Al-Qur’an adalah mukjizat yang masih hidup sampai hari ini. Siapa pun yang dekat dengannya—di hati, di lisan, dan dalam kehidupan—pasti akan berubah.
Pertama, Al-Qur’an menenangkan hati. Ia adalah dzikrullah, dan hanya dengan mengingat Alloh hati menjadi tentram. Bahkan membacanya saja sudah menenangkan, apalagi jika dipahami dan ditadaburi.
Kedua, Al-Qur’an adalah obat. Ia menyembuhkan penyakit hati seperti riya, ujub, dengki, dan takabur—yang justru menjadi sumber banyak penyakit dalam hidup. Bahkan dengan izin Alloh, Al-Qur’an juga menjadi sebab kesembuhan jasad dan kegelisahan jiwa.
Ketiga, Al-Qur’an membuat hati kaya. Bukan kaya harta, tapi kaya rasa cukup (qonaah). Orang yang memahami janji Alloh tidak akan takut soal rezeki, karena yakin Alloh pasti mencukupi.
Keempat, orang yang dekat dengan Al-Qur’an akan disegani dan dicintai. Karena mereka termasuk ahlul Qur’an—yang dicintai Alloh, lalu dicintai penduduk langit, dan akhirnya dicintai manusia di bumi.
Al-Qur’an akan menemani kita sejak di dunia, saat sakaratul maut, di alam barzah, hingga hari kiamat—bahkan mengangkat derajat kita di surga.
Maka renungkan, untuk apa waktu kita habis pada hal yang sia-sia, sementara Al-Qur’an nyaris tak disentuh?
Musibah terbesar bukan kekurangan harta, tapi ketika kita dijauhkan dari Al-Qur’an.
Semoga kita termasuk hamba yang hidup bersama Al-Qur’an, dan dimuliakan sebagai ahlul Qur’an.