A Way To Speak

A Way To Speak

By A Way To SpeakArtsPerforming Arts
Download on the App Store

A Way To Speak episodes

  • BincangProduktif : "Alumni UI, Balik untuk pendidikan kampung halaman"
    Baginda Muda Bangsa adalah putra daerah Kab. Banggai yang merupakan Alumni Universitas Indonesia dan pernah melakukan penelitian di Bank Indonesia, lalu bersama kawan-kawannya mendirikan dan mengelolah Yayasan Generasi Emas Indonesia di dua kota besar, Bandung dan Jakarta. Sekarang, beliau memilih balik ke kampung halaman untuk memajukan pendidikan di sana. Bagaimana kritisisme dan perenungan Baginda hingga memilih mengabdikan dirinya ke dunia pendidikan? Check it out!!
    25 min
  • "Menjadi Tamu" - Aan Mansyur oleh Fatwa Pertiwi
    Akh akan datang ke rumahmu,
    Memegang semua benda yang baru kauletakkan. Aku ingin merasakan tanganmu ketika kau sendiri atau tidak ada.
    Aku akan menuliskan daftar benda-benda yang menutup matamu ketika menyebutkan nama mereka. Saat sendiri, aku mengucapkan dan mengecupkan nama-nama itu agar mimpiku bisa tertidur.
    Aku akan masuk ke kamarmu, berbaring di tempat tidurmu hinggu kamarmu berubah menjadi kamar kita. Atau menunggu di beranda sambil mendengar lagi-lagu cinta dari radio tetangga.
    Aku akan menemanimu menanam sayur-sayuran di halaman belakang sembari membayangkan di pipiku tumbuh bulu-bulu yang akan menggelikan pipimu.
    Aku akan mengambil dua foto setiap hari dan merangkai mereka jadi film. Barang-barang yang pernah kau genggam. Ranjangmu. Cabang-cabang dan kembang sayurmu, atau cambang di pipiku. Akan kumasukan juga tembang-tembang yang menemaniku menunggu di beranda.
    3 min
  • "Di Sindoro" oleh Ama Achmad
    Puisi Ama Achmad yang bertajuk "Di Sindoro" pernah diterbitkan pada antologi puisi penulis MIFW (Makassar Internasional Writter Festival) dengan judul buku "Dari Timur 1"
    3 min
  • "Laut Dalam Secangkir Kopi" oleh Ama Achmad
    _Telah disiapkannya sebuah cangkir, krim pengganti gula, kopi dan alat seduh_.
    Ia kehilangan jawaban untuk pertanyaan setiap orang yang tidak sengaja berpapasan dengannya dan melihat kedua matanya yang menyimpan hitam.
    _Kopi telah didih, ia memindahkannya ke dalam cangkir. Mencampur satu sendok krim pengganti gula_.
    Hari-hari telanjur jadi malam, langit tidak bersahabat dan dingin mengenali dadanya dengan sangat baik. Ia merasa sedang bermain jungkat jungkit, sebentar di atas, sebentar di bawah—tapi tidak ke mana-mana.
    _Ia membiarkan panas hilang dari kopinya. Lima menit untuk sesap pertama dari kopi bernama kota yang tak disukainya_.
    Ia menemukan dirinya dan dirinya yang lain dalam sebuah cermin. Dirinya yang ingin menyerah dan dirinya yang keras kepala untuk menyakiti dirinya sendiri.
    _Ia menyesap kopi itu untuk kedua kalinya. Rasanya tak lebih pahit dari kesedihan._
    Ia berada di antara rasa percaya dan keraguan—seperti di ambang malam dan pagi ketika semua gelap tetapi terlalu larut untuk tidur dan terlalu dini untuk membuka jendela.
    _Ia menatap kopi di cangkir kesukaan yang isinya sisa seperempat. Ia melihat gelombang laut, bergelegak, seperti amuk badai_.
    Membayangkan hal-hal sederhana dan menyenangkan tidak menyelamatkannya dari serangan ingin menyerah, dari apa pun yang disebut kehidupan.
    _Ia meneguk kopi yang tersisa. Meletakkan cangkir dan menatap langit-langit_.
    Ada begitu banyak barangkali dan kemungkinan, ia ingin menjadi salah satu di antaranya. Tidak sebagai apa pun, cukup sebagai dirinya yang dulu—yang mampu membuka mata dan menerima matahari.
    _Kopinya tandas. Hanya ada endapan. Seperti pikiran buruk yang tidak tergerus_.
    5 min

About A Way To Speak

From the publisher's feed

Song is the best way to express her feeling and thought. As someone who loves her, I need to save it from a weakness of my memory. I am afraid of forgetting this.