
Sign up to save your podcasts
Or


Di episode ini Santa Faustina mengungkapkan kedekatannya dengan Tuhan, dan betapa banyak hal diciptakan di dunia ini oleh Tuhan demi manusia, namun semua keindahannya tidak ada bandingnya dibandingkan dengan keselamatan jiwa abadi yang telah disiapkan oleh Tuhan utnuk semua jiwa yang mau bertobat dan juga taat menyambut hosti kudusNya yang dapat menjadi kekuatan bagi jiwa manusia.
Episode ini menceritakan penderitaan Santa Faustina di dalam Biara saat masih menjalani kehidupan Postula dan harus melaksanaakan banyak hal aneh sebagai bentuk ketaatan kepada seniornya. Disini juga Tuhan memberitahukan lewat penglihatan betapa ada banyak manusia yang tidak menyadari kalau keselamatan jiwa mereka sedang terancam, dan jiwa-jiwa yang hendak binasa tersebut sangat-sangat membutuhkan bantuan doa kita semua dan sudah menjadi kewajiban kita umat beriman untuk selalu mendoakan keselamatan kita dan semua orang di dunia juga.
Saat ini Suster Faustina hendak mengungkapkan saat-saat dia sangat merasakan kesepian dan kesendiriannya waktu terbaring sakit di bangsal rumah sakit, dan bagaimana saat dirinya akhirnya mendapat penglihatan Ilahi bertemu dengan Santa Theresia Kanak-kanak Yesus yang turut memberikan penguatan bahwa masalah yang dihadapinya akan segera terselesaikan dengan baik.
Kali ini Santa Faustina mengungkapkan betapa pentingnya berdoa setiap hari, terutama di hadapan Sakramen Mahakudus. Karena dengan doa jiwa mampu mepersenjatai diri dalam menghadapai berbagai pertempuran dan mencapai keluhuran jiwa. Hal ini tentu tidak mudah karena untuk mencapai waktu doa yang telah ditetapkan ada banyak gangguan baik lahiriah maupun batiniah yang bakal dihadapinya.
Dalam episode ini Santa Faustina hendak menekankan betapa pentingnya pengakuan dosa dalam keseharian kita. Dengan rahmat Allah lewat perkataan para bapak Pengakuan maka kita bisa menimba kedamaian, ketenangan, ilham, dan kekuatan jiwa dalam menghadapi segala cobaan hidup.
Dalam episode ini Santa Faustina hendak menceritakan bahwa kita harus memiliki kerendahan hati di hadapan Bapak pengakuan agar memperoleh kedamaian hati serta belajar mengikuti jalan-jalan Tuhan agar roh kita bersuka cita sehingga mendapat lebih banyak lagi rahmat Allah.
Dalam episode ini Santa Faustina hendak menceritakan bagaimana menghadapi segala penderitaan dengan penuh ketabahan, kesetiaan jiwa dan kemurnian cinta yang menyala-nyala kepada Tuhan.
Episode ini menceritakan mengenai pengurbanan Sr. Faustina dan arti kata kurban itu sendiri
Dalam episode ini Sr. Faustina menceritakan tentang tantangan dari Bapak Pengakuan dan suster lainnya, namun juga bagaimana dia bisa mendapat manfaat dari tantangan tersebut, bagaimana semua hal tersebut membutuhkan sikap rendah hati, sehingga kuasa Kerahiman Allah tetap bisa dinyatakan lewat kepapaannya.
Dalam episode ini, Sr. Faustina hendak menggambarkan pelarian yang sadar dari ilham-ilham batiniah, bahkan buyarnya pemusatan pemikiran yang dilakukannya dengan sengaja. Tetapi semua hal ini diketahui oleh Sr. Faustina sendiri saja. Di luar, tidak ada yang tampak.
From the publisher's feed