meceritakan bahwa adalah Yesus sangat berbahagia bila kita sering menceritakan kerahimanNya pada banyak orang, dan itu adalah salah satu rahmat yang diberikan olehNya kepada dunia ini. Yesus juga bisa mengatur banyak hal-hal untuk membantu kita mewujudkan hal tersebut.
Dalam Episode ini Santa Faustine hendak menceritakan bagaimana cara dia melaksanakan pemeriksaan batin dalam keheningan batin dan ketatnya menjaga silentium serta cara-cara dirinya melakukan pelatihan umum untuk hati kita.
Setiap bulan, setiap novis meluangkan waktu satu hari yang ditentukan oleh Suster Pembimbing mereka sebagai hari yang disebut "Hari Perang Salib". Pada hari itu mereka wajib melaksanakan renungan yang lebih lama, bersatu dengan Tuhan Yesus dalam Ekaristi, meminta kepada Suster Pembimbing beberapa mati raga tambahan dan mepersembahkan semua pekerjaan, doa dan penderitaan mereka kepada Tuhan Yesus sebagai penyilihan untuk orang-orang berdosa. Sejumlah suster melanjutkan kebiasaan ini juga sesudah meninggalkan novisiat.
From the publisher's feed